
sejak hari itu aku mematuhi semua yang di sarankan suami ku karena untuk kebaikan ku juga, ternyata ucapan yang dia berikan ke aku semua benar ada nya.
bukan melarangku untuk berteman tapi dia tahu teman seperti apa yang mendekati ku.
aku lebih menyibukkan dengan kerjaan kantor ku saja, lebih fokus lagi karena anak-anak ku sangat butuh biaya yang tidak sedikit.
pagi ini aku sudah sibuk dengan pekerjaan ku, banyak formulir yang harus aku isi. bahkan saking sibuknya aku lupa untuk makan siang.
"gue panggil-panggil dari tadi ini orang gak nyaut-nyaut.."ujar Rita
"sorry lagi banyak banget pengajuan, bentar lagi selesai kok.."jawabku yang masih fokus dengan mengisi formulir dan melampirkan dokumen.
"ya udah sini gue bantuin biar Lo cepat kelar.."ucap Rita yang mengambil beberapa file dari meja ku.
"lah jadi sok sibuk berdua.."seru Yudis
"bentar lagi bang,, kan data nya Lo mau bawa kan? tanpa melihat wajah nya aku hanya cukup menjawab saja
"iya nanti gue Jalan jam duaan ya.."info Yudis
"iya ini tinggal 5 file lagi yang belum, itu udah di bantu Rita kok.."sahut ku
ternyata yang aku ajak bicara sudah gak ada di ruangan ku
"emang dasar jalangkung.."gerutu ku saking kesal
"udah nih, BuNa.."Rita menyerahkan file yang sudah dia isi
"bentar gue telpon Yudis biar dia berangkat sekarang aja, kalau dia lama-lama di kantor, bukan apa-apa. darah gue yang rendah jadi tiba-tiba darah tinggi bahkan bisa stroke dadakan gue nya.."terang ku yang membuat Rita tertawa geli.
"apaan sih , manggil-manggil Mulu.."tiba-tiba Yudis masuk
"eh bang,ini udahan rapih cepetan deh Lo bawa biar selesai cepet.."sahut ku
"iih entar aja jam dua.."sambil duduk dia meminum kopi Rita sampai tandas
"dasar gudig,beneran bukan Buna yang darah tinggi tapi gue yang darah tinggi, liat Lo.."kesal Rita sambil berkacak pinggang
"tinggal panggil mang Entis aja, kek Lo yang bikin aja itu kopi.."gerutu Yudis lalu memasukan file-file klien ku ke dalam tas nya.
__ADS_1
yudis mengadahkan tangan nya ke arah ku, aku hanya menajam kan mata ku
"duit, duit, emang mau jalan gak pake duit apa? motor gue juga butuh bensin, beli bensi ya pake duit.."tegas nya
"bisa gila Lo bang tadi udah gue kasih ongkos buat Lo,,"seru Rita
"yang mana ya.."Yudis pura-pura lupa
Rita menarik tangan ku, agar menjauhi Yudis.
"lama-lama kita yang stroke Buna.."seru Rita yang membuat aku tertawa geli
"Lo bayangin aja tiap menit dia ada diruangan kita langsung semua pada emosi,ada aja tingkah laku nya yang bikin kita kesel..celoteh Rita saking kesel nya
"sudah lah kan udah tahu teman kita yang satu ini,memang begitu..tapi kalau gak ada dia pasti sepi kan. biar begitu dia sangat sayang sama kita semua.."terang ku dan Rita menganggukan kepala nya tanda paham.
kami keluar dari lift menuju warkop bangde, sampai di bangde lumayan ramai juga
"bangde seperti biasa dan dua ya.."seru ku
"Lo mau makan siang apa? biar gue minta tolong mang Entis bawa kesini.."tanya ku ke Rita
"SOP haji awi mau? tawar ku, biar gue pesen via online aja
"boleh lah sama bakwan jagung nya, Buna.."pinta Rita
"Na, gue mau dong.."timpal mety
"mett, tanya sekalian yang lain mau apa gak? "perintah ku ke Mety, yang langsung menghubungi intan, chimet.
aku pun memesan empat porsi SOP iga haji awi dan bakwan jagung nya juga empat,kami menunggu makanan datang di warkop bangde yang ada di parkiran mobil.
emang Entis datang, membawakan nasi kita semua tepuk jidat. di bangde juga ada nasi kenapa harus cape-cape mang Entis bawa nasi.
"mang sorry gue gak pesanin Lo SOP,,ini Lo beli yang lain saja ya.."perintahku agak gak enak hati melupakan mang Entis
"gak usah Buna, gue udah makan. gak apa-apa butuh mentah nya aja. untuk memperpanjang dapur bini.."kelakarnya
"yaelah mang Entis pake basa basi segala,Lo..bilang aja minta duit gitu.."seru chimet.
__ADS_1
"jangan berisik, hust kan jadi malu..kak"tawa Entis
"mang cari es buah,enak kayak nya.."ide Mety
"jangan minum es kak nanti batuk, mending beli rokok aja.."jawab Entis yang dapat lemparan bungkus rokok dari rita.
makanan yang aku order datang langsung kita makan dengan lahap karena sudah menjelang sore juga. kerjaan sudah rapih semua nya.
sehabis makan kita gak ada yang beranjak naik lagi keruangan,kita malas rasa nya. apa lagi kalau sudah selesai kerjaan tinggal nunggu waktu untuk pulang.
"urusan Lo gimana tuh..sama teman yang pinjam duit DP mobil Lo? tanya chimet
"ini baca aja..aku sodorkan hape ku untuk chimet baca
"eleeh,,ini mah gak niat bayar kalau pake ngancem segala. ngapain Lo takut,selama ini hidup Lo lurus-lurus aja. cuma di otak Lo duit aja gak ada gila Sama cowo.."terang chimet
"kalau suami Lo gak ngerti terus Lo mau ambil sikap kayak gimana?tanya Rita
"bodo lah,, gue gak mau terlalu berharap untuk orang memaksakan diri untuk percaya sama gue, kalau dia yakin gue istri nya dia akan percaya sama gue. tapi kalau gak ya sudah.."jawab ku pasrah
"apa Lo sudah percaya sama suami Lo? tanya Mety
"sejauh ini gue mematuhi aturan yang dia buat,untuk gak bermain lagi dengan orang-orang yang sudah manfaatin gue.."sahut ku
"ikuti lah aturan nya karena dia suami Lo sekarang..selama itu terbaik lakukanlah..kita akan mendukung keputusan yang akan buat Lo bahagia.."seru intan yang langsung memberikan ku pelukan hangatnya.
usai jam kerja aku dengan tergesa-gesa menuju stasiun tidak lupa memberi pesan kalau aku sudah arah pulang.
lama transit sana sini membuat lelah,bahkan harus berjubel di kereta.
sampai di area Bekasi ,ternyata aku sudah di jemput suami ku.
"kita beli makan dulu yuu? baru kita pulang.."pinta suami ku
"mau beli apa? tanya ku
"apa saja,aku gak tahu area Bekasi. sekalian kita jalan keliling saja ya.."ujar suami ku
aku mengikuti nya dan jujur aku juga gak terlalu hapal juga area Bekasi paling area tertentu saja.
__ADS_1