Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LIII


__ADS_3

benar aku jalani hari-hari ku tanpa mau di manjakan lagi oleh suami ku, bahkan sifat aku yang dingin pun kembali lagi.


dia yang tanpa sengaja sudah membentuk karakter aku kembali.


harusnya dia bisa tanya baik-baik tanpa harus marah atau membentak ku.


"sayang kamu mau makan apa? biar aku Carikan."tanya fajar


"ngga ada ."jawab ku dingin


"ya ampun sayang kamu dingin banget sikap nya sama aku, aku paling suka kamu manja sama aku."terang fajar


aku hanya memicingkan mata ku saja lalu aku beralih lagi ke laptop ku.


"aku minta maaf sangat minta maaf dan aku mohon jangan seperti ini."pinta suami ku


aku hanya menghela nafas panjang saja lalu menatap nya


"minta maaf untuk apa ? untuk mengulang yang sama? rajin dan hoby banget marahin istri bahkan sudah jadi kebiasaan membentak."ungkap ku lalu aku berdiri keluar dari kamar hendak turun kebawah untuk membuat teh manis panas.


dia coba membantu ku tapi langsung aku menepis tangan nya .


"sebaiknya kamu kembali ke kedai saja, anggap tidak ada istri di rumah."aku pun berlalu meninggalkan dirinya masuk lagi ke kamar.


tiba-tiba dia membuka pintu dengan kasar,.menarik ku hingga aku hampir terjatuh kalau tidak di pegang kak Hanum.


"apa maksud Lo kasar sama gue? kalau lagi ngga hamil gue masih bisa terima tapi gue lagi hamil entah Lo mau akuin anak ini atau ngga? gue udah ngga peduli karena sejak hamil yang gue dapat mulut kasar dan tingkah Lo yang kasar "marah ku dengan emosi yang sudah ke ubun-ubun.


"kenapa kamu bicara seperti itu kepada suami? hah sudah aku bilang jangan bantah? bentak fajar


"pikir kan sendiri saja."ucap ku yang langsung menyambar jilbab asal saja dan pergi meninggalkannya


kak Hanum terus mengikuti ku dari belakang, aku tau dia khawatir dengan ku.


"mau kemana Na? ngga baik dalam keadaan emosi pergi? cegah kak Hanum


"mau nenangin pikiran dulu saja kak? percuma karena yang ada emosi terus. kasihan kan kak sama anak yang aku kandung kena imbas nya."ungkap ku dengan air mata yang tiba-tiba menetes di pipiku


tiba-tiba badan ku ada yang memeluk dari belakang, aku hanya diam mematung.


hanya mendengarkan dia memohon-mohon agar aku tidak pergi bahkan sampai sujud di kaki ku untuk tidak mengulangi dan coba belajar menahan emosinya.


ada keraguan dalam hati ku, karena aku masih sakit dan kadang aku merasa,

__ADS_1


apa seorang janda di nikahi oleh orang yang lebih muda selalu di perlakukan buruk.


apa salah aku yang mencoba untuk tidak merepotkan dirinya langsung sangat fatal kesalahan ku.


papa mertua dan kak hanum mengelus pundak ku untuk aku istighfar dan menahan emosi.


aku pun sangat lemas sekali dan duduk, fajar terus saja memohon bahkan mencoba memeluk ku berkali-kali.


"na , ini minum dulu? kak Hanum memberikan air putih hangat


aku meminum nya sampai habis, dan bibir ku masih saja terkunci rapat.


lalu kak Hanum mengambikan aku makanan karena dia tahu belum ada makanan masuk keperutku.


fajar mengambil alih piring tersebut dan menyuapiku tadi nya aku menolak tapi papa mertua ku memohon untuk aku makan.


makan aku sangat sedikit sekali bahkan hanya beberapa suap saja,.nasi masih tersisa banyak.


setelah terus membujuk ku, aku pun memaafkan nya walau masih ada rasa sakit di hatiku.


aku mengingat bayi yang ada dalam kandungan ku ini.


sikap ku masih diam saja dan menjawab setiap yang fajar tanya kan.


bahkan aku lebih memilih memejamkan mata ku saja, hati ku berasa lelah.


besoknya aku maksakan diri untuk masuk kerja, aku jenuh kalau sering di rumah mungkin karena kemarin habis ribut jadi butuh suasana baru.


"kamu yakin mau berangkat kerja? tanya fajar


"yakin banget, aku lagi malas dirumah "sahut ku sambil membereskan tas kerja yang akan aku bawa.


"hati-hati ya? kalau ada apa-apa langsung kasih kabar ke aku"pinta fajar


"iya aku akan kabari kamu?.jawab ku


lalu aku turun untuk sarapan , sesekali kami saling bercerita tentang kedai yang akan segera di buka.


aku hanya memberikan masukkan saja soal kedai tanpa mau ikut campur tangan.


kadang suami ku Suka bawel meminta aku memilih apa saja harus aku yang pilih.


aku belum paham soal kopi walau aku pecinta kopi dan tahu rasa kopi.

__ADS_1


"sebaiknya lihat pangsa pasar sekarang lagi booming apa nih? untuk kopi. karena kopi itu setahu aku ngga ada matinya, apa lagi di area perkantoran."ujar ku


"iya coba aja kalau sudah buka kita tanya ke mereka apa saja yang kurang atau di minati? timpal kak Hanum


"kak Hanum nanti ajak aja teman-temannya untuk datang ke kedai ? pinta ku


"tenang aja,na mereka pasti akan datang kok? seru kak Hanum


kalau gitu aku pamit berangkat kerja dahulu ya? pamit ku


"hati-hati dan jaga pola makan nya ? nasehat mertua ku


"siap pah.."sahut ku sambil mencium tangan papa mertua ku


lalu aku pamitan juga dengan kak Hanum juga.


"aku berangkat ya? nanti aku berkabar kalau sudah sampai kantor? ujar ku


"aku antar saja sampai kantor, biar aku ngga khawatir.."ungkap fajar


aku hanya mengangguk saja, kalau di tolak pasti akan ribut.


fajar pun mengantarkan ku sampai kantor, pas aku turun dari mobil dia bilang akan langsung ke kedai nanti dia akan jemput kalau aku sudah selesai.


aku hanya mencium tangan nya saja lalu keluar dari mobil.


"hati-hati jangan ngebut.."ucap ku


"iya sayang,semangat kerjanya ya? sahutnya


lalu mobilnya pun keluar dari area kantor ku,aku langsung melangkahkan kaki masuk ke lobby untuk naik lift keruang kerja ku.


antri di lift aku bertemu dengan para sahabatku, sangat ramai bahkan ada pengguna lain langsung mundur ketika melihat rombongan kita yang masuk.


"gila udah mau akhir bulan aja nih, dompet udah manggil-manggil minta di isi.."ujar Yudis


"bilang nya bokek, ngga usah pake istilah segala" timpal Rita


"kode banget sih kalau minta kasbon,"sindir aku sambil melirik ke arah Yudis


"maksud gue begitu cuma kalau to the point kan ngga enak."sahut Yudis


"ngga bisa kasbon karena bos nya lagi pelit."timpal chimet

__ADS_1


"hati-hati kalau denger bisa di Jambak rambut Lo? sahut mety


__ADS_2