Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB XLIII


__ADS_3

aku pulang agak malam,.masih rada takut suami ku marah. karena baru kali ini aku pulang malam sekali.


sampai di rumah dia ternyata tidak marah bahkan hanya khawatir saja karena ini kali pertama aku tinggal dirumah mertua pulang sangat malam.


"maaf ya sayang, kelamaan tadi di luar kantornya, aku juga belikan kamu kaos nih,"aku menyodokkan kaos yang aku beli di counter h.


"makasih, sayang untuk t-shirt nya. aku suka dan lain kali jangan pulang terlalu malam ya."sahut suami ku dengan lembut.


"iya akan aku usahakan, dan sekali lagi maaf ya."ucap ku


"iya gak apa-apa, sekarang istirahat dan tidur tapi ganti baju dan bersihkan badan dulu."perintah suami ku


aku dengan cepat masuk kamar mandi guna membersihkannya diri karena aku sudah sangat mengantuk sekali.


selesai mandi aku langsung tertidur dengan pulas nya,.sampai subuh pun aku tidak terbangun saking letihnya kemarin.


"pagi sayang,"sapa suami ku


"iya, pagi juga.."jawab ku


"lelah banget ya, badan kamu juga agak panas.sebaiknya kamu istirahat saja, dan mau sarapan apa? tanya suami ku


"iya agak gak enak badan ku, apa sajalah dan maaf merepotkan masa harus kamu yang siapkan sarapan."jawab ku dengan tidak enak hati karena biasanya kalau libur aku yang akan memasak untuknya.


"gak apa-apa sayang,"ucap nya tulus


suami ku membelikan sarapan, aku bangun membersihkan kamar setelah itu aku membersihkan badan ku juga.


pas keluar dari kamar mandi terlihat suami ku sudah membawa sarapan dan segelas teh hangat kesukaan ku.


"makasih sayang,"ucap ku


"iya sayang, Ayo dimakan dulu."tutur nya sambil mengusap rambut ku


"kamu gak sarapan? tanya ku


"kamu dulu, nanti aku sarapan dibawah saja."jawab nya


"lebih baik sarapan berdua saja,kita jarang loh makan bareng."pinta ku


lalu suami ku pun bangun dari duduk nya, dia berjalan menuruni tangga untuk mengambil sarapan nya juga.


kami pun sarapan bersama, sekali-kali dia menyuapi ku makanan nya, kebiasaan dia selalu seperti itu jika makan ada aja yang akan masuk ke mulut ku.


walau di tolak tetap saja akan di paksa masuk ke mulutku.


"habis makan kamu istirahat lagi, biar badan nya segar. nanti aku temani."ucapnya sambil membereskan bekas sarapan untuk di bawa turun ke bawah.


"iya sayang nanti aku istirahat."sahutku


aku lirik ponsel ku banyak pesan masuk, tapi rasanya malas banget untuk menjawab nya.


Marni : na ,lagi apa? kapan main?


me. : belum tahu Bu,nanti kalau ada waktu


Marni : join buka kantin yu? ada tempat bagus

__ADS_1


me :dimana?


Marni : di taman ada kios kosong


me. : boleh kapan?


Marni : Lo nya kesini dulu buat cek lokasi


me : nanti dikabarin lagi ya Bu


Marni : oke bestie


aku pun mengakhiri chat aku dengan sahabat di apartemen, aku mulai berpikir untuk buka kantin lagi.


karena itu adalah area yang sangat ramai bahkan bisa 24 jam.


nanti aku bicarakan dulu dengan suami ku dahulu, Karena mulai sekarang aku mencoba terbuka tidak ada yang aku tutupi sama sekali.


"sayang aku mandi dulu ya,"seru fajar


"iya sayang."jawab ku


"kamu gak istirahat? "tanya nya


"iya ini hanya membalas pesan saja kok."ujar ku lalu menarik selimut untuk menutupi badan ku


"mau nyalakan AC karena diluar panas sekali."tawarnya


"boleh, makasih sayang."tuturku


lalu fajar pun masuk kekamar mandi, guna membersihkan badan nya.


dia memainkan ponselnya, dia selalu bermain game jika menemaniku tidur, kalau lelah dia juga ikutan tertidur.


aku sangat pulas sekali Sampai suami ku membangunkan ku untuk makan siang.


"sayang,makan dulu yu? sudah siang."fajar membangunkan ku sambil mengusap-usap kepala ku


"jam berapa sekarang? tanya ku


"sudah hampir jam 2 siang, kamu pulas sekali tidur nya."jawabnya sambil tersenyum


"maaf kamu sudah lapar ya? tanya ku merasa bersalah


"iya, ayo kita makan. kita turun saja ya? makan di meja makan."ajak nya


aku pun bangun,lalu mencuci muka dan kami sama-sama turun ke bawah menuju meja makan.


"loh, sudah sehat na. kok turun gak dibawakan saja makan siang nya."sapa mertua ku


"Bu Nina kenapa? tanya kak Hanum


"sudah baikan pah,"jawab ku ke papa mertua


"cuma kecapean saja kak."sahut ku untuk kakak ipar ku


mereka sangat perhatian sama aku, bahkan aku merasa sungkan dengan status ku yang pernah menikah dan gagal.

__ADS_1


kadang ada rasa minder dengan perbedaan usia aku dan fajar yang terlampau 7 tahun


ada rasa ingin menjauh agar fajar bisa mendapatkan wanita yang lebih baik atau bisa memberikan keturunan.


tapi dia selalu menyakinkan aku dan selalu membuat aku merasa wanita paling beruntung


"ayo lagi mikir apa? tanya kak Hanum


"gak ada kak? jawab ku sambil tersenyum.


"besok mau ikut gak? kita kesalon yu."ajak nya


"iya boleh kak."ucap ku


"fajar besok gue mau bawa bini Lo ke salon ya? gue yang bayarin kok."seru kak Hanum


"iya boleh tapi jangan lama-lama, sekalian kamu hairmask sayang. rambut kamu udah banyak yang rontok lagi."ujar suami ku


"iya sekalian mau luluran juga."jawab ku


"papa gak di ajak."tanya papa mertua


"memang papa mau ngapain? tanya kak Hanum


"maaf pah, ini salon nya khusus wanita."terang ku


"oh dikira bisa untuk laki-laki,dulu salon mama bisa tuh untuk laki-laki."ungkap papa


"iya tapi itu lumayan kan pah jauh, sedangkan fajar aja gak boleh bini nya lama-lama di salon."ungkap Hanum.


kami pun berhenti berbicara karena masakan sudah matang semua, jadi kami langsung makan siang sedangkan suami ku sudah sangat lapar sekali sehingga makan nya sangat lahap.


"nambah sayang ? ujar fajar.


"gak ini juga belum habis, makasih."jawab ku


"mau teh panas atau air putih."tawarnya


"air putih saja, biar nanti aku yang ambilkan saja."jawabku


"gak apa-apa sekalin aku mau ambil air minum juga."ucap nya


setelah makan kami berkumpul di ruang tv, ada cemilan bahkan obrolan yang membuat kami tertawa terbahak-bahak.


"na, mau kopi hazelnut? kakak punya banyak nih stok nya? tawar kak Hanum yang sama-sama penyuka kopi


"boleh kak tapi bisa di tambahkan susu lagi gak kak dan kopi jangan strong banget ya."sahut ku


"oke siap adik ku."ledek nya


"papa mau dong, tapi kopi susu saja."timpal papa mertua ku


"fajar gak usah kak, kan tahu Adik nya gak suka sama kopi."seru fajar.


"memang yang mau bikinin Lo siapa ya? cebik kak Hanum


"sama adik gitu deh, pilih kasih."cebik suami ku

__ADS_1


"hahahahaha, dasar baperan nih,"ledek kak Hanum


kopi sedang di racik oleh kak Hanum kami masih asyik menonton MotoGP, kalau sudah dengan Chanel satu itu mata kita semua akan fokus semua nya.


__ADS_2