
kegiatan yang tiba-tiba membuat aku jenuh padahal aku paling gila kerja bahkan gak kenal waktu.
pas hamil aku merasa jenuh sekali bahkan aku malas sekali untuk bekerja.
"kalau ngga kerja mau makan apa terus anak-anak sekolah mau bayar pakai apa?"gumamku
aku pun bergegas mandi dan terus memaksakan badan ku untuk semangat, bahkan aku coba bahagia padahal mood lagi hancur-hancur.
wanita hamil tidak bisa di tebak moodnya kadang enak tapi kebanyakan emosi nya.
"kamu kenapa? sudah aku bilang sayang, kalau malas ngga usah kerja saja. yang ada nanti kamu marah-marah,"ujar fajar suami ku
"ngga kok sayang, kalau di bawa malas nanti malah jadi malas beneran aku nya."jawab ku
"ya sudah kalau gitu, ayo rapih-rapih kita sarapan di luar lagi saja ya? ajak suami ku yang membantu ku merapihkan tas kerja ku.
kami saling bertukar cerita masalah kedai dan kantor ku.
fajar sangat suka kalau aku banyak bercerita, kadang dia selalu memberikan masukan.
setelah selesai kami turun untuk berpamitan kerja, dan fajar ke kedai tapi hari ini dia ingin mengantarkan aku sampai kantor.
sampai di lobby kantor,suami ku lebih langsung berangkat lagi karena takut datang barang pagi ini.
*yang semangat ya kerja nya? nanti kabari selesai jam berapa nya? biar aku jemput"seru fajar aku hanya mencium tangan nya lalu di mengecup kening ku seperti biasanya.
"kamu hati-hati jangan ngebut dijalan."ucap ku
"iya sayang .."jawab fajar lalu kembali menyalakan mesin mobilnya dan mobil itu pun lama-kelamaan menghilang.
"woy, bengong aja,"seru intan
"ngga habis lihat laki gue tuh, baru aja pergi."sahut ku
"ya udah yuk, masuk? ajak intan dan aku pun mengikutinya masuk ke dalam lift.
"apa hari ini ada meeting? tanya ku memecah keheningan di dalam lift.
__ADS_1
"ngga ada kek nya tapi coba nanti pas breifing tanya karena kan si bos kemarin belum selesai masalah Fijar"terang intan
"masih masalah Fijar juga? apa ngga bisa ganti topik yang lainnya? gumam ku yang masih di dengar oleh intan.
"hahahahaha bisa gila Lo na? ya emang masalah nya ada di dia mau gimana? tawa intan sambil memukul bahu ku pelan.
lift terbuka dan aku berpapasan dengan seorang yang sangat aku kenal bahkan sudah lama ngga bertemu lagi.
"Joe "seru ku memanggil teman ku itu
"Nina, ya ampun ini beneran elo? tanya Joe yang menatap ku dari ujung rambut sampai ujung kaki
"iya masa iya gue hantu nya."cebik ku
"eh minta no Lo? sini Lo save di ponsel gue nanti gue akan telpon Lo ya? sorry gue buru-buru nih."tutur Joe yang menyodorkan ponsel nya ke aku lalu aku ketik no ponsel ku lalu aku berikan kembali.
"jangan cuma kirim pesan kalau bisa Lo kirim duit sama makanan buat gue."canda ku lalu dia tertawa terbahak-bahak
"masih aja, na kelakuan Lo dari dulu kalau ngomong asal ceplos saja."ungkap Joe lalu dia menjabat tangan intan dan Joe pun pamit untuk pergi dulu.
"teman Lo na? tanya intan
"dasar Lo,na kalau di tanya bener kata temen Lo asal ceplos aja."cebik intan.
sampai diruangan nampak sudah ramai dengan ocehannya Meti yang lagi kesal sama Yudis.
"sialan banget deh Yudis bikin gue malu, masa dia kentut di lift yang di salahin gue. Lo tau Anak tenant lain otomatis lihat ke gue semua dong? seru Meti yang muka nya sudah merah padam.
"nah Lo ngga bela diri?.tanya aku
"gimana bela diri si pea bisa banget ngomongnya depan orang banyak"kesal Meti lalu dia duduk di kursinya sendiri sambil menyalakan laptop.
"lihat aja ngga akan gue bantu kalau dia nanti minta tolong sama gue."gerutu Meti yang masih sangat kesal.
"Yudis kadang memang suka begitu tapi mau di kata apa lagi? ujar ku yang ikutan merasa kasihan juga sama Meti.
Rita hanya bisa menghela nafas panjang saja, lagi-lagi ada saja yang membuat orang kesal dengan kelakuannya Yudis.
__ADS_1
"Mak,, masa cuma begitu aja, Lo marah sama gue kan gue biasa becanda Mak? rengek Yudis yang masuk keruangan kerja kami dengan muka memelas.
"Lo tuh,kebiasaan banget deh.. selalu aja bikin orang kesel dan Lo harus liat dong? suasana hati orang lagi enak apa ngga? bentak chimet saking kesal mendengar Meti di buat malu.
"niat nya becanda dan itu bukan kentut beneran tapi mulut gue aja yang menirukan suara kentut."terang Yudis dan Meti hanya menatap wajah Yudis dengan tajam.
"ngga ada Lo udah sering begitu, gue jadi males berteman dengan Lo? sarkas Meti lalu membuang muka nya.
"Yaa ampun Mak, beneran gue ngga lagi-lagi deh? pinta Yudis dan Meti tetap tidak mau melihat wajah Yudis.
sudah,ayok kita breifing dulu? ajak ku yang berdiri dari kursi ku dan melangkah keluar di ikuti Rita dan lain-lain.
"kita bahas Fijar lagi nih? bisik Rita
"katanya sih begitu, pengen nya sih gue gak ada breifing lagi hancur mood gue."lirih ku dan Rita masih dapat mendengarnya.
selama breifing di mulai aku lebih banyak jadi pendengar saja karena memang mood aku benar-benar sedang tidak baik-baik saja.
jujur entah kenapa bawaan nya kesal banget, tapi kesal sama siapa aku juga ngga tahu.
"apa Bu na mau ada tambahan? tanya Fijar yang sedang memimpin breifing
"belum ada pak? jawab ku sambil tersenyum
"mungkin dari yang lain? tanya Fijar kembali
"seperti nya tidak pak paling nanti untuk para management kita akan meeting di jam 11 ya? seru Rita
lalu breifing pagi pun selesai dan kami masuk keruangan masing-masing bahkan yang lain sudah turun ke bangde.
"Lo ngga turun,na? tanya Rita dan Meti
"ngga lagi males banget, biar sama mang Entis aja yang temanin gue."sahut ku sambil menyalakan music.
"ya udah kalau gitu gue juga di atas sajalah."timpal meti
"mang Entis pesan es kopi Sama pisang goreng ya? pinta Rita
__ADS_1
lalu mang Entis pun langsung melangkah kaki keluar dan akan membelikan kami es kopi serta pisang goreng paling garing.
kami pun melanjutkan membahas masalah Fijar karena sepertinya Fijar sudah bisa menerima keputusan dari anak-anak management.