Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB XXXVIII


__ADS_3

Masuk kerja lagi hari ini di tumpukan dengan beberapa file yang harus aku copy dan aku susun ulang. "gila banget ini sih kek kerjaan buat satu bulan."gerutu ku "baru gitu aja,Lo udah marah-marah,na? Apa lagi gue yang ditinggal Lo satu minggu gak masuk."ledek mety yang tiba-tiba sudah ada di belakang aku.


"terus aja pada ngeledekin gue,bukan bantuin gue kerja nih. Biar bisa ngopi di bangde."kesal ku "tapi nanti traktir gue ya?"sahut mety "kapan gue gak traktir Lo?ndutt."tanya ku "seminggu yang lalu gak ada Lo traktir gue."jawabnya tanpa dosa,sedangkan seminggu sakit gak masuk kantor.


"ya jelaslah gue gak traktir Lo?kan gue sakit seminggu,gendut."aku mencubit pipinya dengan gemas. "wow, ada yang pura-pura sibuk nih." ledek chimet "ada yang lagi cari muka ya?emang muka nya tadi gak kebawa apa?"timpal yudis "bukan lagi kurang duit,"sahut rita


"terus aja, yang kalian sindir lagi pulang kampung."jawabku dengan ketus mereka tertawa terbahak-bahak lalu memeluk ku meluapkan rasa kangen gak ketemu seminggu. "jangan sakit lagi,sepi gak ada Lo buna."seru mereka

__ADS_1


Breifing pagi di buka oleh rita dan ada pak bos juga karena hari ini mau clossing akhir bulan. Sekalian mau melanjutkan soal meeting di kebun binatang dengan kostum tshirt warna merah.


Selesai breifing seperti biasa aku dan yang lain nya langsung turun ke bawah, kopi bangde itulah sasaran kita sekalian saling bertukar pikiran.


Sampai di bangde seperti biasa chimet yang akan teriak memesan kopi dan cemilan. Sedangkan aku,rita dan yudis memisahkan diri duduknya,karena ada yang ingin kami diskusikan.


"tadi fijar bikin aturan lagi tuh,anak-anak mulai jengah banget. Maksud gue gak harus seketat itu, takutnya anak-anak malah makinan males bukan rajin."ungkap rita "gue udah kasih saran sama fijar, malah dibilang kita masing-masing sudah punya tugas."ujar yudis yang agak kesal

__ADS_1


"kalau fijar begitu, gue nambah males aja lah. Padahal otak kita penat banget sama kerjaan, beloman kita di kejar omzet sama bos. Dia gak tau tuh, tau nya harus datang pagi, gak boleh makan di jam kerja dan di larang ngobrol di jam kerja.."terang rita "emang kita,bisu gak boleh ngobrol."timpal pak bos yang tiba-tiba datang sudah ada di belakang ku


"kemana aje,Lo? Kelamaan sakitnya apa emang gak mau ketemu sama gue?"cebik pak bos "maless banget dan bosan."bisik ku di telinganya "liat aja gue potong?"ancamnya "gak usah di potong bos,tapi bayarin aja nih semuanya."ledek ku


Kami pun bertukar pikiran sampai jam 11, bahkan fijar ikut gabung bersama kita juga. Dia mulai menejlaskan kenapa buat aturan seperti itu, aku hanya jadi pendengar yang baik saja tanpa berkomentar seperti yang lain terlihat sangat emosi. Aku hanya tersenyum manis dan tiba-tiba dapat lemparan kacang dari baba.


Lalu aku dan baba tertawa ngakak yang membuat mereka terheran-heran melihat ku. "baba tuh."tunjuk ku. Aku melihat rita sudah menatap tajam ke baba. "eits rita marah,liat aja ."ledek baba

__ADS_1


"berisik nih berdua."marah pak bos "ayo buna kita ngmall, kan gue yang gaji kalian jadi bebas dong? Gue bawa buna pergi."ujar baba yang langsung menarik tangan ku "ikuttt,tunggu.."teriak pak bos membuat yang lain dibikin kesel sama tingkah kedua bos lalu tiba-tiba baba berbalik badan dan menarik tangan rita, hampir aja kopi tumpah kalau tidak dengan cepat di pegang yudis.


"dasar bos gilaaa."teriak yudis "buna terlalu di istimewakan sama baba dan pak bos."gerutu fijar yang langsung berdiri melangkahkan kaki nya keluar dari warkop. Sangat jelas ternyata dia cemburu dengan kedekatan ku, bukan aku yang mendekati para bos. Tapi hasil kerjaku yang membuat mereka mendekati ku tanpa aku minta.


__ADS_2