
Hari-hari yang aku jalani berasa cepat berlalu ada saja masalah yang datang silih berganti, bahkan aku merasa lelah dan mencoba menghindari semua itu.
tapi ada saja yang membuat kita bertengkar, kadang setiap Jumat kita sudah wanti-wanti banget kalau setiap Sabtu pasti ada aja yang membuat kita ribut.
seperti Sabtu ini aku sudah menahan emosi yang kadang naik turun dan membuat aku selalu dalam hati bersumpah serapah.
"kamu kenapa sih? selalu aja emosi bikin pusing,"kesal ku
"ya kamu yang kenapa? bisa ngga sedikit saja menghargai aku? seru nya
"aku kurang menghargai yang bagaimana ya? tanya ku
"bisa ngga tidak usah membantah kalau suami sedang bicara? bentak nya
aku langsung diam, ada rasa sesak di dadaku. tapi langsung aku bawa tidur karena jika terus menimpalinya yang ada tidak akan ada selesainya.
aku pun tertidur sangat pulas sekali bahkan aku melewati makan malam.
walau diam tapi air mata tetap akan menetes, wanita hati nya sangat rapuh sekuat apa pun pasti akan mengeluarkan airmata.
"bangun, ayo makan."fajar membangunkan ku agak kasar
aku hanya mengucek mata saja, lalu mengambil makanan yang dia bawa.
aku memakan tanpa di kunyah kalau tidak mikir untuk bayi ku lebih baik aku ngga makan.
setelah di selesai makan, aku simpan bekas piring di atas meja aku meminum teh buatannya.
lalu aku kembali merebahkan badan ku di atas kasur, dan menarik selimut sampai menutupi Kepala juga.
aku kembali memejamkan mata ku, dan berusaha tidak mendengar fajar masuk.
kami tidur dalam diam, aku hanya melirik saja.
aku lihat dia gelisah tidak bisa tidur, aku diam saja tidak bergerak sama sekali.
pagi nya aku bangun telat bahkan sudah siang, aku duduk di pinggir kasur.
suara pintu terbuka aku lihat fajar membawa segelas teh panas.
aku pun berdiri untuk membersihkan diri, setelah masuk kekamar mandi aku berlama-lama di dalam.
sampai akhirnya aku pun keluar juga dari kamar mandi, dan mengganti pakaian ku.
"sampai kapan kamu akan diam seperti ini? tiba-tiba dia bertanya
"diam? aku ngga diam kok, kan kata kamu ngga usah membantah cukup diam dan dengarkan. sekarang aku sudah ikuti yang kamu mau? terang ku sambil memilih baju
__ADS_1
lalu dia berdiri mendekati ku dan memeluk ku
"maafin aku ya? ucap nya
aku hanya diam saja, karena aku tahu dia selalu seperti ini akhirnya.
"lekaslah pakai baju mu, nanti kita cari sarapan?"dia mencium kening ku dan menunggu ku dengan duduk di sofa kamar
aku memakai baju dengan santai bahkan sambil bernyanyi
lebih baik membuat diri bahagia dari pada menahan kesal.
setelah itu aku mengikuti suami ku turun ke bawah
"gimana sudah ngga mual lagi, na? tanya papa mertua ku
"masih pah, cuma di bawa senang aja. apa lagi kalau ada yang lupa istrinya lagi hamil, terus dibentak."sindir ku tanpa melihat wajah suami ku
"kalau istri sedang hamil sebaiknya jangan di buat kesal apa lagi sampai di bentak."ujar kak Hanum
"mungkin lupa, "timpal ku dengan santai
"na, kemarin kan mau makan ketan hitam? ini tadi papa habis jogging melihat ada yang jual jadi papa belikan buatmu? terang papa mertua
aku pun langsung mengambil ketan hitam tersebut dan menuangnya dalam mangkok, air liur ku sudah menetes melihat bubur tersebut.
"apa kamu mau sarapan itu saja."seru suami ku
"makanlah, biar aku sarapan nasi goreng saja."ujar suami ku
"terimakasih."ucap ku
langsung aku lahap bubur tersebut sampai tak bersisa, baru kali ini aku merasa kenyang sekali dan tidak mual.
selesai makan aku hanya menonton tv, kadang kebanyakan duduk juga membuat aku kurang nyaman.
aku pun berdiri dan berjalan keluar untuk duduk di teras.
"apa kamu mau ikut ke kedai? tanya suami ku
"ngga aku pilih di rumah saja,aku ngga mau merepotkan kamu."jawab ku
"masih marah sama aku? tanya nya lagi
"ngga hanya ingin dirumah saja."sahutku
"ya sudah nanti kalau sudah selesai aku akan pulang cepat."terang nya
__ADS_1
aku hanya menjawab dengan dengan anggukan kepala saja.
rasa nya masih malas banget berbicara dengan suami ku.
apa semua wanita seperti ini , selalu membekas jika ada kata yang tidak berkenan di hati ku.
tiba-tiba ada pesan masuk dari teman lama ku
mereka mengajak ketemuan, aku hanya membaca saja malas untuk menimpali nya.
karena aku yakin meminta ijin seperti apa pun suami ku tidak akan mengijinkan.
"jenuh juga ya? lirih ku sambil berdiri di atas balkon
tiba-tiba aku ingin banget minum es kelapa tapi tanpa gila
aku mau chat suami tapi Takut ganggu, aku turun kebawah ternyata sepi tidak ada orang.
aku pun kembali naik ke atas guna mengganti bajuku
"aku jalan saja ke depan? gumamku
aku pun kembali turun dan berjalan keluar rumah. aku melangkah kan kaki menuju jalan raya karena di pinggiran jalan itu ada penjual es kelapa.
ketika sedang menyeberang aku tidak tahu kalau yang melintas adalah mobil suami ku.
aku pun tidak mengirimkan pesan karena aku pikir hanya di depan saja.
ketika sampai di rumah, suami ku marah besar karena aku pergi tanpa memberikan kabar
aku sudah jelaskan panjang lebar dia semakin marah,aku yang tadi nya sudah ngiler sama es kelapa terpaksa aku buang ke tempat sampah.
air mata ku mengalir deras bahkan sakit rasanya ketika penjelasan yang masuk akal di bilang terlalu banyak drama.
"ingat jangan buat alasan ngidam membuat kamu lupa memberi kabar ke suami mu? ucap nya
aku hanya diam seribu bahasa hanya ada sesak di dada saja.
bahkan semua yang aku inginkan menguap begitu saja, jalan satu-satunya aku lebih baik tidur.
aku dengar dari atas kak Hanum marah dengan adik nya karena melihat ada kelapa yang masih utuh di tempat sampah.
lalu kak Hanum masuk kekamar ku membawa es kelapa di gelas.
aku hanya menggelengkan kepala saja, tapi air mata terus menetes tanpa henti.
"maaf ya na, tadi Kakak ngga dengar kamu ingin ke depan."ujar nya sambil memeluk aku
__ADS_1
"ngga apa kak, aku yang salah harusnya aku ngga usah banyak ke inginan karena semua hanya drama. jadi biarkan anak ini terbiasa jika sudah di luar kalau tidak perlu terlalu banyak permintaan."ungkap ku
aku sudah bulat tidak akan bermanja bahkan merengek minta ini itu. ketika hatiku sudah tergores aku lebih banyak diam dan tidak akan perduli lagi.