
selesai berobat, aku hanya harus banyak beristirahat lebih banyak lagi karena aku sedang mengandung tiga Minggu usia kandungan ku.
kak Hanum sangat bahagia bahkan memeluk ku berkali-kali, dia pun langsung menghubungi Papa mertua ku untuk memberikan kabar bahagia ini.
aku hanya memberikan pesan singkat kalau sudah berobat dan menuju pulang kerumah.
"sayang aku sudah selesai dan mau pulang ya, kata dokter aku di minta istirahat saja. karena menurut dokter aku pusing karena wajar ibu hamil trisemester pertama akan mengalami gejala seperti ini."isi pesan ku untuk suami ku
belum ada jawaban dari suami ku, lalu ponsel aku masukkan kedalam tas.
aku memejamkan mata ku selama perjalanan pulang, kak Hanum terus saja bertanya mau makan apa.
aku hanya menjawab lewat gelengan kepala saja, lalu tidak lama aku sampai dirumah.
"na , selamat ya."ucap papa
"makasih pak."tuturku
"sudah harus banyak istirahat jangan cape-cape, vitamin dan makan yang bergizi juga jangan lupa."perintah papa
"iya pah.. makasih ya."ujar ku
"na, nanti makanan nya aku antar ke atas ya. kamu naik saja dan beristirahat."perintah kak Hanum
aku pun permisi untuk naik kekamar, ketika sedang mengganti pakaian aku mendengar suara mobil masuk ke rumah.
"apa itu fajar ya? lirih ku
ternyata benar suami ku langsung saja memelukku dan mengucapkan terimakasih bahkan mencium ku bertubi-tubi.
"sayang sudah dong, kepala ku sakit banget ini."tukas ku
"maaf saking excited nya aku mendengar kabar kehamilan kamu."seru suami ku
aku merebahkan badan ku yang agak lemas bahkan sakit kepala yang tak kunjung hilang.
"kamu mau makan apa? tanya suami ku
"kak Hanum sedang memasak untuk ku."sahut ku
"aku tidur dulu ya, sakit banget kepala ku. kamu sudah makan siang? tanya ku
"belum sayang, nanti kita makan berdua ya.. istirahatlah, nanti setelah makan siang aku kembali kekantor ya."ujar suami ku
"iya sayang."sahut ku sambil memejamkan mata ku karena sakit kepala yang sangat luar biasa.
makanan siap, aku di bangunkan oleh kak Hanum. di belakang kak Hanum ada suami ku yang siap menyuapi ku.
"apa aku bisa makan sendiri tanpa di suapi? protes ku
__ADS_1
suami ku hanya terkekeh geli mendengar ucapan ku
"biar aku yang suapi agar kamu makan lebih banyak lagi."pinta nya
"masalahnya kamu akan telat kalau terus menyuapi ku."kesal ku
"sudah ayo makan, jangan banyak protes nya."ujar suami ku sambil tertawa.
" nanti setelah makan di minum obat dan vitamin nya ya? ujar kak Hanum yang langsung melangkahkan kaki nya untuk turun ke bawah
"makasih ya kak."teriak ku
"ayo habiskan lagi makanan nya, lalu minum obat nya ya. baru deh kamu tidur,"terang suami ku
berkali-kali dia mengucapkan terimakasih kepadaku, aku hanya tersenyum.
terlihat kebahagiaan di wajah suami ku dan keluarganya, mereka sangat antusias menunggu kehadiran anggota baru di keluarga mereka.
suami ku sudah kembali kekantor nya, aku pun tertidur pulas entah jam berapa tertidur tiba-tiba aku dibangunkan oleh kakak ipar ku.
"fajar menelpon katanya gak di angkat-angkat sama kamu, na? info kakak ipar ku
"maaf kak, aku ketiduran dan kepala juga masih rasa sakit nih."ujar ku
"ya sudah istirahatlah lagi, nanti kakak kasih kabar ke fajar biar dia tidak khawatir ya."jelas kak Hanum
"mau teh manis panas,na? tawar kak Hanum sebelum dia turun
"tidak apa-apa, na."jawab kakak ipar ku
aku merebahkan kepala ku lagi agak miring, aku balik kanan balik kiri pusing nya tidak hilang juga.
si mbak datang membawakan teh manis hangat, aku langsung sekali teguk.
"mba Nina mau saya pijit kepalanya, kalau tidak keberatan..maaf tidak sopan ya"tawar si mbak
"boleh mba, gak apa-apa kok. siapa tahu bisa mengurangi sakit kepala ku."jawab ku yang bangun dan langsung duduk.
di pijat leher , pundak serta kepala rasanya badan ku enteng sekali dan mengurangi rasa sakit kepalanya.
lalu betis ku pun di pijat juga oleh si mbak, rileks dan kepala ku pun tidak begitu sakit lagi.
"makasih banyak ya mbak, sudah agak baikkan."ucap ku tulus
"kalau sakit lagi,mbak Nina tinggal panggil saya saja ya."sahutnya
setelah di pijat aku lihat jam menunjukkan pukul lima sore, aku bergegas untuk mandi karena sebentar lagi pasti suami ku akan pulang kerja.
benar saja selesai aku mandi dan berganti pakaian,fajar sudah sampai di rumah.
__ADS_1
aku mendengar dia sedang berbincang dengan papa mertuaku, banyak nasehat untuk nya untuk menjaga ku saat kehamilan.
aku mengambil ponsel dan mengirimkan hasil rumah sakit ke bos ku beserta teman-teman ku juga.
agar mereka tidak berpikiran kalau aku sakit hanya rekayasa saja, banyak ucapan selamat dan doa dari sahabat ku.
mereka juga sangat bahagia mendapatkan kabar kalau aku sedang berbadan dua.
pak bos juga memberikan selamat dan memberikan aku libur gak tanggung-tanggung dua bulan sampai masa ngidam ku berakhir katanya.
"yang ada ngidam berakhir, saya lahiran pak bos."isi balas chat ku
"manja bener makin lama itu bukan libur tapi Lo nama nya mau resign."isi balasan chat pak bos
"wkwkwkwk, lagian Bos ada-ada saja.makasih ya bos dan saya usahakan masuk kerja secepatnya."isi balasan terakhir chat ku.
aku pun menaruh ponsel ku kembali ke atas meja, lalu aku turun ke bawah untuk melihat suami ku.
sebelum sampai di bawah aku sudah di minta naik kembali, dia melarang ku untuk turun.
aku menghela nafas panjang saja, dan kembali masuk ke kamar.
"aku bosan di kamar, ingin menonton tv saja."seru ku
"iya nanti sekarang istirahat lagi jangan cape-cape dulu,"jawab suami ku yang meminta aku rebahan lagi.
"jadi kami rebahan banget nih."cebik ku
"hahahahaha tidak juga nanti kita akan kebawah, aku mandi dulu."ucap nya yang langsung masuk kekamar mandi.
aku melirik ponsel suami ku yang terus berbunyi lalu aku angkat tapi di matikan.
"sayang ponsel nya bunyi terus tuh."teriak ku
"angkat Saja, bilang saja gak usah berisik dan ganggu."jawab suami ku
aku hanya mendelikan mata ku saja,.mana bisa aku jawab seperti itu.
dan benar saja kembali berdering lagi, suami ku mengangkat nya lalu meloudspeaker panggilan tersebut.
suara manja terdengar di sana bahkan aku sangat muak mendengar wanita seperti itu.
"fajar bisa datang kesini gak? mobil ku mogok nih, cuma kamu yang bisa bantu aku. ayo dong fajar bantu ya?" suara wanita gatal
"Lo pikir gue montir mobil dan gue gak pernah berurusan dengan Lo ya? apa lagi Lo bukan satu tim sama gue, dapat dari mana nomor telpon gue? sarkas suami ku sudah emosi
"fajar gitu banget sih, gue suka perhatiin Lo kok cuma Lo nya saja yang suka cuek sama cewek disini."jawab nya lagi bahkan dia mengganti dengan panggilan video call
aku terus memperhatikan suami ku yang sudah kesal sekali.
__ADS_1
lalu di angkat suami ku dan fajar memeluk ku sangat erat bahkan mencium di depan wanita tersebut.
wanita yang ada di layar ponsel pun langsung menatap tajam bahkan baju yang sudah setengah terbuka dia rapihkan.