Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LIV


__ADS_3

seharian dikantor membuat aku merasa lelah, bahkan semenjak hamil aku lebih banyak malasnya.


kadang aku coba semangat tetap saja, aku inginnya rebahan lagi.


seperti pagi ini aku benar-benar memaksakan diri bahkan sampai aku paksakan badan ku untuk kekamar mandi.


"jangan di paksakan jika, memang kamu lelah sebaiknya istirahat ya dirumah."ujar suami ku


"ngga bisa udah kebanyakan libur Yang ada nanti di pecat, aku ngga bisa kalau gak kerja."terang ku


suami ku membantu mengeringkan rambutku, lalu membuatkan teh manis panas untuk ku.


aku segera meminum nya agar tidak mual, lalu bersiap-siap untuk berangkat kerja.


"mau sarapan apa sayang? tanya suami ku


"apa aja atau udah lama ngga makan bubur ayam, boleh kita makan bubur ayam aja? pinta ku


"ayo, kita makan di tempat biasa saja."sahut suami ku


lalu kami pun turun dan sekalian berpamitan dengan kakak ipar ku dan papa mertua.


"sarapan dulu,na? sapa mertua ku yang sudah menunggu di meja makan


"mau sarapan bubur ayam pah, apa Papa mau? Tanya ku


"boleh tapi jangan pakai sambal ya? jawab papa mertua ku


kami pun berpamitan lalu berjalan keluar dari rumah.


setelah naik mobil kami mencari tukang bubur langganan


"masih ada kang? sapa suami ku


"ada pak, kayak biasa ya pak..ibu setengah saja kan? ngga pake ayam hanya pake usus dan kacang? tanya tukang bubur


"iya kang, kerupuk di pisah."sahut suami ku lalu mencari tempat untuk aku duduk dengan nyaman.


setelah bubur jadi kami langsung melahapnya dan tidak lupa memesan 2 porsi untuk kakak ipar dan papa mertua ku.


setelah itu suami ku mengantarkan aku dulu Sampai stasiun karena dia tidak bisa mengantar ku hari ini sampai kantor.


benar-benar aku dibuat malas banget hari ini, di kereta aku hanya diam saja dan memejamkan mata ku saja.


sampai kantor aku tidak langsung naik keruangan ku justru aku langsung ke warkop bangde.


"tumben mba Nina sendirian? kemana yang lain? tanya istri bangde

__ADS_1


"aku belum naik ke atas Bu? lagi males banget."jawab ku sambil menyandarkan kepalaku di tembok.


"mau minum apa? seperti biasa? tanya bangde


"iya boleh bang.."jawab ku


lalu aku mengirim pesan ke group kantor bahwa aku sedang di bangde jadi ngga bisa ikut breifing pagi.


ngga lama aku lihat Meti dan Rita turun, aku memicingkan mata lalu beralih menatap jam di pergelangan tangan ku.


"kalian kenapa gak breifing pagi? tanya ku penuh curiga


"malas yang buka breifing pagi ini bikin otak kita sakit "sahut Meti


"maksud Lo si Fijar? tanya ku


"iya siapa lagi yang lagi cari muka."timpal Rita yang sembari memakan gorengan.


tidak lama Yudis dan chimet serta intan juga ikutan Turun.


"kalau begini, itu orang nambah benci sama gue ."seruku


"apa urusan nya sama Lo? timpal chimet


"yang ada dia nambah eneg liat kita bertujuh"seru Yudis


"sudahlah mungkin kita juga harus dengar mau nya Fijar apa? biar kita juga kerja enak."saran ku


kita harus tahu juga apa mau nya mereka karena kita kerja tim jadi jika salah satu tidak nyaman semua juga akan berantakan.


setelah jam 11 kami semua naik keruangan, dan sempat berpapasan dengan fijar juga.


"Bu na sudah masuk? sapa nya


"iya pak Fijar cuma badan nya masih agak lemas saja, jadi harap di maklumi saja ya pak? nanti kalau sudah stabil lagi pasti saya akan lebih giat lagi."sahut ku


yang lain sedang menahan ketawa mendengar jawaban ku untuk Fijar.


"maklum nama nya juga belum lewat trisemester pertama jadi ya muntah, cape , pusing dan mood juga ngga beres."ujar Rita yang berharap Fijar ngga usah banyak tanya lagi.


"ya sudah pak Fijar kalau begitu saya masuk ke dalam dulu."pamit ku sopan karena Yudis menarik tangan ku ada klien dia yang datang.


"sama yang lain dulu aja bang, muka gue pucat banget nih."pinta ku


"aura orang hamil biasa nya hoki."sahut Yudis


"rejeki udah ada yang ngatur kali,"cebik ku

__ADS_1


"ya udah ayo, tinggal touch up sedikit aja juga."rengek Yudis akhirnya aku pun mengikuti permintaannya itu.


"berkasnya di siapin, ini gue udah selesai dan sapa dulu itu klien."perintah ku dan Yudis mengikuti apa yang aku ucapkan.


"sukses ya,na..semangat kakak" seru intan


aku hanya tersenyum saja dan berdiri hendak menghampiri klien Yudis.


setelah meeting sampai 3 jam dengan klien Yudis, aku keluar dari ruangan dengan wajah yang ceria.


teman-teman langsung mengintrogasi bahkan sangat kepo.


"ta, buat kwitansi dan Feby tolong berkasnya? seru ku sambil menatap Rita dan Feby bergantian.


"serius Lo Bu? teriak chimet ngga percaya


"ya serius lah sudah oke kok."sahut ku


"wah, enak nih sesuai janji si gudig harus di tagih."seru intan


tidak lama Yudis pun masuk keruangan kami dengan membawa materai.


lalu terlihat Meti sedang menelpon bos kami untuk meminta tanda tangan nya.


"makan siang sampe satu Minggu gue yang bayar"ujar Yudis dengan sombong lalu kembali berjalan untuk masuk keruangan meeting lagi.


"selesai urusan Yudis tolong hari ini gue jangan di kasih klien lagi ya? kepala gue muter banget nih.."tiba-tiba sakit kepala membuat ku pucat.


lalu dengan cepat mang Entis membuat kan teh manis panas


aku langsung meminum sampai habis.


"Lo istirahat dulu,na? biar gue yang lanjutin."ujar Rita yang membalur leher ku dengan minyak kayu putih..


yang lain memijit Kepala ku bergantian.


"mau gue pesanin SOP iga? biar perut Lo ada isinya kasian kan bayi di dalam perut Lo? pinta Meti


"iya boleh mett, nasi nya sedikit aja "ucap ku


"ya sudah ini gue pesan sekarang ya? yang lain ada yang mau pesan juga ngga biar sekalian.? tanya Meti ke teman satu ruangan.


tiba-tiba Tisna menghampiri Metj dan bilang kalau pak bos datang bawa SOP iga untuk Bu na.


"Bu Meti, ini pak bos juga beliin SOP iga untuk Bu Nina jadi ngga usah beli, nanti nasi saja saya yang beli di bangde.


Bu na kan makan nya sedikit."seru mang Entis

__ADS_1


"kebetulan banget ya.."seru chimet yang membantu mang Entis membuka SOP iga tersebut.


setelah makan sop perutku terasa di aduk-aduk, padahal ini menu favorit aku.


__ADS_2