Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB XXVII


__ADS_3

hari ini aku kembali masuk kantor karena ada meeting dan juga ada klien yang ingin bertemu untuk konsultasi.


"sayang , kamu berangkat jam berapa? "tanya fajar


"jam 8 aja seperti biasa, kamu mau sarapan bareng atau nanti ?tanya ku balik


"bareng aja,,bentar aku bersih-bersih dulu.."fajar pun bangun untuk mencuci muka, tapi sebelum masuk kamar mandi dia selalu merapikan tempat tidur dan menyapu nya.


jujur soal kerapihan dan kebersihan fajar sebagai suami aku acungkan jempol empat, dia sangat menjaga kebersihan sekali.


"kita mau sarapan apa? mau minta di buatin Dimas atau mau beli saja? tanya ku


"apa saja sayang bebas.."sahut nya


"bentar aku telpon Dimas atau Bu uti ya,minta di buatkan nasi goreng tanpa kecap plus ayam goreng.."tuturku sambil mengetikan pesan untuk Bu uti atau Dimas yang menjaga kedai ku.


"kamu rapih-rapih, gih. apa udah sholat duha? ujar suami ku yang duduk di depan tv selesai menyapu lantai


"udah kok, tinggal pakai hijab sama sepatu saja.."ucap ku


"ya sudah yuu, kita turun sekarang aja biar kamu gak telat, aku buka kedai kopi jam 10 saja. gak apa-apa kan sayang.."jelasnya


"gak apa-apa, baik nya kamu aja. kan itu kedai kamu jadi kamu yang ngerti situasi nya.."terang ku sambil memakai sepatu.


kami pun jalan turun ke bawah sampai di lobby,suami ku selalu menyapa para resepsionis dan security


"selamat pagi semua.."sapa suami ku.."apa sudah sarapan?


"pagi juga pak fajar,, kebetulan belum pak..sahut security dan resepsionis


"sayang coba pesan nanti Dimas tolong antarkan kopi dan cemilan untuk security dan resepsionis ya.."pinta nya sambil menggenggam tangan ku.


aku langsung menelpon Dimas untuk membuat kan kopi susu tiga gelas dan roti bakar tiga porsi.


"terimakasih banyak pak fajar dan ibu ,semoga berkah ya pak.."ucap security tersebut.


"sama-sama mas dan mba.."sahut suami ku,, nanti di tunggu saja di antar sama karyawan istri saya.."


kami melanjutkan jalan ke foodcourt tapi keluar dari lobby sudah di teriakin sama geng lobby B


"naaaa, mau kemana sini sarapan di sini aja sih..teriak lili


"sini gue lagi pesen soto ayam.."timpal Dewi

__ADS_1


"fajar ihh di gandeng aja itu bini,takut banget hilang.."teriak om Jimi suami lili


"hahahahaha si om bisa aja nih,, makasih kak lili dan kak Dewi. maaf tadi istri sudah pesan di foodcourt.."jawab suami ku yang selalu sopan dengan siapa pun.


aku hanya tersenyum karena mereka tahu kalau depan suami aku jarang petakilan lebih banyak diam.


"mau kerja ya, na? tanya Evi


"iya kak.. nanti jalan jam 8an sih..mau ke foodcourt dulu sarapan.."sahut ku


"kita ke atas dulu ya..yuk semua mari.."suami ku undur diri


"kalau sudah pulang main ya, na.."teriak Marni yang aku jawab dengan acungan jempol.


berteman dengan mereka jarang sekali mereka memaksa aku untuk mengikuti gaya hidup mereka yang terbilang cukup.


malah banyak nasehat yang aku dapat dan rasa keluargaan yang mereka utamakan.


Usai sarapan aku pun berpamitan dengan suami, lalu dia mengantarkan sampai pos security.


aku mencium tangan nya dengan takzim, lalu dia mencium keningku.


"hati-hati,jika sudah sampai jangan lupa beri kabar ya,sayang".ucap nya


"baik pak.."sahut si Abang ojol"


"assalamualaikum..aku jalan ya?"pamit ku


"waalaikum salam,iya sayang.."sahut nya


terlihat begitu romantisnya suami ku, rasa nya aku wanita paling bahagia sekali. tapi kenapa selalu saja orang tidak suka dengan hubungan kami, apa karena usai aku dan fajar sangat jauh sekali.


sampai di kantor, aku langsung masuk ke ruangan ku.


nampak Rita sedang sibuk membuat kwitansi dan fee untuk Anak marketing.


"leader pada kemana,Ta..tumben belum pada datang.."tanya ku sambil menyimpan barang-barang ke atas meja kerja ku


"bentar Buna..gue lagi pusing nih.."sahut Rita rada repot aku lihat.


selang sepuluh menit Tisna datang membawakan Rita secangkir kopi panas dan rokok kesukaan nya.


"kak Rita mau di simpan dimana kopi nya.."tanya mang Entis

__ADS_1


"di meja Buna aja bang, gue mau ngopi di situ.."jawab Rita tanpa menoleh.


"pagi Buna..mau kopi atau teh pahit dulu..? tawar mang Entis


"teh saja bang,,nanti abis breifing pasti ngopi lagi kan.."sahut ku dengan menawarkan mang Entis roti Unyil yang aku beli di toko bakery samping kantor.


"ini kopi buRit,,kata nya mau ngopi di meja Buna.."tukas mang Entis.


yang aku jawab dengan anggukan saja,karena aku sedang online dengan klien ku.


setelah mang Entis keluar,datanglah pasukan huru hara. otomatis dengan kicauan pagi yang sangat fals suara nya,


"Lo tau Buna.."tanya chimet


"ngga.."jawab ku cuek


"ya iya lah, Lo gak tau.gue aja baru mau cerita ,udahan main jawab aja.."gerutu chimet


Mety dan Yudis hanya tertawa saja melihat chimet ngoceh-ngoceh.


"Lo tau pagi ini gue naik ojol seharga lima puluh ribu,, Lo tau kenapa?? tanya chimet


"ngga tau chimet..Jangan tanya gue sih.."ucap ku


"eleeh..jangan di potong dulu,, setiap gue order di tolak harga nya makinan naik, pas udah ke delapan kali nya gue order baru deh dapat tuh..di aplikasi harga nya tiga puluh lima ribu,, eh pas turun jadi lima puluh ribu, gokil gak tuh.. kira-kira gue harus komplain gak ya.."cerita chimet tapi sambil mikir


"udah sih cuma lima belas ribu, secara rumah Lo aja kesini jauh banget...kalau naik opang aja belum tentu dapat lima puluh ribu..terang ku ke chimet.


"iya sih cuma segitu aja, ikhlas siapa tahu rejeki Lo nanti bisa lebih banyak lagi.."timpal yudis


"tumben buRit gak nyaut,, apa lagi mimisan ya .."ujar Mety


"gigi Lo yang mimisan..teriak Rita yang sudah selesai dengan kerjaan nya.


intan dan Feby masuk dengan tergesa-gesa


"aduh gue kira udah breifing, udah takut aja uang makan gue di potong telat dua menit.."sambil ngos-ngosan Feby minum air mineral nya Yudis sampai abis.


"umiiii saking aja Lo cantik kalau jelek udah gue lempar,Lo dari jendela.."kesal Yudis.


"eh feb..Lo pakai hijab.. Alhamdulillah"seru teman-teman di dalam ruangan ku


"iya..heheheehe..beneran dah kek umi ya? tanya balik Febi yang biasa kita panggil babot

__ADS_1


"iya Yudis bisa aja manggil,Lo nya.."sahut mety


__ADS_2