
berkas selesai aku pun langsung kembali keruang meeting untuk meminta tanda tangan dari klien.
pembayaran pun sudah selesai dan kami pun menjabat tangan pertanda siap bekerjasama dalam waktu satu tahun kedepan.
intan memelukku dan mengucapkan terimakasih
"ayo,na.. mau makan apa? gue yang traktir."tawar intan
"apa aja lah, gue istirahat dulu ya."sahut ku lalu masuk kedalam ruangan ku
intan membereskan berkas klien-kliennya tadi.
aku melihat ponsel ku, ternyata ada banyak pesan dari suamiku.
"maaf sayang, aku baru selesai meeting karena kliennya agak alot. sebentar lagi aku makan siang dan jangan lupa kamu makan juga."isi pesan balasan untuk suami ku
aku coba menahan emosi walau isi pesan dia agak marah dengan ku tapi aku coba meredamnya
karena ketika pulang dari kantor, berharap kami tidak akan ribut.
karena aku tahu sifat dia yang belum bisa menahan emosi.
"iya sayang, aku juga meminta maaf ya. kata-kata aku agak kasar tadi,.jaga kesehatan nanti aku jemput kamu ya"isi pesan nya aku pun bernafas lega akhirnya dia ngga emosi lagi.
"ayo na, makan di ayam krispi aja yang samping showroom motor, mang Entis Sudah nunggu kita."ajak intan yang tiba-tiba ada di belakang ku
"bikin kaget aja, gue pikir siapa? sahut ku
"lah emang Lo lagi melamun ya? gue dari tadi di belakang Lo."ujar intan.
aku pun berjalan mengikuti intan begitu pun dengan yang lain, mereka akan menyusul ku.
entah kenapa dari pagi mood ku sudah rusak jadi otomatis rusak semuanya.
"na, nanti jadi Main kesini ? tanya Marni teman ku dan aku pun hanya menepuk jidat karena lupa.
"maaf Bu, ngga bisa hari ini ya? liat besok ,"isi jawaban chat ku
lalu aku menyimpan ponsel ku kedalam tas pouch ku, aku mengikuti langkah intan dan tisna.
sampai di lobby aku juga bertemu dengan fijar dia menyapaku dengan ramah dan hanya aku balas dengan senyuman saja.
"selamat sukses lagi nih, clossing terus."pujian Fijar seperti paksaan jadi aku enggan menimpali nya.
"senyum aja Buna? bisik intan
"terus gue harus teriak gitu jawab sapaan si Fijar,"jawab ku sambil berbisik.
__ADS_1
intan pun tertawa ketika aku menjawab seperti itu.
"yang hebat itu hanya pak Fijar kok, kalau saya kan Masih merangkak,"tutur ku yang membuat Fijar merasa di atas angin .
biarlah orang yang gila akan pujian seperti itu, karena jika tidak di puji dia akan bersifat angkuh terhadapku.
"kita kan waras jadi apa salahnya kita bikin dia jadi waras juga,"terang ku dan mang Entis tertawa mendengar ucapan ku.
sampailah kami di restoran siap saji ayam krispi, intan segera memesan makanan sedangkan aku menunggu sambil duduk dan membalas pesan dari klien-klien.
tidak lama kemudian yang lain juga datang,.dan bergabung di meja ku.
makanan pun sudah siap kami makan perlahan sambil bercerita tentang banyak hal terutama masalah keuangan.
"besok kita jadi kan Buna, ketemu klien di luar? tanya Meti
"jadi mett, apa abis ketemuan diluar gue harus balik kekantor lagi? tanya ku
"ngga perlu Buna,karena jauh di Bekasi jadi bisa langsung pulang aja. untuk laporan kan bisa Via email,"timpal Rita
"okelah kalau begitu."tutur ku lalu kembali memakan makanan ku.
setelah makan siang,. sengaja kita berlama-lama di restoran tersebut.
karena banyak yang perlu di bahas,.dan ponsel ku berbunyi ternyata suami ku sudah ada di parkiran kantor.
"maaf sayang kamu masih meeting ya? tanya suami ku yang menghampiri aku di lobby
"ngga sayang ,sudah selesai kok. mau naik apa tunggu disini, aku mau ambil tas dulu di ruangan kerja ku,"terang ku
"aku tunggu di mobil saja ya? jawab nya sambil mengusap bahu ku.
"baiklah, tunggu ya."aku pun bergegas masuk kedalam lift karena aku tidak mau dia sampai menunggu ku terlalu lama.
"Lo balik Buna? sapa Rita
"iya Bu Rit, udah jam 5 kan tadi kita ngga berasa ngobrol di sana nya."sahut ku sambil merapihkan tas ku
"mett, besok berkas jangan lupa ya dan gue tunggu Lo dikantor biar berangkat bareng."perintah ku
"udah rapih semua,na tinggal besok di bawa aja."ucap Meti
"oke deh, ya udah. gue balik ya semua? seru ku
"hati- hati say.."ucap mereka berbarengan.
aku turun ke lobby dan langsung bergegas ke parkiran mobil menemui suami ku.
__ADS_1
"udah sayang? tanya nya
"sudah,ayo kita pulang..agak letih hari ini."terang ku
"ya sudah, istirahatlah dan kalau sudah mau sampai nanti aku bangunkan,"ujar suami ku lalu dia menjalankan mobil dengan hati-hati.
bahkan aku merasakan tangannya menggenggam tangan ku kadang membelai wajahku.
ketika dia sedang tidak emosi aku sangat merasakan kasih sayang yang tulus dan berlebihan.
tapi ketika dia sedang marah, aku menemukan sifat emosi dia yang tidak stabil.
kadang aku merasakan takut ketika dia sedang marah tidak bisa mengendalikannya.
sebisa mungkin aku mencoba terus belajar menahan Ego serta emosi ku, karena beda umur kita terpaut sangat jauh.
kadang ingin menyerah tapi usia pernikahanku masih sangat baru yang ada aku akan dihina oleh kakak-kakak ku.
"sayang kok malah bengong?ayo turun kita makan malam dulu,"seketika lamunan ku pun buyar
"iya sayang maaf."ucapku lalu aku pun membuka pintu mobil dan turun.
tiba-tiba tangan suami ku sudah menggandeng tangan ku, aku pun tersenyum menatapnya.
"mau makan apa? sayang ."tanya ku sambil memilih menu makanan.
"aku ingin agak yang pedas sayang,boleh ? tanya nya
"ya bolehlah sayang..apa mau ramen? tawarku
"hmmm boleh lah, pilihin untuk ku ya."ucapnya
"iya ini sedang aku pilihkan," lalu aku memanggil waiters untuk memesan beberapa menu makanan karena porsi suami ku cukup banyak jika makan di luar.
"sayang terimakasih ya, maaf kalau tadi aku tiba-tiba emosi. karena aku ngga bisa lihat kamu marah."ucap suamiku
"iya, sayang gak apa-apa dan kamu juga harus paham mood ibu hamil, kadang bisa cemburu buta."ungkap ku
"hahahaha masa sih, aku senang loh. kamu cemburuan sama aku,"terangnya
tidak lama makanan datang, aku dan suami menyantapnya dan seperti biasa dia pasti akan menyuapi makanan ke mulutku.
"mau nambah? tanya ku
"cukup sayang, apa boleh kita bungkus untuk papa dan Hanum? tanya nya
"boleh, ayo aku pesankan untuk papa dan kak hanum."ajak ku
__ADS_1