
breifing pagi kali ini hanya sebentar karena tidak ada masalah atau komplainan.
jadi otomatis kita langsung melanjutkan ngopi seperti biasanya, yang akan naik-naik lagi sekitar jam sebelas karena kerjaan sudah di kerjakan pas tadi sampai di kantor.
"gue pusing deh Buna.."keluh Rita
"banyak banget pengeluaran gue bulan ini..banyak yang harus di bayar.."
aku hanya mendengarkan nya saja belum menjawab solusi terbaik nya.
"kontrakan rumah harus di bayarkan dua rumah sekaligus, nyokap di ajak pindah kerumah yang gue cicil belum mau.."
"coba bicara baik-baik dulu kasih penjelasan yang sedetail mungkin,masalah nya pas pandemic begini pendapatan kita merosot banget. pasti nyokap Lo ngerti kok.."
"soal mertua Lo,gimana? apa mau ngerti.."ucap ku
"mertua mau ngerti karena mungkin biaya hidup mereka gue sama suami yang tanggung jadi dia ikut aja, malahan dari bulan lalu ngajak pindah rumah.."jawab Rita nampak gusar di mata nya.
"dari pada bayar kontrakan rumah sampe puluhan juta, iya mending tempatin rumah aja.."ucap ku
"coba nanti gue ngomong lagi sama nyokap gue.."lirih Rita
"woii pada diam aja,lagi masalah rumah tangga ya.."jahil Yudis yang memasukan minuman Rita dengan lontong
"eh gak sengaja tapi emang sengaja..hehehee. lagian muka gak usah serius banget,, karena asli nya udah tegang muka Lo buRit..ledek Yudis
"sialan Lo gudig..enyah dari Kita.."usir Rita
aku hanya menanggapi dengan tawa saja, sampai akhirnya Yudis duduk di depan kita berdua.memperhatikan raut wajah kita berdua.
"kalau soal masalah duit, bisa gak gue ikutan bantu mikir. terus kalau Lo dapat duitnya,bagi tiga ya.."dengan muka serius Yudis mengatakan seperti itu.
otomatis Rita makin geram dan kesal banget.
"hahhahahaaha dasar Lo bang, kalau gila pergi sana.."usir ku
"jangan lupa kalau apply pinjol bagi tiga ya.."bisik ku di telinga Yudis sambil tertawa terbahak-bahak.
"sialan Lo buNa.."ujar Yudis lalu pindah tempat duduk ke meja chimet.
"kakak..seru chimet.."gue ada klien nih..Ayo dampingin gue.."pinta chimet
"gue atau Rita.."sambil menunjuk ke diri ku dan Rita.
"Buna aja deh.."sahut chimet
"ya udah jam berapa, gue siapin kwitansi dan formulir nya dulu..ayo kita naik udah jam sebelas.."ajak Rita
"udah gue bayar semua nya.."teriak Yudis
__ADS_1
"pake apa Lo bayar nya.."timpal Mety
"pake nulis di buku dan nanti akhir bulan bentuk duitnya.."sahut Yudis asal bicara
membuat yang ada di warkop bangde tertawa mendengar jawaban Yudis.
"dasar gila..umpat intan yang ikutan berdiri juga untuk balik keruangan kerja kita.
"udah kek gak tau jenis makhluk astral aja.."timpal Mety
"makhluk astral kayak gue terlalu ganteng banget malah kebangetan.."sahut Yudis
"iya kebangetan gila nya.."sela ku
"eh naik gak Lo, jangan Sampe gue sambit pake sepatu gue.."ancam chimet
kami pun berenam naik ke atas, sudah jam sebelas dan nanti turun lagi jam tiga sore sekalian makan siang.
orang yang melihat kita sepertinya enak saja padalah kerjaan kita menguras otak dan tanggung jawab yang tinggi.
aku menemani chimet bertemu klien nya di ruang meeting, aku coba presentasi sebaik mungkin sehingga klien tersebut tertarik dan mau di backup oleh chimet.
aku masuk keruangan Rita untuk minta di buatkan kwitansi pembayaran, sedangkan chimet sedang membantu si klien mengisi data.
"clossing buNa,,berapa? tanya si bos yang ternyata sudah datang
"si bos langsung teriak,, ya ampun gue kasih duit Lo buNa, gue sawer tenang aja.."girang nya si bos
"dasar mata duitan.."seru ku sambil keluar ruangan dan masuk keruang meeting lagi
selesai klien chimet, perut ku berasa lapar.
"Ya ampun lupa kasih kabar ke fajar.."gumam ku
"sayang maaf baru selesai meeting,, aku baru mau makan siang,kamu sudah makan belum? biar aku pesankan ke Dimas ya.."isi pesan ku untuk fajar
"sudah sayang tadi sudah di antar makan siang sama Sri..kamu lanjut kerja saja. biar pulang cepat ya? balasan pesan suami ku.
tok..tok..
"buNaa....teriak chimet yang memeluk ku dengan erat
"makasih kesayangan apuuuh.."Rita memeluk aku juga
"apaan sih..Sakit tahu.."aku menyingkirkan pelukan mereka berdua.
chimet pun duduk sambil membayangkan sesuatu
"akhirnya si Jack bisa grooming juga.."lirihnya
__ADS_1
aku dan Rita menepuk jidat saking shock nya itu kucing yang lagi dia pikirin ternyata.
"makan yu,. mau makan dimana? tanya sibos yang ikut duduk juga di depan meja kerja ku
"gak usah jauh-jauh, makanan yang ada sambel nya aja udah enak.."sahut ku
"iya apa lagi ada tempe nya.."timpal Mety yang melirik ke arah Rita
auto tertawa terbahak-bahak dong si Yudis lelaki mulut lemes
"tempe terooos pantes badan Lo gak gemuk-gemuk kek irisan tempe.."ledek Yudis yang di pukul oleh Rita.
kami keluar dari ruangan bertujuh, Dolly mau ikut juga.
pas baru mau keluar, Lia dan Reza menghampiri ku
Buna nanti sore ada klien nya Reza, bisa gak minta di dampingi juga.."tanya Lia yang di anggukan oleh Reza
"leader kamu siapa? tanya ku balik
"bang Marsel.."ucap Reza
"info dulu ke bang Marsel ya..karena itu tugas Marsel, biar gak salah paham.."terang ku dengan lembut,ingin maksud menolak membantu karena itu bukan tugas ku. takut di bilang semua kerjaan aku yang ambil.
Lia dan Reza pun paham dan undur diri untuk balik ke meja kerja nya.
aku dan rekan lainnya melanjutkan untuk keluar makan siang walau jam tiga sore.
"kenapa Lo gak ambil Buna? tanya si bos
"itu bukan tugas Buna pak bos.."sahut Rita
"kecuali manajemen yang ada klien baru kita-kita turun untuk dampingin,, sedangkan marketing kan ada leader nya.."terang bang Fijar dia atasan ku di kantor setelah Rita.
"ya udah gue kan nanya doang,,kenapa Lo pada nyolot sama gue.."oceh si bos
"idih darah nya tinggi.."ucap ku
"gak tinggi cuma lapar tau ..Lo punya jam makan siang aneh semua.."timpal bos ku
"eh wance lapar galak entar kenyang bego.."sahut baba
yang otomatis kita di dalam lift ngakak abis.
kita masuk ke dalam mobil si bos dan mobil Fijar, ketempat biasa ya? tanya Fijar
"iyaaaaa.."teriak baba
bawel deh si Fijar Nanya Mulu udah kayak karyawan nyasar.."ujar ku
__ADS_1