Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB XLVII


__ADS_3

kejadian di kantor tadi membuat emosi ku tambah naik karena ada saja yang membuat aku jengkel.


aku coba menenangkan diri dulu, di stasiun aku gak langsung pulang.


aku duduk dulu membaca novel kesukaan ku, sambil menebar emosi ku agar semua tidak aku bawa kerumah.


satu jam lebih aku duduk di pinggiran mini market sambil membaca yang lucu-lucu, aku melirik ponsel ku ada panggilan dari suami ku.


suami ku : sudah dimana,kok gak kasih kabar


me. : sudah di stasiun sedang pesan ojeg


suami ku : tunggu saja, biar aku jemput


me. : hati-hati ya


lalu aku mematikan sambungan telpon ku, lalu kembali membaca novel tersebut.


tidak lama suami ku pun sudah datang menjemput menggunakan motor.


"ayo naik, pakai jaket ini."fajar menyerahkan jaket yang dia pakai agar aku tidak masuk angin.


"makasih ,"ucap ku


lalu aku naik ke motor dan memeluknya dari belakang.


selama di jalan fajar selalu membuat ku tertawa bahkan aku lupa dengan masalah tadi di kantor.


"kamu mau makan apa? seperti biasa dia akan menawarkan makan malam.


"kita beli pecal ayam saja."sahut ku


"kita makan di sana saja ya."ajak nya


"iya aku ikut saja."jawab ku


lalu kami menuju tempat pecel ayam langganan keluarga nya, fajar memesan dua porsi juga tidak lupa tahu kesukaan nya.


makanan dibuat kami asyik berbagi cerita bahkan dia selalu mengajak aku untuk tertawa.


"sayang nanti kita beli makanan untuk si macan dulu ya? pinta nya


"memang sudah habis? tanya ku


"iya kata papa sudah habis."tutur fajar


makanan jadi kami langsung memakan nya dengan lahap karena jujur aku sudah lapar sekali.


"mau nambah? tawar nya

__ADS_1


"ngga ini sudah cukup."jawab ku


sesekali dia menyuapi ku makanan yang ada di piring nya,itu sudah jadi kebiasaan dirinya.


selesai makan aku menuju petshop karena kita mau membeli makanan kucing.


fajar mempunyai beberapa kucing peliharaan ada macan, ucrit itu salah satu nama kucing kesayangan.


"itu kalung nya lucu? tunjuk ku


"kamu mau belikan untuk siapa? tanya fajar


"untuk ucrit lucu kali ya? seru ku


"ambillah, salah satu."perintah suami ku


aku pun asyik memilih salah satu warna kalung untuk ku pakaikan ke salah satu kucing peliharaan nya.


setelah dari petshop Kami langsung pulang kerumah, seperti biasa aku langsung naik ke kamar untuk membersihkan diriku terlebih dahulu, baru setelah itu Sholat isya.


karena lelah aku meminta ijin untuk tidur terlebih dahulu, biasanya kami selalu bercanda tapi kali ini aku langsung tertidur pulas sekali.


pagi nya aku terbangun dengan segar sekali, tapi ada rasa sangat malas untuk datang ke kantor teringat kejadian kemarin rasa nya masih kesal sekali.


aku membuang rasa malas tersebut, lalu segera mandi dan membangun kan suami ku untuk sholat subuh juga.


selesai membuat sarapan aku kembali membersihkan diri dan berganti pakaian kerja.


terlihat di meja makan sudah ada suami ku dan kakak nya serta papa mertua ku juga,.sedang kan keponakan ku sudah berangkat sekolah duluan.


"pagi semua,"sapa ku


"pagi, na..wah sudah cantik saja."puji kak Hanum


"bisa saja nih , kak."sahut ku


lalu aku mengambil kan piring yang sudah aku isi nasi goreng untuk suami ku, baru aku mengambil sarapan untuk ku sendiri.


"pucat banget na, wajah nya lagi sakit? tanya kak Hanum


"ngga kak, hanya agak pusing saja."jawab ku


memang sudah beberapa hari ini kepala ku agak sedikit sering pusing bahkan setiap pagi.


"coba di cek ke dokter dulu jangan dibiarkan sakit terus menerus."perintah kak Hanum


"iya kak nanti pulang kerja aku akan mampir ke dokter,"tuturku lalu kembali menyantap sarapan ku.


selesai sarapan suami ku meminta aku untuk cuti kerja saja sampai benar-benar badan ku fit kembali.

__ADS_1


"besok ya, untuk hari ini biarkan aku masuk kerja dulu. tidak enak kalau aku kebanyakkan liburnya."pinta ku


"tolong turuti dulu perintah suami mu ini, demi kebaikan kamu juga kan? ujar suami ku


lalu aku mengambil ponsel ku untuk menelpon bos ku, aku meminta waktu untuk istirahat karena kondisi badan ku yang sering sakit-sakitan.


"aku antar ke dokter ya? tawar suami ku


"ngga usah, aku berangkat dengan kak Hanum saja. kamu kerja saja, masa aku gak kerja kamu juga gak kerja."ucap ku sambil memeluk erat badan nya, entah kenapa aku menjadi manja dengan nya.


"ya sudah hati-hati kalau sudah jalan ke dokter kabarin aku, ingat selalu kasih kabar biar aku tenang."ujar suami ku


"iya sayang,kamu juga hati-hati di jalan jangan ngebut."pinta ku yang memeluk dan mencium tangan nya.


"istirahatlah tidak usah mengantar sampai di bawah"fajar mencium kening ku dan menyelimuti tubuh ku, lalu dia langsung menutup pintu kamar.


suami berangkat kerja, aku tidak bisa tidur karena kepala ku semakin sakit.


"mau ke dokter sekarang saja, na? ajak kak Hanum


"iya kak, kepala ku nambah sakit saja kak."tuturku


"ya sudah ayo, bersiap. kakak tunggu di bawah ya."perintah kak Hanum


aku langsung bergegas merapihkan baju ku dan juga memakai jilbab ku lalu segera turun ke bawah.


tidak lupa aku menelpon suami ku juga, memberitahu kalau aku sudah mau berangkat ke dokter.


"Kamu punya riwayat darah tinggi apa darah rendah, na? tanya kak Hanum sambil menyetir mobil


"darah rendah kak, sering vertigo juga "jawab ku sambil memijit pelipis karena sakit sekali.


"semoga baik-baik saja ya."ujar kak Hanum


tidak lama kita sudah sampai di parkiran rumah sakit, aku mengetik pesan singkat ke suami ku kalau sudah sampai.


tidak lama dia video call, aku angkat muncullah di layar ponsel ku full wajah suami ku.


aku mengarahkan kamera ponsel ku sedang mendaftar kan dulu ke bagian dokter umum.


"nanti kabari aku lagi ya sayang, kalau sudah selesai."pinta nya


"iya sayang . jawab ku lalu aku matikan kembali panggilan telpon dari nya


"begitulah fajar, na. mungkin selama ini dia tidak pernah menemukan seseorang yang benar-benar membuat dia jatuh hati dan sekali dia menyayangi seseorang sifatnya akan berubah menjadi posesif."ungkap kak Hanum


"awal nya aku juga agak riskan kak, karena sifat nya ini yang membuat aku merasa jengah. tapi lama kelamaan justru kadang aku kangen dengan sifat nya itu."jujur ku ke kak Hanum


kami bagaikan sahabat bahkan adik kakak bukan seperti ipar dan adiknya justru kami sangat akrab sekali.

__ADS_1


__ADS_2