
untuk sementara waktu ini aku memulihkan badan ku dulu di rumah Meti.
nampak sepi karena Meti hanya tinggal bertiga dengan anak-anaknya saja.
aku mulai menghapus rasa bosanku dengan membaca novel online,itu bisa berjam-jam.
ketika aku di kecewakan dan terasa sakit dihatiku, entahlah apa aku masih bisa menerima dia lagi atau aku tidak akan peduli lagi.
"aku mencoba mengaktifkan ponsel ku lagi, begitu banyak pesan dari fajar dan kakaknya.
semua tidak ada yang ingin aku baca karena luka ini sangat sakit sekali.
"pikirkan dulu sebelum menyakiti hatiku, dipikir seorang istri tidak akan tahu."gumam ku
aku membaca pesan group kantor yang kata-katanya sangat konyol sekali tapi menghiburku.
"lebih baik aku matikan lagi aja lah..pikiran ku butuh tenang juga kan. memang dia aja yang bisa menyakiti hatiku tapi lihat kau juga merasakan sakit."lirih ku
diam nya aku bukan berarti aku mau di injak-injak olehnya, mengalah ya aku sudah sampai di titik telah habis rasa sabar ku ini.
ketika dia marah aku selalu di hina bahkan seperti tidak ada harga dirinya.
sekarang tinggal ikuti saja alur ceritanya, apa aku bisa bertahan atau tidak akan sama sekali.
aku tidak akan mengemis apa lagi di perlakukan tidak adil dan selama menikah aku tidak pernah menuntut apa pun.
rasa sesal lebih besar dari pada rasa cintaku sekarang.
hatiku cuma ada Makian untuknya, walaupun aku susah tapi wanita mana yang mau diperlakukan seperti itu
sore harinya Meti sudah pulang kerja, tapi dia tidak sendiri terlihat ada Yudis,chimet dan intan.
ramai sekali ketika mereka masuk keruangan tamu.
"wah mana yang mau di jenguk? jangan sampai ini makanan kita makan sendiri nih."ledek Yudis
aku hanya melipat kedua tangan ku di dada memperhatikan kelakuan Yudis.
"sehat,na.."intan memeluk ku
"Alhamdulillah udah baikkan kok."sahutku sambil tersenyum
__ADS_1
"ini ada kue kesukaan Lo na? ayo di makan dan sebentar dibuatin teh hangat."ujar chimet aku pun mengambil sepotong kue tersebut.
lalu aku memakan beberapa potong sambil membahas masalah kantor tanpa terasa hari semakin malam dan Meti sudah selesai memasak.
"ayo kita makan malam dulu."ajak meti yang dengan ciri khas masakannya serba pedas.
"yang buat Lo udah gue pisahkan, na. ngga pedas kok!? seru Meti
"makasih dan maaf merepotkan terus,"ucap ku
"Lo mau gimana kedepannya na? tanya Yudis
"gue ngga tahu bang, bingung.. gue mau di apartemen dulu lah,gue kerja wfh dulu aja bang."jawab ku
"memang kalo masuk kantor kenapa? tanya intan
"gue belum mau bertemu dengan manusia itu,Tan."jawab ku sambil memakan sayur bayam buatan Meti.
setelah makan aku sedikit berpikir karena bagaimanapun juga aku harus menerima kenyataan ini.
tidak mungkin aku akan lari terus menerus dan kalau memang sudah tidak berjodoh aku bisa apa.
"yakin na mau berpisah juga.apa Lo ngga mau dengar dulu penjelasan nya? tanya chimet
teman-teman ku pun terdiam dan tidak berani berkata apa-apa lagi.
aku pun mencoba berdamai dengan hatiku tapi sepertinya masih terasa sakitnya.
"semoga gue bisa ya Nerima semua ini, doain apa pun jalan yang Allah berikan untuk gue mungkin itu jalan yang terbaik."ucap ku dan teman-teman ku pun memahaminya.
karena tidak semua orang bisa menjalani nya.
akhirnya kami pun membahas yang lain karena aku merasa tidak nyaman jika membahas masalah rumah tangga ku.
"na, besok lo gue bawain data ya biar lo bisa sambil kerja dirumah"seru yudis
"titip ke meti aja bang,"jawabku
"ngga usah besok gue sama rita yang kesini. Biar lo ngga jenuh aja,"terang yudis
"bilang aja bang kalau lo males urusan sama fijar."cebik ku
__ADS_1
"hahahaha kadang suka bener lo."tawa yudis lalu mereka pun berpamitan dan meti pun mengajak aku untuk istirahat.
"na, besok tuh ngga pada masuk kantor. Termasuk si bos jadi pada kumpul disini semua."terang meti
"kenapa sih? Apa ada masalah sama kantor? Atau ada masalah soal data?komplainan klien ya?tanya ku
Meti menghentikan langkah kaki nya lalu menatap mata ku tajam.tidak lama tangan nya pun menjitak kepala ku dan aku hanya tertawa saja.
"bisa ngga kalau nanya satu persatu,udah kayak petugas dan fijar bukan nya handle malah alihin ke marketing. Parahnya lagi masa dia bilang bagian penghandlean klien sedang cuti melahirkan,berarti kan lo itu,na!! Ungkap meti sambil tertawa ngakak.
"sialan kenapa jadi gue dijadiin tumbal sama dia. Harusnya hadapi dong jangan pada mau enak nya aja."terang ku
"rencana nya si bos mau buka cabang di jakarta pusat, mungkin lo yang akan pegang. Na..makanya besok mau dibahas masalah itu karena kalau lo pegang di pusat otomatis semua pada ingin pindah juga."ungkap meti
Aku dan meti pun terdiam tidak lama kami tertawa ngakak dan sampai bekas jahitan ku terasa perih lagi.
"sudah tidur, nanti muka kita jadi jelek kalau kurang tidur.'ajak meti. Dan tidak lama sudah ada suara dengkuran yang sangat keras sekali.
"dasar gendut, udah tidur aja."gumam ku dan aku pun ikut tertidur pulas juga.
bangun tidur kali ini agak kesiangan karena kita tidur udah kemalaman.
meti pergi kepasar untuk menyiapkan nasi timebl dan lauk lainnya.
"mett kenapa ngga ayam aja kan simple?tanya ku ketika meti sudah pulang dari pasar.
"ayam terus bosen na, sekali-kali daging kek. Hahahahaha'jawab meti
"ini sih ikan meti bukan daging,"cebik ku
'iya kita bikin ikan bakar aja sama tahu tempe, jengkol dan pete itu semua sesuai pesanan aja." ujar meti yang memulai memasak dan aku membantunya karena aku senang sekali masak.
"bisa ngga lo duduk aja, lo belum boleh turun kedapur na." seru meti
"ngga apa-apa lah mett, kan cuma bantu aja sih."jawab ku
"famali na, ngga boleh kalau belum 40 hari jadi duduk aja. Lagi cuma masak begini sih simple na."jelas meti
"terus gue ngapain mett? Kan gue bosen."rengek ku
"telpon rita suruh bawa kue sama buah dan es, dan itu semua yudis yang mau beli katanya."ujar meti
__ADS_1
"hahahahaaha tumben bocah itu mau beli.'sahutku
aku pun masuk kedalam mengambil ponsel meti karena aku malas membuka ponsel ku sendiri.