
Sudah berapa jam Anam menunggumu siuman hingga tertidur di sampingmu, karena syok yang sangat berat untukmu, membuatmu pingsan lama, sedangan kak Andre dan ayah Gustiwana sudah berada di ruanganmu dan tertidur di sofa kamar tersebut.
"ayah... kakak..." ucapmu lirih tapi mampu membangunkan semua orang yang ada di dalam.
Semua orang berdiri menghampirimu, dan lega karena kamu telah siuman.
"kau sudah siuman nak, ayah lega sekali" ucap ayah Gustiwana.
"ayah, kakak.. aku akan menyetujui pernikahanku dengan Anam" ucapmu mengagetkan semua orang yang ada di dalam.
"apa... kau jangan bercanda dek" ucap kak Andre tak. percaya dengan tindakanmu.
"aku tidak bercanda kak... Anam akan menggantikan posisi mas Nizam di altar, tidak mungkin sempat di batalkan, persiapannya sudah 98% tinggal menunggu harinya saja, keluarga kita akan malu nanti kalau itu terjadi" jelasmu pada mereka dan tidak ada yang bisa menyauti.
"aku siap menggantikannya, aku akan menikahimu" ucap Anam dengan penuh keyakinan. dan kamu balas dengan senyuman.
Setelah siuman, kamu sudah bisa pulang saat itu juga, kamu melirik ke arah kamar perawatan Nizam, tampak di dalam Nizam dan keluarganya, dan Nizam berjalan tertatih keluar kamar menuju ke arahmu.
"intan dengarkan aku, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskannya" ucap Nizam memohon padamu.
kamu hanya diam, tak mampu berkata apapun, kedua keluarga hanya bisa diam dan menangis.
"intan, aku di jebak, ada seorang yang telah mencampurkan obat p*r*ngs*ng ke minumanku, tolong percayalah padaku" jelas Nizam disertai tangis takut kamu pergi.
"apa kau bilang ?? obat p*r*ngs*ng, test ini sudah membuktikan kalau kau 100% sadar untuk melakukan itu" teriakmu pada Nizam, dan dia hanya bisa menangis.
"apa lagi hah... alasan apa lagi yang akan kau berikan padaku.. aku hancur mas hancur melihatmu melakukannya dengan wanita lain" teriakmu lagi karena sesak dengan situasi ini.
Anam yang melihatnya dari tadi, sudah tidak tahan dengan cemburunya, Anam memelukmu di hadapan semua orang, lalu mengajakmu pergi dari tempat itu, namun disaat akan pergi, Nizam mencekal tanganmu, memohon agar mendengarkannya.
__ADS_1
"LEPASS.. aku membencimu" ucapmu geram dan menghempaskan cekalan tangan Nizam padamu.
Nizam yang melihatmu pergi, merasakan sakit teramat sangat, bukan sakit atas luka dibadannya karena pukulan kak Andre, tapi sakit di dalam hatinya karena kau tinggalkan, dan tidak kau percaya kalau memang dia tidak bersalah.
*flash back On...*
Nizam resto pukul 18:00 WIB
"Dika.. kau jaga restorannya, aku akan pulang" ucap Nizam pada staffnya.
"baik tuan"
Nizam pergi keluar restoran, dan masuk kedalam mobilnya.
"kenapa panas sekali, padahal sekarang sudah malam" ucap Nizam kemudian menghidupkan AC mobilnya terlebih dahulu.
Saat terbangun, Nizam kaget dia berada di dalam sebuah kamar dengan seorang wanita yang tengah marancau.
"hey.. nona kau kenapa" ucapa Nizam, dan wanita itu dengan tiba-tiba menciumnya.
karena terkejut Nizam menghempaskan tubuh wanita itu agar menjauh darinya.
"sial.. apa wanita itu sedang di pengaruhi obat, bagaimana bisa aku disini, siapa yang membawaku" ucap Nizam heran, kemudian melihat ada air mineral dia meneguknya hingga tandas.
Tak lama dari itu, dia merasa badannya mulai panas, dan pusing di kepalanya.
"br*ngs*k... siapa yang telah memasukan obat kedalam botol mineral tadi, aarrrkkkkk... aku harus segera keluar dari ruangan ini" ucap Nizam dan berjalan menuju pintu.
"sial.. pintunya di kunci, aarrkkk" ucap Nizam sekali lagi.
__ADS_1
Tiba-tiba Nizam merasakan sentuhan lembut di punggungnya. dengan kesadaran yang hampir hilang, Nizam menggelengkan kepalanya berkali-kali dan berjalan ke arah kamar mandi.
Tapi wanita itu bagaikan prangko padanya, karena obat sudah 100% mempengaruhinya.
"aarrrkkk... pergi jangan mendekat" ucap Nizam dan mendorong tubuh wanita itu.
Tapi mungkin hari ini adalah hari kehancurannya, tinggal sedikit lagi dia sampai ke kamar mandi, obat itu 100% telah menguasainya, karena dosis yang ada di obat itu sangat tinggi.
Nizam melihat bayanganmu pada wanita itu, lalu Nizam mendekati wanita itu yang dia anggap dirimu.
"sayang... aku mohon jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu" ucap Nizam pada wanita itu yang dia anggap sebagai dirimu.
Akhirnya Nizam mencium lembut bibir itu, dan melangkah membawanya ke atas kasur.
Mereka terkuai dalam nikmatnya, walaupun dengan pengaruh obat, mereka masih bisa merasakannya.
Hingga ada seseorang yang membobol masuk dan memukuli Nizam hingga babak belur, Nizam yang setengah sadar tidak bisa melihat wajah orang yang memukulinya lalu pingsan.
Tak lama kemuadian dia terbangun, dan berada di Randa kamar perawatannya, dia beberapa kali menggelengkan kepalanya mencoba mengingat sesuatu, tapi tidak bisa, lalu keluarganya datang menjenguknya.
*flash back off...*
To be continue... ❤️
Patah hati, sakit, jelas sakit, mengetahui calon suami yang sangat kamu cintai berkhianat. tatapan hampa 😭
tunggu... kalau Nizam kena pengaruh obat, tapi kenapa hasil test dokter Setiawan mengatakan kalau Nizam negatif dan sadar 100% ????
Hayo... gimana kok bisa 😂 ikuti terus ya ceritanya biar paham.😘
__ADS_1