
Alson dan Arvan sibuk mencari keberadaanmu, dengan cepat Riko dan Rendi yang di tugaskan telah datang dan membawa informasi penting yang ingin di ketahui oleh kedua tuannya.
"Bagaimana.. sudah menemukannya" ucap alson dingin kepada Riko dan Rendi.
"sudah tuan.. saya telah memeriksa rekaman cctv semua jalan raya di Spanyol, nyonya terekam saat melewati jalan menuju Factory Getafe Outlet Spain dan rekaman terakhir taxi yang di tumpangi nyonya menuju Gibraltar tuan" jelas Rendi kepada mereka berdua.
"Dan ini termasuk kabar buruk juga taun" tambah Riko.
"apa.. katakan" sahut Arvan menatap tajam.
Riko dan Rendi saling menatap ragu akan menjelaskan informasi yang telah mereka dapatkan.
"tu..tuan.. terjadi ledakan besar di terowongan Gibraltar dan pada saat itu terowongan itu adalah jalur lintas yang di lewati oleh nyonya" terang Riko gemetar.
"APA...." pekik Alson dan Arvan terkejut.
"kami telah melakukan penyelidikan dan mencari nyonya di kawasan Gibraltar dan mendapati taxi yang di tumpangi nyonya be..berada di dalamnya tuan" ucap Riko.
Alson berdiri dan mencekal kerah kemeja Riko.
"apa kau bilang..." ucap Alson dengan nada tinggi.
"Alson tenangkan dirimu." pekik Arvan.
"apa kau bilang.. tenang.. bagaimana aku bisa tenang hah.. dia telah memberikan informasi seenaknya seperti ini" teriak Alson.
"ALSON TENANGLAH.." teriak Arvan.
"kita akan kesana sekarang.. cepat siapkan kendaraanku kalian keluar sekarang" ucap Arvan dingin.
Riko dan Rendi langsung keluar ruangan untuk menyiapkan kendaraan.
"ini tidak mungkin.. intan tidak mungkin pergi Arvan.. tidak mungkin.." ucap Alson meneteskan air mata.
"kita akan kesana sekarang.. kita akan melihat dengan mata kepala sendiri" ucap Arvan menahan air mata.
Setelah kendaraan siap Alson dan Arvan menuju ke kawasan Gibraltar untuk memastikannya sendiri, pengawalan dengan puluhan Mafioso dari jalur darat, laut maupun udara mereka lakukan untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak di inginkan.
Sesampainya di terowongan itu, sudah banyak para polisi yang melakukan investigasi serta stasiun televisi yang menyiarkan kejadian ini.
"maaf tuan anda tidak bisa melewati terowongan ini.. telah terjadi ledakan besar disini dan kami sedang melakukan investigasi" ucap salah satu aparat kepolisian.
"enyah dari hadapanku" ucap Alson dingin dan melanjutkan langkahnya memasuki terowongan itu.
Mereka masuk kedalam terowongan itu dengan beberapa Mafioso yang mengikutinya, sisanya berjaga di kedua sisi mulut terowongan untuk menjaga keamanan mereka.
Terlihat jarak lima puluh meter dari mulut terowongan ada banyak penyelidik yang sedang bertugas, dan sebuah taxi yang telah terbakar akibat ledakan besar itu.
"tu..tuan Arvan.." ucap salah satu penyelidik yang mengenalinya.
Tanpa tegur sapa sama sekali, Alson dan Arvan berjalan mendekati taxi itu dan membuka pintu taxi memeriksa keadaan mayat yang ada di dalam sana.
Alson langsung mengalihkan pandangannya tidak kuasa melihat keadaan mayat itu, tetesan air mata mengalir begitu saja.
Sedangkan Arvan menatap mayat itu menguatkan hati dan pikirannya bahwa itu bukan mayatmu.
__ADS_1
"tidak.. aku tidak percaya.. tidak mungkin mayat ini adalah kamu intan" Batin Arvan teriris dan mulai meneteskan air mata.
Alson menangis tanpa suara, dia berjalan menuju mobil sportnya dan menangis di dalamnya.
"tidak... tidak..." lirih Alson menangis.
Alson menghidupkan mesin mobil, dan mulai menjalankan mobil sportnya keluar dari mulut terowongan di sisi lain, Riko yang melihat tuannya tengah terluka hendak pergi mengejarnya hanya saja di cegah oleh Arvan.
"jangan ikuti dia.. biarkan dia menenangkan dirinya dahulu" ucap Arvan mencegah Riko.
Kring... kring...
Suara panggilan masuk di ponsel Arvan.
"Hallo Arvan.. kemana Alson.. aku menelfonnya sebanyak sepuluh kali tapi tidak dia angkat.. aku ada informasi penting saat ini" ucap orang itu dari balik sana.
"dia sedang sedih Jacob.. kau bisa mengatakannya padaku" balas Arvan.
Orang itu adalah Jacob, dia di tugaskan Alson untuk menyelidiki langsung gerak-gerik dari mafia black rose paman yang menggantikan Liliyana memimpin organisasi itu sekarang.
"oke.. aku mendapatkan informasi bahwa mereka akan meledakkan terowongan Gibraltar, itu saja.. tapi aku tidak tahu target mereka siapa" terang Jacob padanya.
Arvan langsung membulatkan bola matanya dan mengepalkan tangannya.
"Albert Hudgson... kau tidak akan bisa hidup lebih lama lagi" Batin Arvan penuh dendam.
"hallo... Arvan.. apa kau mendengarku.." ucap Jacob dari balik sana karena tidak mendapat sahutan Arvan.
"yeah aku mendengarmu.. aku tahu siapa target mereka.. ledakannya sudah terjadi satu jam yang lalu" balas Arvan.
"oh yeah.. siapa targetnya ?" tanya Jacob.
"APA... bagaimana keadaanya sekarang ?" tanya Jacob.
"di..dia.." ucap Arvan terhenti.
Disisi lain Jacob yang bersembunyi di kawasan musuh mengerti akan maksud dari terhentinya jawaban Arvan, raut wajah yang selalu menampakkan wajah humoris itu seketika berubah menjadi dingin dan tajam.
"ayo kita kembali ke markas" ucap Jacob dingin mengajak seluruh mata-matanya kembali.
"baik tuan" jawab mereka serempak.
Kembali ke tempat Arvan saat ini...
"tuan Arvan.. sungguh terhormat bagi saya dapat melihat anda secara langsung.." suara salah satu penyelidik itu.
"maaf nona... anda tidak boleh mendekati tuan kami" hadang tiga Mafioso itu.
"tapi.. saya hanya ingin berbicara kepadanya sebentar" ucap penyelidik itu hanya saja tetap di hadang.
"Riko.. cepat bawa mayat intan untuk di kebumikan, Rendi persiapkan seluruh mafiosoku menyiapkan senjata, beberapa hari lagi kita akan berperang" titah Arvan.
"baik tuan" jawab Riko dan Rendi bersamaan.
Mendengar ada keributan di belakangnya, Arvan menoleh ke belakang dan terlihat ada seorang penyelidik wanita tengah berdebat dengan Mafiosonya.
__ADS_1
"ada apa ini.." ucap Arvan dingin.
"maaf tuan.. nona ini bersikeras untuk menemui anda" balas salah satu Mafiosonya.
"untuk apa kau ingin menemuiku" ucap Arvan menatap penyelidik itu tajam.
"tu..tuan saya sangat mengidolakan anda, saya ingin mendapatkan foto bersama anda apakah boleh" pinta penyelidik itu.
"ck.. dasar wanita tidak berguna.. ayo pergi" ucap Arvan dan berjalan menuju mobil sportnya.
"tuan.. tuan Arvan.. kuhomon.." teriak penyelidik itu.
Arvan mengemudikan mobilnya keluar dari mulut terowongan yang dia masuki awal tadi, para pengawalan Mafioso itu juga mengikuti tuan mereka kembali ke markas.
Sesampainya di markas Jacob juga sudah menunggu kedatangannya, untuk membicarakan masalah yang telah terjadi.
"dimana alson.." tanya Jacob pada Arvan.
"mungkin dia sekarang tengah menenangkan dirinya Jacob.." jawab Arvan.
"baiklah langsung kita bahas saja masalah ini walaupun tanpa Alson, nanti saat dia kembali kita bicarakan dengannya supaya lebih matang" tambah Arvan dan di angguki Jacob.
Setelah membahas begitu banyak rencana, Arvan dan Jacob menunggu kedatangan Alson, hanya saja hingga tengah malam alson tetap belum juga kembali.
"kemana pria sialan itu... kita harus bergerak cepat saat ini" gerutu Arvan.
"dia akan kembali besok pagi Arvan.. kau tenang saja, kita persiapkan pemakaman intan dulu untuk besok pagi" ujar Jacob.
"yeah.. kau benar" balas Arvan dan kembali masuk ke mansion bersama Jacob.
Setelah menyiapkan segala keperluan untuk besok, Arvan dan Jacob kembali ke kamar mereka masing-masing, sesaat setelah menutup pintu kamar suara Isak tangis menggema di dalam kamar itu.
Arvan menangis sejadi-jadinya disana, sakit karena kehilangan orang yang dia cintai, saat Arvan melihat mayatmu dia sangat tersiksa mendapati mayat dengan penuh luka bakar hingga tidak bisa di kenali sama sekali.
"kenapa... kenapa kamu pergi begitu jauh intan.. kenapa.. " Isak tangis Arvan.
"kamu berjanji kamu akan bahagia.. kamu berjanji akan membuatku menjadi seorang ayah juga.. tapi kenapa kamu pergi meninggalkanku" lirih Arvan.
"aaaarrrrrrrkkkkkkk" teriak Arvan frustasi dan membanting seluruh barang yang ada di kamarnya.
PPPYAAAARRRRR..... PPYYAARARR...
Suasana penuh duga sangat terasa di kediaman Arvan, sepi bagaikan mansion megah tidak berpenghuni sama sekali.
Semua Mafioso merasa kehilangan atas kepergian Queen mereka, api balas dendam dalam hati mereka telah terbakar besar.
Mereka berjanji akan membalaskan dendam tuan mereka kepada orang yang telah melakukan ini semua.
...❤️....THE END.... ❤️...
Berita apa ini... kenapa kamu pergi intan.. kenapa kamu meninggalkan Arvan.. Arvan sendiri merasa sangat kehilangan apa lagi Alson suamimu.. bagaimana keadaan alson saat ini.. kenapa dia belum juga kembali... kenapa dia harus kembali besok pagi.. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
OKE cerita author sampai sini dulu.. author masih sangat sedih karena intan jahat dengan pergi begitu saja 🥺
tapi tenang akan ada ekstra chapter untuk pembalasan dendam Alson dan juga Arvan atas kecelakaan ini.
__ADS_1
"Terus ini endingnya gimana Thor ???? aku gak terima kalau sad ending 😭"
baca dulu ekstra chapternya ya gaess... nanti kalian akan dapat jawabannya.