Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LXIII


__ADS_3

aku tidak sadarkan diri cukup lama dan ketika sadar sudah ada dirumah sakit.


bau obat-obatan menyeruak di indera penciumanku, ada rasa mual.


tiba-tiba terasa nyeri dibagian bawah perut ku, aku meringis dan terasa badan ku dingin sekali.


"jangan banyak bergerak dulu,na!! seru kakak ipar ku


"apa yang terjadi kak? apa aku keguguran?tanya ku


"iya,na tadi kamu pingsan di kedai dan mengeluarkan banyak darah. jadi bayi kamu ngga bisa di selamatkan."terang kak Hanum.


aku hanya diam dan tidak menjawab apa pun, diam itulah yang sekarang aku lakukan.


teringat kejadian itu dada ku terasa nyeri bahkan aku sudah tidak ingin melihatnya lagi.


"sayang, apa yang di rasa? tiba-tiba fajar datang menghampiri ku.


aku dengan cepat membuang muka tanpa ingin memandangi nya lagi, biasanya kalau aku sakit aku akan manja tapi kali ini tidak akan.


"sayang jangan begitu ini salah paham dan tidak seperti yang kamu bayangkan."terangnya.


"mau aku paham hah? mau aku mengerti? bentak ku


"maaf sayang bukan maksud ku menyinggung perasaan mu, aku minta maaf?fajar memohon dan menangis.


"Lo mau gue maafin? bawa perempuan itu kekantor polisi baru gue maafin Lo, gara-gara dia gue harus terbaring dirumah sakit dan gara-gara dia bayi gue gak ada dan gara-gara dia juga gue harus keluar uang banyak. paham Lo !!! hardik ku yang membuat kak Hanum kaget.


"jadi maksudnya na apa ini? tanya kak Hanum


"kakak percaya aku pingsan begitu saja karena ngga jaga kandungan? Kakak silahkan cek cctv kalau mantan pacarnya dia eh salah sekarang mereka sudah pacaran lagi, itu mendorong aku sampai aku terjatuh dan pingsan.


dan aku minta kakak bawa laki-laki pengecut ini menjauh dari hadapan ku sekarang !!! teriak ku lalu suster masuk untuk menenangkan diriku.


"jangan begini sayang, aku mohon maaf dan aku tidak pernah mau kembali lagi. ini salah paham sayang dan aku sudah usir dia yang dari pagi ada di kedai tapi dia ngga pergi-pergi juga. dan apa harus berurusan dengan polisi? ujar suami ku

__ADS_1


"pertanyaan bodoh apa yang Lo katakan? sialan Lo pergi dari hadapan gue dan jangan harap dia bakalan lepas dari jeratan hukum, dan jangan coba-coba Lo hilangin rekaman cctv itu.


karena bukti Lo lagi ciuman aja masih gue save dalam ponsel gue? apa itu yang di namakan ngga ada hubungan apa-apa!!! dasar banci Lo, entah dari hadapan gue sekarang!! semua caci maki aku keluarkan semua.


rasa muak dan benci jadi satu bahkan rasa sayangku sudah menguap begitu saja.


aku meminta Meti datang kerumah sakit untuk mengurus semua keperluan ku.


Meti datang bersama Rita dan bos ku, lalu aku dipindahkan kamar karena aku mau tidak ada dari keluarga fajar yang bisa menjenguk ku lagi.


"met, bisa ngga dokter secepatnya bisa keluar dari rumah sakit. dan tolong cariin gue kost-kostan ya jadi gue langsung pulang kesana saja."pinta ku


"udah,na untuk kostan apa Lo mau balik ke apartemen aja. atau mau yang dekat Rita? ujar Meti


"Deket gue aja biar nanti nyokap bisa jagain juga."timpal Rita.


"hmmmm, gue cape selalu berakhir dikhianatin terus. gue muak banget, bisa ngga gue di kantor cabang aja!! pinta ku


"nanti kita atur ya,na? dan Lo harus sembuh dulu karena tensi Lo tinggi banget dan tadi sempat pendarahan lagi aja."bujuk Meti.


"Meti yang akan disini temanin Lo dan besok Meti pulang gue yang akan jaga Lo."tutur Rita dan aku hanya menganggukan kepala saja.


lalu mata ku tiba-tiba saja terasa berat banget dan lama-kelamaan aku pun tertidur.


aku bangun tengah malam karena bermimpi buruk, aku lihat Meti sedang asyik menonton drama di ponselnya.


"mau minum na?Meti berdiri mengambilkan air minum untuk ku


"kenapa? tanya Meti


"ngga apa-apa hanya mimpi buruk saja."sahutku lalu aku menatap wajah Meti.


"mett, apa bisa gue jauh dari orang itu. ajarin gue mett cara lupain dia!!airmata ku pun menetes di pipiku masih terasa sakit di dadaku.


"apa Lo mau pergi jauh dulu na? mungkin biar hari Lo tenang? ujar Meti sambil mengusap bahu ku.

__ADS_1


"kemana mett? terus anak-anak gue gimana? dan masa gue harus gagal ke tiga kalinya mett!! harus bagaimana lagi gue mett, udah ngalah dan terlalu sangat mengalah."terang ku


Meti pun ikutan menangis bahkan dia memelukku erat sekali.


keesokan harinya aku sudah mulai agak sedikit tenang dan aku harus sehat demi anak-anak ku yang lain.


"dok kapan aku bisa pulang? tanya ku ketika dokter sedang observasi.


"siang ini sudah bisa Bu karena semua nya sudah baik-baik saja, hanya saja harus lebih banyak istirahat ya Bu."ujar sang dokter.


lalu aku meminta Meti untuk segera mengurus administrasi nya.


"Lo yakin mau pulang sekarang? Meti khawatir kalau aku sendiri akan sedih.


"gue udah gak apa-apa dan sudah baik-baik saja kok, tenang aja mett.anak-anak gue ada yang masih membutuhkan gue kok dan gak akan gue mati karena dia juga."cebik ku dan Meti pun tertawa.


dan Rita pun masuk untuk menggantikan Meti tapi Meti langsing jelaskan kalau aku sudah bisa pulang hari ini.


"terus Lo yakin bisa sendirian di kostan? tanya Rita


"atau mau dirumah gue dulu aja,na? tanya si bos


"ngga usah biar gue pulang ke apartemen dan disana gue bisa bayar orang yang merawat gue lagian di sana banyak teman-teman yang akan bantu kok."penjelasan ku masih membuat mereka ngga tenang.


"lebih baik Lo pulang kerumah Meti aja, kalau dirumah gue Lo sungkan."ucap Rita.


"ngga apa-apa dan gue udah kasih tahu teman gue yang kemarin itu loh, dia udah siapin karyawan di kantin untuk urus gue. dan unit gue juga sudah di bersihkan sama karyawan dia dan Lo juga bisa kapan aja kan jenguk gue."terang ku


"bukan itu na, kalau laki Lo datang terus Lo jadi ribut itu yang kita khawatir kan. lebih baik menjauh dulu biar hati Lo tenang na!! jelas Rita


aku pun terdiam dan berpikir, aku juga yakin pasti fajar akan mencari ku di apartemen.


lalu aku pun menghubungi Bu Marni dan memberitahu kalau aku kesana nya nanti setelah sehat saja.


aku putuskan tinggal di rumah Meti karena fajar tidak tahu rumah Meti.

__ADS_1


__ADS_2