Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LXVII


__ADS_3

Pagi ini aku berangkat lebih pagi karena banyak kerjaan di kantor yang baru.


sejenak aku melupakan masalah rumah tangga ku, aku tak menghindari lagi jika memang harus bertemu aku sudah siap dan apa pun itu hasilnya nanti.


"na nanti ke area Jaksel ya? pinta Rita


"oke ,ta!! sahut ku


"data sudah semua ya dan nanti tinggal di bawa saja."timpal Mety


"oke, mett dan makasih ya!! ucap ku


lalu aku merapihkan semua kerjaan ku dan mulai mempersiapkan berkas untuk aku bawa meeting nanti.


"ayo, na? sudah hampir waktunya nih!!"ajak Rita


"yuk, sudah selesai kok."sahut ku


lalu kami berdua jalan menuju lift untuk turun ke lobby karena kami sudah memesan taksi online.


"ngga ada yang tertinggal kan? tanya ku


"ngga ada, sudah lengkap semuanya."jawab Rita


"semoga berhasil lagi dan mencapai target."ucap ku


Rita pun mengaminkan nya dan berharap di kantor yang baru semua baik-baik saja.


sampai di salah satu mall kami pun langsung mencari restoran yang sudah di tentukan oleh klien kami.


aku dan Rita jalan tergesa-gesa karena mereka sudah menunggu kami.


sampai di restoran benar saja mereka sudah menunggu kami.


"maaf kami terlambat."sapa ku


"tidak apa-apa Bu Nina, mari silahkan duduk dan mau pesan apa? jawab si klien


"air mineral saja pak."sahut ku


"dan Bu Rita mau pesan apa? tanya si klien ke Rita


"sama saja pak, air mineral dingin."sahut Rita sambil mengeluarkan berkas-berkas dari dalam tas.


lalu kami mulai mempresentasikan soal kantor dan meeting berjalan agak sedikit lama karena kita harus menjelaskan berkali-kali.


akhirnya kerja keras membuahkan hasil mereka mau bekerjasama dengan kantor kami juga.


"gila kalau berkali-kali penjelasan dia gak paham juga terus pake acara ngga jadi kerja sama, mati saja kita, Ta!! ujar ku


"hahahahahaha sampe lapar gue Bu na!!"seru Rita

__ADS_1


"ya udah kita cari makan dulu baru kita balik ke kantor."ajak ku.


kami berdua jalan mengelilingi mall mencari makanan yang masuk ke lidah kami.


"ta ini ajalah makan ayam, cape kaki gue keliling ."ajak ku


"ya sudah yuk masuk!! seru Rita


"gue pesan ya? Lo mau apa? tanya ku


"samain aja lah."sahut Rita


aku pun mengantri di kasir untuk memesan makanan dan sambil mengecek ponsel ku.


tibalah giliran ku di depan kasir dan aku memesan dua porsi paket nasi, setelah membayar aku pun bergeser kesebelah untuk mengambil makanan.


setelah itu aku berjalan menuju meja yang sudah ada Rita, aku lihat dari jauh Rita masih sibuk dengan ponselnya.


"makan dulu yuk?? ajak ku


rita pun mengakhiri panggilan telpon nya dan berdiri untuk mencuci tangan nya.


"si bos tuh, maksud gue nanti aja sih kasih laporan nya. banyak banget pertanyaan nya."ujar Rita sambil makan.


"nama nya juga bos"timpal ku


kami makan dengan lahap sampai aku tidak tahu dari jauh fajar sedang menatap ku.


"abis ini kita langsung balik aja yuk?? gue masih banyak banget kerjaan."ujar ku


kami pun makan sangat cepat dan selesai berbarengan dan mencuci tangan bergantian.


"ya udah yuk, ta? sambil jalan aja sih."ajak ku


"iya, ayo ngga sabaran banget."sahut Rita


selama jalan menuju lobby Utara, aku dan Rita tidak memperhatikan di sekeliling kita.


aku dan Rita hanya fokus menatap ke depan saja karena driver sudah menunggu.


ketika hendak masuk ke dalam mobil tiba-tiba lengan ku ada yang menariknya.


"apa-apaan ini ."sentak ku


aku pun menatap dengan tatapan tajam ke arah mata itu, ada benci juga rindu tapi lebih besar rasa sakit hati ku terhadap nya.


"apa kabar sayang? tanya nya


aku hanya diam dan berdiri tanpa menjawab apa pun bahkan aku masih terpaku berdiri menatapnya.


tiba-tiba fajar memeluk ku sambil menangis dan menciumi seluruh wajah ku.

__ADS_1


"Rita bisa saya bicara dengan istri saya."ijin fajar


"oh tentu, silahkan kalian selesaikan dan gue balik duluan ya."Rita menghampiri ku lalu memeluk dan mencium pipi ku


"selesai kan jangan lagi menghindari nya."bisik Rita dan aku masih saja tetap terdiam.


Rita pun berlalu dari hadapan aku dan fajar, lalu fajar menggenggam tangan ku dan mengajak ku masuk ke dalam mobil.


"kita cari tempat yang nyaman ya!! ujar fajar sambil mengecup tangan ku


aku masih tetap sama saja terdiam tanpa bicara apa pun.


"apa mau ketempat makan biasa kita makan? sayang ayo dong jangan diam saja."rengek fajar


"terserah kau saja dan aku ikuti."jawab ku singkat.


"baiklah, maaf ya sekali lagi.maaf sayang ."ucap fajar


aku hanya memalingkan wajahku saja menatap jendela mobil.


"sayang dengar aku baik-baik ya. tolong kita selesaikan ini dengan baik-baik"ujar fajar.


"iya kita selesaikan baik-baik dan menyudahi nya pun harus dengan baik-baik."timpal ku


"ngga sayang dengar aku ngga akan mau pisah dengan mu. sampai kapan pun"mohon fajar


"ketika ribut kau akan menjadi manusia yang menakutkan buatku bahkan kau tidak pernah mau menerima alasan apa pun"terang ku


"plis sayang aku juga ingin memperbaiki semuanya dan bantu aku untuk itu.aku sayang sama kamu melebihi apa pun, aku tidak pernah mencintai seperti ini."terang fajar


"aku tidak tahu karena yang aku lihat tidak sesuai kenyataan."sahut ku


"beri aku satu kesempatan lagi, sayang dengar aku ."fajar memeluk ku


dan aku hanya masih terdiam tanpa ingin membalas pelukan nya.


"biar aku pikirkan lagi, beri aku waktu untuk berpikir."sahut ku


"ayolah sayang kita pulang kerumah",bujuk fajar


"ngga hari ini tapi nanti, biar aku berpikir dulu karena entahlah apa aku masih menyimpan rasa sayang ku lagi atau sudah menguap setelah kejadian itu."ungkap ku


"Jangan bicara seperti itu sayang!! aku sangat mencintaimu"ujar fajar


aku memalingkan wajahku, ada rasa iba tapi kenapa hati ku masih bersikeras ingin sendirian dulu dan berpikir lagi.


"biar kan aku berpikir dulu, agar aku tidak salah langkah lagi karena sudah lelah harus ribut dan mengalah."tutur ku


"baiklah aku menunggu mu dan besok aku tunggu ya jawabannya!! akhirnya fajar mengalah juga dan dia pun mengendurkan pelukannya lalu menatap wajahku dan mencium kening ku.


"mau pulang kerumah? papa akan senang banget kalau kamu pulang? tanya fajar

__ADS_1


"tidak lain kali saja."jawab ku


lalu kami sama-sama terdiam dan dia masih memperhatikan terus wajah ku.


__ADS_2