
*flash back On...*
Pesta perayaan dimarkas...
"kapan kamu mengenalkan dirimu pada dunia alson ?" tanya Jacob pada alson.
"kenapa ? apa kamu sudah tidak sanggup berdiri sendiri di hadapan dunia" tanya alson balik.
"tidak, aku hanya bosan jadi tamengmu dan kamu dibelakangku mengontrol semuanya" cerca Jacob.
"cepat atau lambat dunia akan mengenalku" jelas alson pada Jacob.
"baguslah" balas Jacob singkat.
Mereka berdua melanjutkan pesta itu sampai pagi, kecuali alson jam 2 dini hari memilih pulang karena memikirkanmu.
*flash back off...*
"ayo nyonya tangkis seranganku, anda belajar dengan sangat cepat" ucap wanita instruktur beladiri padamu.
Kamu menyerang dengan arahan beladiri yang kamu pelajari, seminggu sudah kamu mempelajari seni beladiri dan sudah hampir 50% menguasainya.
"cukup... istriku akan berlatih menembak denganku" ucap alson lantang memenuhi seisi ruangan.
Kamu berhenti dan menatap suamimu yang datang menghampirimu.
"tumben pulang cepat" ujarmu pada alson.
"ya.. aku ingin melatihmu membidik sasaran, sudah seminggu ini aku selalu mengawasi pelatihanmu, kamu memang wanitaku sayang" ucap alson lembut memegang dagumu.
"ya ampun... tampan sekali suamiku ini" batinmu menatap mata alson.
"Baiklah ayo kita mulai" ucap alson lagi yang membuyarkan lamunanmu.
"ah iya..." sahutmu.
Pergi ke ruang latihan menembak, baru pertama kali ini kamu berlatih dengan adanya alson memperhatikanmu dari dekat.
"kenapa dia kemari, membuatku tidak bisa konsentrasi saja" Batinmu karena gerogi.
Beberapa tembakan yang biasanya tepat sasaran hari ini gagal karena konsentrasimu terganggu.
__ADS_1
"kenapa kamu tidak bisa berkonsentrasi sayang, sini aku tunjukan yang benar" ucap alson mendekatimu.
Tangan kananmu di pegang alson mengganti pistolmu dengan miliknya, didekapnya tubuhmu dari belakang dan memfokuskan tangan kalian berdua.
Mengarahkan pistol milik alson kearah sasaran.
"Bidik sasaranmu dengan keyakinan sayang, lalu tembak" ucap alson lembut.
Doorrr....
Suara tembakan terdengar, Tepat mengenai kepala sasaran.
Ditempat lain...
"Baca surat perjanjian ini dan cepat tanda tangani" ucap Nizam pada Sonia.
"surat apa ini tuan" tanya Sonia.
"aku akan bertanggungjawab jawab, aku akan menikahimu hanya sampai anak dalam kandunganmu itu lahir, selepas itu kita akan bercerai" ucap Nizam tegas.
Sonia hanya menatap Nizam dengan mata berkaca-kaca, lalu menandatangani surat perjanjian itu.
Suara panggilan di ponsel Nizam.
"Hallo.. ya saya sendiri" ucap Nizam menerima panggilan itu.
"anda siapa ? dan ada urusan apa anda dengan saya" cerca Nizam pada orang disebrang sana.
Nizam menyimak perkataan orang yang menelfonnya, raut wajahnya berubah menjadi serius.
"Kapan kita bisa bertemu ?" tanya Nizam.
"Oke... saya akan segera terbang kesana, lebih cepat lebih baik" ucap Nizam mengakhiri panggilan itu.
"tuan mau kemana ?" tanya Sonia mendengar percakapan Nizam dengan seseorang yang ada di panggilan tadi.
"bukan urusanmu, persiapkan saja pernikahan ini dengan ibuku, aku tidak akan kabur" cerca Nizam pergi meninggalkan Sonia
"Kenapa hidupku menderita seperti ini, apa kesalahanku tuhan begitu banyak cobaan yang kau berikan padaku" Batin Sonia mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
Disaat itu ada seseorang yang memberikan sebuah sapu tangan kepada Sonia.
__ADS_1
"wanita cantik tidak boleh menangis" ujar pria itu.
"terima kasih" balas Sonia menerima sapu tangan darinya.
"bagaimana bisa wanita secantik dirimu menangis" tanya pria itu.
"maaf kurasa kita tidak saling mengenal, sebaiknya saya pergi terima kasih" ucap Sonia berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan pria itu.
"Wanita yang sangat cantik, pria mana yang telah membuatnya menangis" batin pria itu tersenyum melihat punggung Sonia yang perlahan menghilang.
Dikediaman mansion alson...
"kenapa diam saja" tanya alson padamu.
"ti..tidak ada" jawabmu kikuk.
Terasa nafas alson yang menerpa wajahmu, semakin dekat dan semakin dekat senyuman alson membuatmu tak sadar kalau wajah kalian sudah sangat dekat hanya berjarak beberapa centi saja.
Cuuppp....
Bibir kalian saling bersentuhan, kamu memejamkan matamu seakan menyambut ciuman dari alson.
Lumayan lama kalian berciuman hingga terasa semakin panas, sampai akhir dari ciuman kalian terlepas untuk saling mengambil nafas.
Sadar atas apa yang baru saja kalian lakukan, mata kalian saling tatap dan kamu pergi meninggalkan alson dari ruang pelatihan, Bimbang... itu yang kamu rasakan saat ini.
"aaarrrkkkk.. kenapa aku tidak bisa mengontrolnya tadi" ucap alson frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
Manis...
Hanya kata itu yang ada di pikiran alson bahkan juga dirimu, rasa manis di bibir kalian berdua sangat terasa saat melakukan ciuman tadi.
Kamu berjalan ke arah kamarmu, dengan masih memegang bibirmu kamu masuk kedalam kamar mandi.
"apa yang sudah kulakukan, sangat manis bahkan lebih manis dari Nizam" Batinmu mengingat kejadian tadi. lalu menggelengkan kepalamu.
"tidak.. tidak boleh.. aku bisa gila karena ini, aku harus mandi biar pikiranku kembali jernih" Hardikmu pada dirimu sendiri.
To be continue... ❤️
Buat yang kepo tentang kelanjutan hidupnya Nizam sabar ya, dia juga punya cerita sendiri setelah kamu tinggalkan. tapi sekarang masih dalam wacana ya.. aku masih fokus cerita tentang kamu niihhh.. 😁😁
__ADS_1