
di mall aku lebih banyak mengikuti para bos saja, karena mereka yang punya dana.
seperti tidak ada lelahnya mereka masuk counter sana sini, tidak ada lelahnya bahkan aku sendiri sudah sangat lelah.
karena aku memang tidak begitu suka dengan mall, jadi kalau ke mall hanya seperlunya saja paling mencari buku atau makan baru aku betah lama.
tapi kalau urusan baju harus pilih-pilih dan berlama-lama di dalam counter bikin kepala sakit.
"na, Lo gak milih baju? tanya baba
"gak lagi males pusing lihat nya."jawab ku yang hanya menunggu mereka mencoba baju
"gue yang bayarin."ujar bos ku
"hadeeeh masih banyak dan berjubel di lemari,kalau udah di sumbangin baru beli deh."terang ku
"sombong,kek banyak aja baju Lo. kerjaan Lo aja pindah-pindah rumah terus."ledek baba
"udah gak akan pindah rumah lagi, udah tetap sekarang."ucap ku sambil berjalan ke arah t-shirt dan kebetulan ketemu suami nya Rita yang sedang jaga di kasir.
"hai papa O, apa ada yang discount."tanya ku
"sstt..jangan berisik malu bilang diskon."ledek nya sambil tertawa.
"cewe apa sih yang di cari selain diskon,lagi sakit kepala lihat diskon saja langsung sembuh."tuturku sambil melihat beberapa kaos untuk suami ku.
"na, nih Hoodie yang Lo pengen. ambil gue yang bayar."ucap Rita yang menyodorkan sweeter yang aku mau.
"maaciw sayangnya apuh."jawab ku yang memeluk Rita
"Lo mau apaan lagi? tanya bos ku
"gak ada cuma mau beli kaos saja buat tidur."tutur ku
"eleeh ke mall beli kaos tidur doang."cebik baba
"Yee emang iya."timpal ku
"abis ini makan yu, lapar nih."ajak Rita
Rita mendekati suami nya lalu habis bicara dengan suami nya, Rita kembali bergabung lagi dengan kami.
"ngapain Lo ta? tanya bos ku
"biasa lah bos minta yang gak ada."sahut Rita
si bos mengernyit dahi nya sambil mikir jawaban Rita tadi
"ngapain di pikirin sih, udah bayar. lapar nih"ujar baba
__ADS_1
"iya tunggu, mana semua kesinikan. na, gue bayar semuanya."teriak bos ku
"nih semua ya, tolong bayar jangan pake bawel dan jangan pake nagih juga."sahut ku sambil memberikan semua kantong yang berisi semua baju dan kaos gabungan kita semua.
si bos langsung menatap ku tajam dan melihat isi kantong belanjaan yang aku keluarkan isi nya.
"udah bayar, ngapain pake melotot? tadi kan minta semuanya, ini udah semua. ada punya Rita, baba juga. kalau mau bayarin jangan nanggung-nanggung, bayar semua biar rejekinya lancar."terang ku sambil mengeluarkan kaos,kemeja ke meja kasir
"ya gila kali, gue harus bayar semuanya."gerutu bos ku
"eits gak boleh ngoceh. tadikan siapa yang minta mau bayar semuanya."tunjuk ku
"gue..tapi?"ucapan bosku terputus ketika bibir nya langsung di bungkam oleh tangan Rita
"berisik nih tinggal bayar juga."kesal Rita
"sini kartu Lo, gue pinjam. kelamaan tinggal gesek aja, gue udah lapar."cerocos baba yang mengambil dompet si bos lalu menyerahkan kartu debit ke kasir
selesai membayar kita langsung menuju resto biasa kita makan apa lagi selain nasi goreng dan kawan-kawan nya.
apa lagi tenggorokan sudah kering banget, lihat es teh manis sepertinya sangat menyejukkan dahaga.
"jauh-jauh ngmall makan Lo berdua nasi goreng mentega."ledek baba
"sekali-kali steik kek."timpal bos ku
"udah biasa bahkan bosen, abis makan steik asam urat dan kolesterol.masa abis ngmall minum obat sinvas gak banget ah."sahut Rita sambil memilih menu makanan
"bentar gue tanya biasa nya jam segini singkong sold out."jawab Rita
"kalau gak ada gue pesen kentang tumbuk atau nasgor juga deh."tutur ku
"gue kek biasa rit, pengen tenderloin steak aja.minum nya lemon tea dua gelas plus es batu, air mineral sama kentang goreng."pesan baba
"gue sama saja deh rit, cuma minum nya lemon tea dan air mineral aja,"pinta bos ku
Rita memanggil waiters untuk memesan makanan dan ternyata pesanan ku kosong semua jadilah pesan nasi goreng ukuran anak-anak karena porsi makan nasi ku sedikit tapi ngemil yang banyak.
selama makanan di buat, kami saling bertukar pikiran masalah kantor dan penghuni kantor.
tidak lama kami menunggu, waiters datang membawakan air minum untuk kita.
karena sudah haus sekali kami langsung menenggaknya.
"chimet sama intan jadi kan nyusul? kalau jadi pesenin aja sekalian makanan nya."seru baba
"jadi sama Meti juga, Yudis gak tahu. mungkin jemput bini nya dulu."sahutku sambil mengaduk es kopi
"kalau pesenin mereka makanan,tuh Buna Lo juga harus minum air putih jangan kopi terus. entar bego Lo? ledek baba
__ADS_1
"justru gak minum kopi kita jadi bego."timpal Rita
"orang kek kita gak bisa ba, kalau gak minum kopi."sahut ku
"tapi kebanyakan gak bagus juga buat kesehatan dan kantong gue. gak lihat harga kopi Lo berapa? ledek bos ku
"besok gue bawa kopi dari rumah nanti numpang seduh nya disini."sahut ku
kami pun tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai orang di table sebelah melirik tajam ke arah meja kita.
makanan yang di pesan datang berbarengan pasukan panci rombeng pun datang.
tambah ramai aja meja kita, bahkan saling melempar kesalahan yang ujung-ujungnya tertawa ngakak lagi.
"abis ini mau kemana? tanya bos ku
"pulang."sahut ku singkat
"gue gak nanya Lo, gue udah tahu jawaban Lo pasti pulang. udah gak asyik sekarang dia."sindir bos ku
"ya gak asyik masih aja gue di ajak Mulu,"sahut ku
"kepaksa, abis Lo yang paling jinak."timpal baba
"gak ada Lo sepi Buna.."terang Rita
"rame sih di kuburan,"timpal meti
"gendut, gak usah ngomong. giliran Lo nginap di rumah gue."ujar baba bicara ke Meti
"paling suruh masak nih, bau-bau dapur udah tercium."cebik Meti
"hahahahahaaha, gak dutt. entar malam ada job make up artis di stasiun tv swasta."ungkap baba
"asyiik cuan nih.."seru Meti sambil bersorak senang
"ba, ikut dong."pinta chimet
"besok tanggal merah kan? kalau besok libur ya udah hayoo cuz.."terang baba
"dapet duit gak? tanya intan
"hari gini kerja gratisan mana mau? cebik baba
"ya kali ba, kerja gotong royong dengan ucapan terimakasih ba..bye.."sahut intan sambil memakan makanan nya.
baba tidak menjawab lagi masih fokus dengan ponsel nya.
aku berkali-kali melirik jam tangan karena sudah hampir malam.
__ADS_1
ada rasa takut pulang di marahin suami karena lagi malas ribut.