Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB XXX


__ADS_3

Aku terus di hubungi oleh kak pon, sampai rasanya jengah dan akhirnya aku membalas pesan nya. Dan aku pun memberikan pinjaman uang tersebut tanpa ijin dari suami ku, aku mentransferkan sejumlah uang sebesar tujuh juta. Kak pon janji akan mengembalikan nya satu bulan, aku mengiyakan janji tersebut karena aku yakin dia tidak akan mengecewakan ku.


Satu bulan berlalu, aku masih sabar dan hanya mengingatkan dia saja. "kak..gimana?sudah ada karena awal bulan nanti mau dp mobil.gue takut fajar menanyakan uang tersebut.." tanya ku sepulang dari kantor aku sengaja mampir di kantin nya. "sabar dong,na..gue pasti bayar kok,takut amat sih Lo. Kayak gak percaya sama gue aja,,"sarkas nya yang membuat aku kesal.


Aku meninggalkan kantin kak pon dengan kesal, lalu aku berjalan menghampiri kedai kopi suami ku. "assalammualaikum ..."sapa ku "waalaikum salam, sayang. Sudah sampai ? Jawab suami ku "iya,kamu tutup jam berapa? Aku naik duluan ya.."tuturku "kamu kenapa?cape ya?" ucap suami ku yang membelai wajahku. Yang aku jawab dengan anggukan kepala saja.


"ya sudah, ayo aku antar sampai keatas "serunya yang langsung menggandeng tangan ku. Kami pun berjalan ke tower B, di lobby aku sempat bertemu dengan dewi dan marni. "mau kemana,Na..sini dulu ngemil ?"seru Lili dan yang lain juga ikut menawarkan makanan juga.


"kamu mau disini dulu.."tawar suami ku "boleh,,?tanya ku ragu "boleh..makanlah,nanti selesai sholat maghrib aku jemput kamu disini lagi,kita naik bareng ya.."terang suami ku yang sambil mengusap bahu ku "makasih, sayang.."ucapku tulus


"kak..nitip istri gue ya.."seru fajar "iyaaa tenang aja,aman kalau disini.."teriak evi


Suami ku pun langsung pergi menitipkan ku dikantin lili, dia kembali ke kedai karena masih ada pelanggan yang meeting di kedai kopi nya.

__ADS_1


"kak..gue kesel deh sama kak pon..nih kalian baca aja, isi chat nya tuh.."aku menyodorkan isi chat aku dan kak pon "gila dia punya hutang sama Lo,Na?..katanya Lo yang hutang sama dia,,"terang marni yang ikut emosi membaca isi pesan kak pon "tagih terus jangan sampai ngga,keenakan banget tuh..?ujar dewi aku menceritakan sebelumnya kepada teman-teman di lobby B,kebanyakan dari mereka sangat emosi. Setahu mereka kak pon itu sangat sombong dan merasa paling jago.


"gue kalau di tanya laki gue jawab apa ya? Mana itu uang Dp mobil.."lirihku yang langsung terdiam,entah kalau sampai fajar tahu. Pasti rasa percaya ke aku makin berkurang. "sabar ya,Na semoga fajar mau ngertiin Lo.."ujar marni


Pas adzan maghrib semua teman ku kembali ke unitnya masing-masing, sedangkan aku masih menunggu fajar menjemputku. Benar gak lama suamiku datang dan mengantarkan ku naik ke atas karena pelanggan belum bubar juga. "gak usah pesan makan ya..aku sudah nitip sama ical, iga bakar. Kalau sudah sampai nanti aku antarkan ke atas lagi.."terang ya "di antarnya pas kamu sudah tutup saja,biar gak bolak-balik.."sahutku


"ya sudah,kamu mandi lalu sholat ya?"pinta suami ku "iya,sayang..ya sudah kamu balik lah ke kedai. Aku gak apa kok di tinggal.."tukas ku suami ku pun akhirnya turun untuk kembali ke kedai kopinya yang masih ramai. Aku langsung mandi dan sholat setelah itu aku langsung rebahan depan sofa tv sambil menunggu suami ku tutup kedai nya.


Aku dari awal tinggal di apartemen dekat dengan marni, tidak ada rahasia yang terlewatkan dia tahu semua. Karena marni aku anggap seperti kakak ku,apa pun pasti aku akan curhat dengan nya.


"gila Lo itu orang, sudah jangan Lo tanggapin..cukup Lo tagih aja tiap hari..gak ada sadar-sadarnya dia.."isi pesan marni yang sangat kesal, karena dia pernah pinjam sama kak pon sudah di bungain terus belum waktu nya bayar sudah di tagih. Yang lebih malu nya lagi dia nagih cara nya itu teriak-teriak membuat yang di taman pada melihat ke arah marni. Sejak hari itu marni sudah gak mau kenal lagi dengan kak pon.


Aku hanya menghela nafas panjang saja,lalu aku simpan ponsel ku di atas meja tv. Tanpa sadar mata ku pun terpejam dan tertidur pulas sekali. "sayang bangun,,yuu.. Sayang belum makan Loh?" suami ku terus membangunkan ku, sampai akhirnya aku bangun dan mata ku masih terasa berat.

__ADS_1


"kamu bersih-bersih dahulu , baru kita makan.."ujarku lalu bangun untuk membuka bungkusan nasi yang akan aku pindahkan ke piring. "biar aku yang akan suapin kamu,,kamu duduk saja.."seru suami ku yang masuk kekamar mandi.


Selesai mandi,dia melanjutkan untuk sholat isya barulah suami ku mengajak aku makan bersama. Seperti janji nya aku hanya diam cukup dia yang akan menyuapi ku.


"sebenarnya ada yang akan aku cerita kan, tapi nanti saja.."ujarku "tapi kalau aku jujur , aku mohon kamu jangan marah ya..janji dulu.."rengekku manja yang membuat fajar terkekeh dan gemas dengan kelakuan ku.


"maaf sayang, uang yang untuk Dp mobil dipinjam sama kak pon, dia janji mau kembalikan minggu kemarin tapi aku tagih malah mengancam ku.."terang ku yang tak berani menatap wajah suami ku. Yang aku yakin dia pasti kecewa berat dengan ku.


"itu uang mu,,sayang dan kenapa harus meminjamkan dia yang sudah aku bilang jauhi..itu orang gak baik hanya memanfaatkan kamu saja..termasuk Nur?uang kamu aja gak kembali kan sampai sekarang.."jelasnya membuat aku menangis tersedu-sedu dan fajar langsung memeluk ku erat.


"kalau dia sampai datang dan menjelekan istriku ini, coba saja aku mau dengar..dan aku akan tertawa saja.. Sudah cukup selama ini aku diam tapi tidak dengan sekarang, bahkan Nur akan aku tagih di depan umum. Biar mulut mereka bisa menjaga omongan nya,,jangan hanya baik di awal tapi busuk di belakang. Ketika butuh uangmu mereka menganggap mu saudara tapi ketika di tagih justru mereka memusuhi mu.."terang suami ku.


Penuturan suami ku berasa mencubit ginjalku,, nyeri rasanya.

__ADS_1


__ADS_2