Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LVI


__ADS_3

Rutinitas seperti ini kadang membuat aku berasa jenuh apa lagi jika ada aja masalah yang datang. Seperti pagi ini aku mendapatkan kabar kalau salah satu teman ku mendapatkan musibah dia jatuh lalu terkena stroke ringan.


sebelum terkena stroke dia sempat curhat melalui telpon dengan ku, karena beberapa hari ini suami nya sangat sulit di hubungi bahkan tidak mengirimkan uang sama sekali.


teman ku ini adalah istri kedua, hanya saja dia tidak pintar menyimpan uang sangat boros sekali.


dan menjadi istri pun dia tidak pandai berdandan, dia hanya memakai celana pendek dan kaos jadi tidak bisa menempatkan diri mungkin itulah yang membuat suaminya malas pulang.


Sudah sering aku kasih masukkan berpakaian rapih dan anak juga terurus mungkin suaminya pun akan sayang dan lebih perhatian lagi.setiap hari berpenampilan dekil dan yang dipikirkan hanya makanan saja, bahkan pendapat kita hanya angin lalu saja.


"na, bapaknya anak-anak sudah dua minggu ngga ada kabar bahkan telpon juga ngga di angkat. Gimana ya na? Curhat teman ku sebelum dia terkena stroke.


'kok bisa? Emang lo ada salah atau sebelumnya laki lo kasih tahu kalau dia sibuk atau gimana?tanya ku


"dia cuma bilang kalau yang dirumah lagi sakit, cuma ngga biasa saja dia kek gini mana sudah dua minggu"sahutnya


Aku nampak berpikir kasihan juga nasibnya, cuma ngga mungkin juga suaminnya tega seperti itu.


setelah curhat panjang lebar akhirnya kami bertemu di tempat biasa kami berkumpul.


aku lihat memang agak pucat bahkan dia bilang belum tidur sudah beberapa hari.


Teman ku yang lain hanya mendengarkan saja keluh kesah dia karena sebagian ada yang ngga percaya kadang dibilang terlalu berlebihan. Hanya aku yang menanggapinya dengan berpikir positif saja.


Setelah pertemuan itu kami pulang kerumah masing-masing aku dan dewi masih terus berbalas pesan bahkan aku masih terus memberikan dia semangat.


sampai dirumahnya ternyata dia jatuh dan hanya kakinya saja yang lecet.


"na tadi dewi jatuh dan sekarang dia kalau ngomong ngga jelas rada cadel"isi pesan teman ku

__ADS_1


"masa sih tadi masih telpon dan chat gue bu"sahutku karena tidak percaya


aku pun coba menelpon dan mengirim pesan juga ternyata tidak ada jawaban apapun. Aku hanya berdoa semoga semua baik-baik saja.


Sampai dirumah seperti biasanya aku mandi lalu mengganti pakaian lalu aku mengambil laptop untuk mengerjakan pekerjaan ku. Tidak lama ada pesan masuk dari teman ku lagi dan kali ini mengabarkan jika dewi masuk rumah sakit.


"lo mau jengukin ngga? Dia di bawa tadi kerumah sakit dan gue belum lihat anak-anaknya. Kasihan ngga ada yang jaga"isi pesan marni


"waduh kok bisa sih, dia itu kebanyakan mikirin laki nya bu. Jadi darahnya tinggi dan dia juga ngga tidur "isi balasan pesanku.


Akhirnya aku janjian untuk ketemuan besok menjenguk dewi di rumah sakit.


Ketika asyik mengerjakan kerjaan kantor ternyata suamiku sudah pulang, aku tidak menyadari kedatangan nya saking sibuk dengan layar laptop ku.


"pulang jam berapa sayang, sampai ngga kasih kabar ke aku?tanya suami ku


"maaf jam 4 sore sudah dirumah, kan aku kirim pesan kalau sudah dirumah. Memang kamu ngga baca"aku memeluknya karena sejak hamil aku selalu merasa kangen terus.


"mandi dan sholat ya, sudah makan belum?tanya ku


"belum tunggu aku nanti kita makan bersama"ujar suamiku yang langsung masuk kekamar mandi.


Aku pun membereskan pekerjaan ku lalu menyusun lagi di tempatnya. Setelah beres aku lihat suamiku juga sudah selesai mandi dan akan bersiap untuk sholat.


aku menunggunya karena aku sudah sholat terlebih dahulu, masih beruntung aku bukan menjadi yang kedua kalau wanita yang bernasib seperti itu mungkin hatinya pun harus kuat oleh hujatan orang bahkan terlihat negatif dengan menjadi yang kedua.


Setelah makan kami berbincang sebentar lalu kami pamit untuk beristirahat.


aku mulai bercerita tentang dewi, karena suamiku mengenalnya dengan baik.

__ADS_1


dia tidak keberatan kalau aku menjenguknya besok dan dia menitipkan salam saja semoga lekas sembuh.


Paginya aku mendapatkan chat dari marni menanyakan jam berapa aku sampai? Aku hanya menjawab akan berangkat sebentar lagi.


tidak lupa aku membawakan roti dan marni membawakan nasi goreng semua atas permintaan yang sakit.


"ya ampun na, kasian deh ternyata anaknya cuma bertigaan dirumah ngga ada yang urus. Bagus ada mia dia yang urus anaknya dewi, gue cuma bisa ngcek aja kan tahu warung gue ngga bisa di tinggal"ujar marni yang cerita tentang anak-anaknya dewi.


"terus kakaknya dewi pada kemana bu? Bukan nya masih dekat-dekat sini?tanya ku .


"kata mia semalam kakak-kakaknya pada datang dan menitipkan anaknya dewi ke mia,karena kakaknya kesal kalau dewi ngga bisa di nasehatin. Padahal udah di kasih tahu kalau jadi istri harus pintar mengatur uang dan cobalah berpakaian rapih walau ngga dandan"ungkap marni dan aku sepaham dengan marni karena kita ngga suka dandan tapi kita coba berpakaian rapih.


"dewi itu boros dan kenapa sekarang pada jauhin dia habis kesel deh na, dia bilang kita yang habisin uang dia kebanyakan traktir kita"Terang marni dan aku pun menghentikan langkah kaki ku seolah ngga percaya.


"ya udah sekarangkan dia lagi sakit, siapa lagi yang mau jengukin dia selain kita,na"marni sebenarnya teman yang baik dia selalu mau membantu. Entah kenapa dewi terlihat tidak suka bahkan selalu menjelekan.


Aku tidak pernah mendengarkan jika dewi mulai menjelekan orang, karena aku kenal sifat mereka semua jadi lebih baik aku diam saja.


jika sudah sakit begini justru orang yang dia benci justru sangat khawatir dengan nya.


Sampai diruang atas kami ijin ke pak satpam untuk masuk keruangan dewi.


setelah masuk aku dan marni melihat dewi nampak sedih, ketika melihat kami yang datang dia sangat senang. Bahkan dia langsung makan nasi goreng yang marni beli sampai habis.


air mata terihat mengalir di pipinya. Kami coba menghibur kesediahan nya, kami mulai tertawa.


"suami lo datang kan?tanya ku


"datang nanti akan datang lagi untuk bayar rumah sakit'jawabnya sambil menghabiskan nasi goreng, walau bicaranya masih kurang jelas tapi kami mengerti dan dia makan pun menggunakan tangan kiri.

__ADS_1


"anak-anak lo sudah sama mia yang urus, kemarin kakak lo datang hanya sebentar"terang marni dan dewi hanya menganggukan kepala saja.


jam besuk pun habis akhirnya aku dan marni berpamitan untuk pulang dan berjanji besok akan menjenguknya lagi.


__ADS_2