
Hari dimana aku mulai beraktivitas lagi, aku mulai bekerja dan bertemu dengan anak-anak.
sudah hampir dua bulan aku menghindari semuanya dan hari ini dimana aku harus mulai dari nol.
"udah siap na? tanya Meti
"udah dong? ayo ."ajak ku
lalu kami berjalan berdua menuju stasiun kereta api, hanya dengan transportasi ini bisa memudahkan aku untuk sampai di kantor lebih cepat.
"apa Lo udah buka ponsel Lo lagi? tanya Meti ketika sedang berada di krl
"sudah dan banyak pesan dari fajar dan kakaknya juga."sahutku
"apa Lo ngga jawab? ujar Meti
"belum saatnya, nanti saja dan gue akan coba nanti jawab chat kakaknya dulu saja."timpal ku dengan santai karena benar ucapan sahabatku jika berdamai dengan hati pasti akan tenang menikmati hidup.
walau pun masalah terbesar ku adalah masalah rumah tangga lagi.
lebih baik kita debat dengan teman atau pun klien yang ujung-ujungnya akan membaik lagi.
tapi jika ribut dengan suami, pikiran hati bahkan bathin pun ikut tersiksa.
"bentar lagi kita turun, na.."Meti membuyarkan lamunanku
"iya, cepat juga ya!! seru ku sambil memakai kaca mata ku lagi.
"seperti nya di kantor sudah ada Yudis dan Rita deh? ujar Meti
"loh dia pindah juga di cabang? tanya ku sambil mengikuti langkah Meti keluar dari stasiun.
"mungkin, coba aja kita dengar jawaban mereka berdua."sahut Meti
tidak lama kami pun sampai juga di kantor cabang yang baru, letaknya tidak jauh dari stasiun jadi memudahkan aku jika harus pulang ke area Bekasi.
"pagi mba Meti."sapa resepsionis
"pagi regina..oh iya kenalkan ini Bu Nina yang akan pegang kantor cabang kami."terang Meti
"pagi Bu Nina, saya dengan regina salam kenal."sapa regina
"pagi juga ."sahut ku sambil tersenyum lalu kami langsung naik ke lantai 2 menuju ruangan ku.
"untuk meeting kita di mana? tanya ku
__ADS_1
"ada ruang meeting di lantai satu sama dekat lift pas belakang meja resepsionis."terang Meti
"hai pagi semua..eh ada anak baru ya? ledek Yudis
"idiih pagi-pagi udah nagih sarapan aja di kantor orang."cebik Meti
"apa Lo bilang dutt, gue sekarang satu kantor sama Lo berdua lagi!! puas Lo .. hahahahaha."Yudis tertawa bahagia.
"apa ngga ada yang lain bang, selain Lo? cebik Meti
"sayang nya ngga ada lagi tuh,dutt.. eh gue mau pesan kopi dan Lo pasti berdua ngga akan nolak kan? ujar yudis
"sekalian sama cemilan nya bang."timpal ku yang langsung menggeser badan Yudis agar aku bisa melangkah masuk kedalam ruangan.
"dasar pea Lo, na. main geser aja bagus ini kaca jadi ngga begitu sakit kepentok nya jidat gue."kesal Yudis
"upss maaf, abis Lo kelamaan berdirinya dan kaki gue udah pegel linu."sahut ku santai
lalu aku beralih ke Rita sambil duduk di meja yang masih kosong.
"ta, sibuk amat? sapa ku
"lagi pindahin data nih, biar kalian bisa langsung kerja."sahut Rita yang masih menatap layar laptop.
lalu Rita menatap wajahku dan menarik telinga ku
"kita harus cepat target Buna yang bawel."gemes nya Rita sampai mau mengigit pipi ku
"sakit tau, iya udah cepet Lo kerjain tinggal gue deh yang eksekusi."perintah ku
"nanti jam dua siang ada klien dan mudah-mudahan kita bisa clossing."info Rita sambil mengerjakan pekerjaannya.
"siap Bu Rita, aku akan kerjakan."sahutku lalu merapihkan meja ku dan menyiapkan semua laporan dan berkas-berkas klien-klien ku yang lama.
sedangkan Meti mulai sibuk dengan kerjaan nya juga, tidak lama Yudis datang membawakan empat cup kopi panas dan cemilan nya.
dia menyimpan di meja kami satu persatu sambil memperhatikan wajah kami yang sedikit sibuk.
"pada serius banget!! ujar ya
"nanti ada klien bang, jadi kalau bisa kerjaan sudah selesai sebelum makan siang."timpal Rita
"kita mudah-mudahan bisa target ya!! seru Yudis
"Bismillahirrahmanirrahim."ucap ku
__ADS_1
"semoga kita berempat bisa nunjukin ke mereka dalam satu Minggu ini bisa menyelesaikan kerjaan dengan baik."ujar Meti
lalu Kami berempat sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan jam makan siang pun sudah hampir tiba.
kami memilih mencari nasi Padang karena lebih cepat dan ngga harus nunggu lama.
di depan kantor ada kedai kopi yang menyediakan paket nasi Padang yang sangat murah.
bahkan ada berbagai macam teman kopi juga, kami memesan makan siang dulu untuk makan di tempat berempat.
setelah makanan tiba, kami memakan nya sangat lahap sekali bahkan Yudis sampai nambah dua kali.
aku juga memesan singkong plus sambel dan cireng juga es kopi untuk bertiga karena Yudis pasti minta kopi hitam panas.
"udah lama banget ya kita ngga begini" seru Meti
"jadi kangen sama intan dan chimet."timpal ku
"dia juga ingin nya sih gabung disini hanya saja pak bos bilang lihat sampai bulan depan kalau memang di sini sudah kerepotan sama pekerjaan baru perbantuan dari pusat."ujar Rita
"gue bilang sih hanya alasan si bos aja biar yang lain ngga iri hati."sahut Meti.
"nah itu tahu Lo dutt,"timpal yudis
setelah cemilan datang kami mulai memakan sambil minum kopi karena agak santai kerjaan sudah selesai hanya tinggal tunggu meeting dengan klien saja.
jam dua kami kembali kekantor dan masing-masing sholat Dzuhur.
setelah sholat aku memeriksa ponsel ku dan ternyata banyak panggilan dari fajar.
aku masih mengabaikan nya dan aku coba membalas pesan dari kakak nya saja.
"assalamualaikum kak, maaf nina baru respon chat nya? sapa ku
"waalaikum salam Nina sayang, ya ampun kakak sama papa sampai khawatir banget loh. kamu sehatkan na? tanya kak Hanum
"alhamdulilah sudah sehat kak dan salam saja untuk papa ya kak!! jawab ku
"na, masih belum mau ya untuk pulang? apa masih sakit hati banget ya na? kakak bisa merasakan itu semua dan si perempuan itu datang kerumah dengan keluarganya karena fajar melaporkan ke pihak berwajib sesuai perintah mu."ungkap kak Hanum
"biarkan Nina berdamai dengan hati Nina dulu ya kak!! jika waktunya pulang pasti Nina akan pulang kak"sahut ku sambil memberikan emoticon tersenyum dan kiss
setelah mengakhiri percakapan lewat chat dengan kakak ipar ku, agak sedikit lega dalam hati ku
tinggal aku menghadapi fajar suami ku, apa aku akan bertahan atau akan mundur hanya waktu yang menentukan nanti.
__ADS_1