Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LXXVI


__ADS_3

aku belum mau menjawab pesan dari fajar karena aku mau tenang dan benar-benar jika aku kembali aku sudah siap dengan Semuanya.


"kita jadi kan berangkat lusa ke Ancol? Icha membuyarkan lamunanku.


"iya jadilah, kalau ngga jadi yang ada anak-anak bisa protes."sahut ku.


"oke kalau gitu untuk makanan biar Icha yang belanja."ucap icha


"iya atur saja dan yang mau ikut siapa saja? tanya ku.


"ya biasalah tim hore."jawab Icha


"ya sudahlah."aku kembali mengecek semua pekerjaan ku


selesai mengerjakan pekerjaan ku aku langsung mengirim via email.


aku pun berkomunikasi dengan meti dan Rita untuk masalah client.


kadang Meti meminta ku juga untuk memfollow up client dari rumah.


liburan kali ini benar-benar membuat otak ku tenang dan rasa kangen yang sudah terobati.


"Lo masih lama di rumah nyokap Lo na?tanya Rita dari pesan singkat nya.


"seperti nya dan gue lagi nyaman di sini."jawab ku


"tenangin diri Lo na!! setenang mungkin."ujar Rita


"banget dan gue bahagia saat ini dan ngga perlu berpikir hati orang yang tidak pernah berpikir tentang perasaan gue."terang ku


"na, kita wanita bisa apa? tapi jika terus saja masalah yang sama kita juga bingung salahnya di mana!!ujar Rita


"itu dia gue bingung dan gue juga merasa ngga ada harga nya di mata dia."jawab ku


dan percakapan lewat pesan singkat pun aku akhiri karena anak ku mengajak membeli ice cream.

__ADS_1


aku memenuhi semua yang anak-anak minta karena mengganti waktu untuk mereka selama dua tahun hampir tidak ada komunikasi.


ada rasa takut aku lihat di wajah mamihku, mungkin takut akan ada perceraian lagi.


tapi aku merasa sudah tidak takut karena lelah bathin yang aku rasakan ketika selalu di salahkan.


setiap ribut pun selalu keluar kata-kata kasar bahkan perlakuan kasar.


mengusir ku bahkan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.


aku rekam semua dalam otak ku bahkan bentakan serta makian di tempat umum pun masih terus terrekam baik di dalam memori otak ku.


"apa serendah ini harga diri ku di mata suami ku? lirih ku


beda dengan awal kita baru berkenalan bahkan dia meyakinkan diri ini agar aku percaya dengan nya.


tapi setelah pulang dan tinggal di rumah papa mertua baru aku tahu tabiat aslinya.


bersujud di kaki nya pun sudah aku lakukan dan aku melakukan itu karena aku ingin semua baik-baik saja.


perbedaan nya sangat jauh, dulu selalu menggandeng tangan ku dan membawakan barang jika aku kerepotan.


tapi sekarang jangan kan memegang tangan kita jalan saling berjauhan membuat jarak.


kadang dia sering mempermalukan aku di depan umum, ada rasa sakit di hati ku.


apa karena aku tua dan dia malu mempunyai istri yang lebih tua dari nya.


aku sudah meminta nya untuk berpisah tapi dia memohon untuk kembali aku pulang.


sekarang aku mulai merasa kan lagi seperti itu bahkan mulai terasa ruang gerak ku di batasi lagi.


kata-kata kasar juga mulai di tunjukan lagi, apa harus hidup dengan seorang pria yang begitu keras hati nya.


ingin mengadu tapi aku malu karena ini pilihan ku sendiri bahkan mamih ku sudah mengingatkan aku waktu itu.

__ADS_1


kasar yang aku rasakan dan membuat aku enggan untuk pulang menemui nya lagi.


bahkan aku pun mulai mencari tempat tinggal untuk diriku sendiri lagi.


"apa Masih betah dan ngga mau pulang? aku masih nunggu kamu sampai kamu benar-benar ingin pulang."isi pesan fajar.


"apa masih marah dan ngga mau maafin aku sayang?


"jawab ya pesan ku jika kau mau pulang akan aku jemput dan aku masih sangat sayang dengan mu."


semua pesan hanya aku baca tanpa ingin menjawab nya.


kemari - kemarin kata-kata itu selalu membuat aku luluh tapi entah kenapa saat ini aku malah muak membaca nya.


apa rasa ini sudah mati dan sudah mulai menemukan jawaban dan aku sudah tidak ingin menangisi lagi.


"apa ini akhir dari perjalanan pernikahan ku lagi dan lagi."


"mungkin takdir menginginkan aku hidup sendiri dan hanya ada anak-anak ku saja."


ketika berhari-hari meninggalkan fajar tanpa aku jawab pesan serta telpon nya, aku merasa hidup ku bebas tanpa ada rasa takut atau apa pun.


bahkan aku merasa lebih tenang tanpa ada rasa takut untuk melakukan apa pun.


karna semua yang aku lakukan di mata fajar pasti salah dan tidak pernah ada baik nya.


semoga keputusan aku sudah benar dan bisa hidup dengan lebih baik lagi.


yang aku perjuangkan bahkan selalu aku banggakan di depan orang banyak itu hanya sebuah pembelaan semata.


Agar fajar selalu menjadi yang terbaik tapi sekarang aku ingin hidup apa adanya dan hanya anak-anak Yang akan aku perjuangkan saat ini.


...*ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


TAMAT*


__ADS_2