
"kamu dengar baik-baik ya, siapa nama mu saja gue gak kenal. perkenalkan ini istri sah gue, ibu dari anak-anak gue yang sebentar lagi akan hadir di antara gue dan istri gue."tegas fajar
"kenapa Lo lebih memilih cewek yang jelek itu di banding kita-kita yang terawat dan cantik."jawab wanita gatal itu
"Lo cantik coba Lo hapus make up Lo, terus gak usah Lo tanam benang dan suntik putih. karena cantik nya istri gue alami, dengar ya a.l.a.m.i.."tegas fajar
suami ku langsung mematikan ponselnya dan memblokir nomor tersebut.
saking kesal nya hampir dia membanting ponsel nya itu lalu dengan segara aku memberi kode lewat gelengan kepala.
maaf ya sayang.."ucap suami ku
"maaf untuk apa? tanya ku
"cewek tadi yang menelpon sungguh aku gak kenal."jujurnya.
"aku gak apa-apa kok, sudah santai saja. yuk turun "ajak ku
lalu fajar memeluk ku dan mengecup kepala ku, aku membalas pelukan nya karena yang aku rindu saat ini harum tubuh nya.
terlalu banyak godaan dalam rumah tanggaku terutama dari suami ku, sampai dia memutuskan untuk berhenti bekerja saja dan usaha di dekat rumah saja.
aku sempat menolak nya tapi demi kebaikan rumah tangga kita juga, entah sampai kapan aku bisa menahan emosi jika suami ku selalu digoda,bahkan selalu menghina diriku juga.
"sayang, besok aku sama kak Hanum mau cek lokasi untuk buka usaha, jadi nanti aku kirim surat pengunduran diri ku lewat email saja."terangnya
"kamu sudah yakin ingin berhenti kerja? kantor yang memperkerjakan kamu itu Sangat bagus bahkan tidak semua orang bisa masuk kesana."sahutku
"iya tapi resiko nya kita akan sering ribut karena salah paham terus,apa lagi wanita yang kerja disana biar sudah bersuami pun berani selingkuh dengan rekan kerjanya juga."jelas suami ku
aku kaget dan tidak berpikir dua kali lagi, langsung menyetujui usulan nya untuk segera resign.
gila saja kalau aku harus gagal lagi berumah tangga, kemarin saja video call itu cewek sudah setengah telanjang apa lagi didalam ruangan kita gak pernah tahu.
seberapa besar suami bisa bertahan dengan godaan seperti itu.
__ADS_1
"aku ngga usah ikut, tidak apa kan? aku tunggu kamu dirumah saja."pinta ku
"yakin dirumah gak kenapa-kenapa? tanya suami ku
"iya,aku hanya ingin rebahan saja. takutnya kalau aku ikut bakalan merepotkan kamu."jawab ku
"gak ada yang direpotkan untuk istri ku, apa pun aku sangat senang jika selalu ada kamu di samping ku."tuturnya yang terus membelai rambut ku.
"ya sudah kalau gitu, tapi kalau aku lelah nanti aku tidak turun ya? aku boleh menunggu di mobil saja."ucap ku
"iya sayang, ya sudah sekarang kamu mandi dulu. biar terlihat fresh dan tidak lemas."perintah suami ku langsung aku kerjakan,karena setelah mandi badan ku akan segar kembali.
kami pun turun ke bawah untuk ngopi bareng biasa nya kami selalu bertukar pikiran apa lagi mau membuka usaha.
ada saja ide yang muncul dari kami, apa lagi kami pecinta kopi serta kudapan.
muncullah ide untuk membuka kedai kopi beserta makanan ringan dan berat nya.
kita mempunyai ciri khas sendiri untuk kedai kopi tersebut karena tidak hanya menawarkan berbagai macam variant rasa kopi tapi kita menyediakan jahe susu, secang dan lain-lain, lebih ke minuman herbal.
"kalau untuk menu makanan berat kenapa gak coba jual Sego berkat atau nasi ayam goreng plus sambal dan lalap di kasih bonus sayur asam."ide ku
"untuk cemilan, cukup singkong plus sambal terasi, ubi goreng atau rebus,kentang goreng, sosis,dan lainnya tapi kalau bisa yang utama itu yang jarang kedai lain jual."sahut ku
suami dan papa mertua hanya menyimak saja, karena harus mencatat juga apa saja barang yang harus di beli.
seperti mesin kopi beserta alat lainnya, ada satu kopi yang sedang di pelajari suami ku yaitu kopi soda.
kita mulai mencari otodidak saja, untuk kopi hazelnut, capuccino, mocachino,bahkan kopi tubruk hitam atau tubruk susu itu sudah biasa kita jumpai.
"nanti papa akan bantu menemani fajar kalau buka kedai, atau kalau mas Endi sedang libur kerja kan bisa bantu juga."ujar papa mertua
"iya biar semua ada kegiatan tidak rebahan saja, karena kebanyakan rebahan juga badan pada sakit semua."timpal kak Hanum
setelah berbincang cukup lama, akhirnya kak Hanum mendapat telpon dari Tante kania.
__ADS_1
"ayo, kita lihat itu tempatnya. ini Tante kania sudah menunggu kita di lokasi."seru kak Hanum
"sebentar aku pakai hijab dulu,"sahut ku
"sekalian ambil kunci mobil ya sayang,"pinta suami ku
"iya,nanti aku ambilkan ."jawab ku yang melangkah kan kaki naik ke atas.
kadang mertua ku agak marah kalau aku sering naik turun tangga, bahkan aku merasa tidak nyaman jika ruang gerak di batasi.
hamil bukan berarti manja, atau sakit keras.aku biasa hamil tidak di special kan seperti ini jadi agak aneh.
setelah rapih aku segera turun, nampak papa juga ikut karena ingin tahu juga.
aku memberikan kunci mobil , lalu segera kami semua masuk ke dalam mobil.
selama perjalanan aku banyak memijit pelipis ku yang agak sedikit pusing.
aku coba bawa santai bahkan tidak mau menjadi beban suami ku,pasti dia akan panik kalau bilang kepala ku sakit.
sesampainya di lokasi aku meminta dibelikan minuman air asam dan dengan sigap suami ku langsung masuk ke minimarket membeli minuman tersebut dan beberapa botol air mineral.
"kenapa mual ya? tanya Tante kania
"iya, Tan sedikit mual saja kok."sahut ku dengan sopan
aku juga tidak mau papa dan kak hanum panik jadi sebisa mungkin aku pasang muka baik-baik saja.
"duduk sini, na? biar yang lain keliling."ujar Tante kania yang seperti nya tahu kalau aku sedang tidak enak badan.
"iya Tante makasih ya."ujar ku
"sayang aku disini saja, kamu keliling saja lihat tempat nya, kalau aku ikut saja baiknya kamu ya? ucap ku
"iya, tunggu ya disini jangan cape-cape."jawab suami ku dengan membelai pipiku.
__ADS_1
Tante kania dan yang lain hanya menatap lalu mereka tersenyum.
selama mereka melihat tempat ,aku hanya mendengarkan saja letak apa saja yang akan mereka renovasi.