
Di rumah ini aku berharap semoga rumah tangga ku akan baik-baik saja,tidak ada lagi keributan yang gak jelas.
bahkan suami ku sudah mengingatkan aku untuk merubah sikap keras kepala, cuek bahkan gak peduli dengan orang lain.
bila jawaban ku karena terbiasa hidup sendiri itu salah karena sudah setahun aku dan suami hidup bersama, jangan dijadikan alasan jika berkata seperti itu.
"aku berangkat kekantor ya? ujar ku
"pulang jam berapa sayang? tanya suami ku
"belum tahu, tapi aku usahakan pulang cepat.ya? jawab ku
"hati-hati dan jangan lupa kasih kabar, makan siang jangan lupa dan perbanyak minum air putih nya."ujar suami ku
"iya, sayang nanti aku akan kasih kabar dan makan siang."jawab ku
"na, kerja apa libur? tanya kak Hanum
"kerja kak? jawab ku dengan tersenyum
"dikira libur, na? tanya kakak ipar ku lagi
"heheehe, kerja dong kak."ucap ku
lalu aku sarapan dengan keluarga suami ku, di sini terbiasa berkumpul saat sarapan pagi.
kita saling bertukar cerita, bahkan aku dan kakak iparku selalu bercanda sampai tertawa terbahak-bahak.
"yah, kalau Nina kerja sepi deh."seru papa mertua
"Sabtu dan Minggu kan libur,pah. jadi bisa masak lagi untuk papa."jawab ku sambil memakai sepatu.
lalu aku berdiri mencium tangan papa mertua dan kakak ipar ku.
"aku berangkat ya pah, kak? seru ku
"iya hati-hati di jalan."teriak kakak ipar ku
"sayang aku berangkat ya? aku pamit dengan suami ku dan mencium tangan kanan nya
"hati-hati,ingat pesan aku."ucap suami ku yang mencium keningku
"pak, bawa motor nya hati-hati ya."pesan suami ku untuk driver ojol
"siap pak."sahut si kan ojol
__ADS_1
"assalamualaikum.."teriak ku
"waalaikum salam,"jawab suami ku
motor yang aku tumpangi pun langsung tancap gas menuju stasiun,di sepanjang perjalanan si mang ojol banyak bertanya kepadaku.
kami saling berbagi cerita dan pengalaman sehingga tak terasa 20 menit sudah sampai di stasiun.
sampai stasiun aku masih agak bingung jadi harus banyak bertanya sama petugas KRL.
akhirnya aku sampai juga di kantor ku, dengan lelah karena harus berpindah-pindah jalur.
"cape Amat, Lo? tanya Rita
"iya , nih kan gue udah gak berangkat dari Bekasi lagi. jadi harus menyesuaikan diri dulu sama jalanan."ungkap ku
"maksud Lo udah pindah lagi? tanya Rita lagi
"iya, emang Lo gak nyimak apa di group waktu hari Minggu pagi.."terangku
"iya maaf gue gak nyambung, maklum kan gue masih setengah sadar."ucap Rita.
"Lo udah denger belum? tanya Rita lagi
"soal Feby? ucap Rita
"apa ya? emang kenapa itu anak? tanya ku penasaran
"rencana mau nikah , tapi gue kesel sama si jamal.abis nya belum apa-apanya udah banyak bener permintaan nya, harus ini lah dan harus itulah. kan gue gak tahu ya? Ada perjanjian apa antara dia dan Feby" ungkap Rita
entah kenapa tiba-tiba Rita tidak mendukung Feby, sedangkan dulu waktu masih pacaran Rita sangat mendukung nya
kalau aku jika teman bahagia dengan pilihan nya, ya aku ikut bahagia juga.
soal pasangan Aku paling jarang ikut campur, karena kalau masalah hati gak bisa di paksa.
"udahlah kak itu kan udah pilihan nya Feby,"timpal chimet yang sudah masuk keruangan kami
"iya kita tinggal dukung aja lah, karena yang tahu soal pasangan nya kan Feby sendiri, kita cuma berdoa saja semoga mereka langgeng sampai kakek nenek."ujar intan
"ada juga sampai maut memisahkan, bukan kakek nenek. nanti kalau sampai kakek nenek terus pada cerai kan malu-maluin."terang Yudis
"bisa gila Lo bang,mikir nya bisa sampe kesitu."ucap ku
"nah pengalaman deh, "sindir Yudis
__ADS_1
"gak usah bawa-bawa masa lalu,"kesal ku
"idih merasa ya? apa lagi perasaan banget."ledek Yudis
"lagi pengen makan orang."jawab ku asal.
"udah ah, ayo siap-siap breifing pagi nih, baru kita ngopi."ajak Rita
"Lo yang bayar ya , kak."sahut chimet
"sejak kapan sih , Lo ngopi gak gue bayarin."seru Rita
"waktu gue bayi kak."sahut chimet
"itu sih, nenek gue aja belum kenal sama Nenek Lo,"timpal Rita
kami pun masuk keruangan meeting dan karyawan yang lainh juga sudah hadir bahkan mereka sudah lengkap posisinya masing-masing.
hari ini aku yang memimpin breifing, aku sengaja breifing santai saja tanpa ada tekanan emosional seperti yang sudah-sudah.
sehingga anak-anak bisa sharing bahkan kita bisa tanya jawab dan saling memberikan masukkan.
bahkan solusi yang terbaik untuk masalah mereka bisa teratasi.
karena breifing yang aku pimpinan lebih kekeluargaan saja, bahkan anak-anak marketing bisa dekat dengan kita.
selama ini mereka selalu di bawah tekanan, sehingga setiap breifing selalu tegang.
solusi yang di berikan pun tidak masuk di otak mereka malahan mereka akan bertanya lagi.
"apa sampai di sini paham? atau masih ada yang mau di tanyakan lagi? sebelum saya akhiri breifing pagi ini."seru ku
"sudah Bu, nanti jika ada yang kurang. apa boleh kami japri ibu? tanya salah satu marketing kepada ku.
"tentu boleh, karena berbagi ilmu pengalaman tidak akan membuat kita rugi."sahutku sambil menyindir Fijar.
"baik lah kalau begitu breifing pagi hari ini kita sudahi, dengan mengucapkan Alhamdulillah, wassalamualaikum."seru ku
dengan serempak mereka membalas salam ku.
selesai breifing seperti biasa kamu segera turun dan menuju bangde, tapi kali ini teman-teman mengajakku pergi ke mall untuk mencari atk dan bertemu klien juga di luar.
ternyata di mall sudah ada pak bos dan baba, lalu kami mencari tempat untuk minum kopi.
baba nampak sibuk dengan ponsel nya, terlihat agak gelisah seperti ada masalah. tapi aku enggan bertanya takut tidak sopan lebih baik aku tahu batasan saja.
__ADS_1