
Tiba-tiba sari sepupu ku menghubungiku untuk masalah take over mobil, aku males ribut dengan istri mantan suami ku yang sekarang jadi mobil yang aku gunakan untuk aktifitas kerja ku terpaksa aku take over ke sepupu ku saja.
"gue di apartemen nih,, ada ditempat kakak Lo? Sari menelpon ku "sabar nanti gue turun, tunggu aja di lobby.."jawab ku di telpon aku pun turun ke lobby dengan lesu karena udah pengen rebahan cape rasanya hari ini dan sudah malam juga.
"emang gak bisa besok,Lo kekantor gue aja sih,,"kesalku "dia siapa? Katanya Lo tinggal bareng ya? Kapan Lo nikah?.."cerocos sari
"bisa gak nanya nya satu persatu..dia gak tinggal sama gue juga, dia di tower B. Dan kan Lo tau gue penakut jadi dia nemenin sampe gue tidur,lalu pulang jadi gue gak tinggal atu tidur bareng ya.."jelasku ke sari "maklumlah kakak Lo kan kalau udah ngomong bikin orang pengen tahu aja,, ya udah selesai. Gue cabut ya,,"pamit sari yang langsung keluar dari lobby.
__ADS_1
Akupun kembali naik ke unitku karena sudah ngantuk sekali, aku gak info lagi ke fajar kalau sudah pulang. Jam 2 malam kamar unit ku ada yang mengetuk kencang sekali. Aku pun terjaga dan agak pusing sedang enak mimpi di bangunin padahal lagi mimpi sehun exo.
Aku buka pintu dengan takut ternyata fajar yang langsung mendorongku dan menutup pintu dengan kasar. "kenapa sih susah sekali untuk menghubungi ku atau gak memberi kabar kalau sudah pulang, kamu tahu.. Aku nunggu kamu sampai gelisah bahkan aku gak nafsu makan..."marahnya ke aku, sedangkan kesadaran ku belum terkumpul jadi masih belum paham yang dia katakan.
"maaf ya bayi kalau aku sudah marah-marah .."dia langsung memeluk ku , aku masih dengan muka bantal nya hanya melihat dia dengan heran saja. "emang salah gue apa ya,,"tanya ku sambil menguap masih ngantuk. "bayi, aku tuh khawatir banget. Udah makan belum? Tanya nya dan aku hanya menggelengkan kepala saja.
Biar di apartemen aku juga sebisa mungkin membatasi diri, karena pacaran di usiaku bukan pacaran sekedar berpelukan saja. Semua pasti akan meminta lebih tapi dengan iman yang kuat aku bisa membatasi itu semua.
__ADS_1
Menikah barulah kita bisa melakukan itu semua, jika tidak menikah aku melarang keras sekali. Mungkin itu yang membuat fajar penasaran dengan ku.
"meski bibir ini tak berkata,bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita..dan tak mungkin ku melewatkan mu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara... Aku mendengarkan lirik lagu seperti sedang menyindirku
"pagi,, bayi,,"sapa fajar,, tunggu ya aku beli sarapan dulu, aku cuci muka dulu,,bayi mau sarapan apa.."tanya fajar "apa sajalah,,biar aku aja kamu gak usah repot-repot"tutur ku,, apa kamu gak cape selalu menungguku tidur,,tanya ku ke fajar "aku beli sarapan dulu, kamu tunggulah,,"sahutnya
Dia pun berlalu tanpa menjawab pertanyaan ku yang mungkin di anggap gak penting. Tidak lama fajar kembali membawa nasi kuning,lalu kami berdua memakan nya dalam diam. Ponsel ku berbunyi ada pesan dari marni teman ku di tower A, ada pesan dari kak pon juga yang menawarkan sarapan.
__ADS_1
"hari ini aku kerja dirumah jadi aku akan seharian di atas,,"infoku yang membuat fajar tersenyum penuh arti. "aku akan menemanimu,, tenang saja aku gak akan ganggu bayi.."sahutnya "bisa gak jangan panggil aku bayi,,"cebikku "hahahahaaha kamu memang seperti bayi tapi bayi yang sangat aku sayang.."tukasnya aku hanya menatap nya dengan jengah saja, lalu aku lanjutkan dengan sholat duha.