
"Nizam.. kamu sudah siuman..." ucapmu memasuki ruangan.
Terlihat Nizam tengah terduduk di atas brankar dan tersenyum menatapmu.
"syukurlah... Arvan apa kamu sudah memanggil dokter ???" tanyamu pada Arvan.
"sudah.. dokter sudah memeriksanya tadi" jawab Arvan.
"kalau begitu ayo aku suapi kamu makan, tubuhmu pasti lemah karena hanya mendapat nutrisi dari selang vitamin" ucapmu pada Nizam dan mulai menyuapinya bubur rumah sakit.
"terima kasih intan.." ucap Nizam lirih.
Kamu tersenyum padanya dan menyendokan suapan kedua pada Nizam, sedangkan Arvan beralih menatap alson yang sedari tadi hanya diam mematung di sofa ruangan.
"ahhh... syukurlah Nizam sekarang sudah sadarkan diri" ucap Nizam dan mendudukan tubuhnya di sofa juga.
Alson tetap diam.
"heh.. pria sialan kenapa kau dari tadi diam saja" ucap Arvan memecah keheningan antara mereka berdua.
Tetap tidak ada jawaban dari alson, Arvan hanya bisa menghela nafas panjang.
"aku tahu kau cemburu pada istrimu karena memperhatikan Nizam, aku juga cemburu padanya kau tahu itu" ucap Arvan lagi.
Kini alson mengalihkan pandangannya ke Arvan.
"kau itu suami pencemburu berat ternyata alson, istrimu memperhatikan Nizam karena dia merasa bersalah kepadanya.. istrimu beranggapan bahwa keadaan Nizam saat ini karena melindunginya, jadi dia menebus rasa bersalahnya dengan merawat Nizam hingga sembuh" ujar Arvan panjang lebar.
Pukkk.... Arvan menepuk pundak alson.
"ingatlah alson.. dunia isrtimu sekarang hanyalah dirimu, tidak ada lelaki satupun yang bisa menggantikan posisimu di hatinya sekarang ini... percayalah..." ujar Arvan lagi dan pergi menjauh dari alson ke arahmu dan Nizam.
"Benarkah seperti itu... haruskah aku percaya... aku ingin mendengarnya langsung darimu sayang" Batin Alson ragu.
Huh... dasar suami tidak peka... 😑😑
Setelah merenungi ucapan Arvan kini Alson berdiri dari duduknya dan berjalan ke arahmu, di pegangnya kedua pundakmu dan tersenyum kepada Nizam.
"syukurlah kau sudah siuman Nizam.. banyak kejadian tak terduga yang telah kau lewatkan selama tak sadarkan diri" ucap alson pada Nizam.
"apakah sangat mengkhawatirkan alson ??" tanya Nizam.
"tidak.. semuanya sudah teratasi, ada satu kabar gembira yang harus kau ketahui, dan mungkin istri tercintaku ini yang akan memberi tahumu" ucap alson dan kamu mengangguk antusias.
"yeah.. kamu tahu Nizam.. sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah, Sonia akan segera melahirkan" ujarmu pada Nizam.
Nizam terdiam.
"kenapa Nizam.. bukankah ini kabar yang baik.. seharusnya kamu berbahagia atas kabar ini" ucapmu lagi.
__ADS_1
"tidak begitu intan.. aku sangat bahagia karena akan menjadi seorang ayah, tapi aku tidak bisa melihatnya disaat dia melihat dunia untuk pertama kalinya" ujar Nizam.
"keadaan yang memaksamu seperti ini Nizam.. maafkan aku" ucapmu menyesal.
Nizam tersenyum kepadamu.
"alson jagalah wanitaku ini baik-baik... jika kau menyakitinya maka aku akan kembali ke kehidupan kalian berdua dan merebut intan kembali secara paksa" pekik Nizam pada suamimu.
"aku berjanji padamu demi hidupku.." balas alson.
Kamu tersenyum menatap suamimu, dan menaruh mangkuk bubur di nakas.
"baiklah.. sekarang istirahatlah supaya cepat sembuh, agar secepatnya dapat melihat anakmu Nizam.." ucapmu.
Nizam mengangguk dan kamu membantunya untuk menidurkan diri, sedangkan Alson dan Arvan berjalan menuju sofa santai di ruangan itu.
Setelah membantu Nizam dan dirasa Nizam sudah tertidur kamu berjalan mendekati kedua pria tampan itu dan duduk disamping suamimu.
"ayo kita makan malam dulu sebelum istirahat" ucapmu dan menggandeng tangan suamimu.
Hanya saja Alson tidak menuruti keinginanmu, dia tetap terdiam dan menatapmu dalam.
"ehemm.. sebaiknya kalian kembali ke ruang istirahat saja, aku akan menyuruh Riko mengantarkan makan malam ke kamar kalian" ucap Arvan canggung akan ketegangan ini.
"Baiklah.. ayo kita kembali ke kamar sayang" ajak Alson padamu.
"sayang.. apa ada masalah..." ucapmu disaat alson telah menutup pintu kamar.
Alson menatapmu dalam begitu lama dan berjalan mendekatimu.
"sayang.. jangan membuatku takut" ucapmu dengan langkah mundur.
Alson tetap diam dan menatapmu dalam.. hingga langkah mundurmu terhenti karena terhalang tembok, dan saat Alson sudah sangat dekat ditariknya tanganmu lalu di dekapnya kamu dalam pelukannya.
Pelukan yang sangat erat...
"jangan tinggalkan aku.. aku sangat mencintaimu sayang... berjanjilah padaku kamu tidak akan meninggalkanku" ucap alson.
"aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu tidak akan bisa aku meninggalkanmu" balasmu dan memeluk erat suamimu.
"maafkan aku sayang yang sangat pencemburu ini.. aku cemburu disaat melihatmu begitu perhatian pada orang lain.. aku sangat egois karena menginginkanmu dan tidak rela untuk berbagi" ucap alson sendu.
" maafkan aku juga karena sudah membuatmu cemburu, tapi percayalah duniaku hanya ada dirimu alson" balasmu dan mencium bibir sexy suamimu itu.
Ciuman begitu lama yang sangat lembut.. bahkan kamu sendiri dapat merasakan cinta suamimu yang tersalurkan lewat ciuman itu.
"aku sangat mencintaimu sayang" ucap alson di tengah-tengah ciuman itu.
"aku juga sangat mencintaimu sayang" balasmu.
__ADS_1
"ayo kita makan malam dulu dan segera istirahat.. besok kita harus melakukan pertemuan penting dengan para sekutu mafiaku sayang, malam ini Jacob juga akan segera tiba" ujar alson membawamu ke sofa santai yang telah tersedia makanan di atas meja.
"apakah kamu akan menjemput Jacob di bandara sayang ??" tanyamu pada Alson.
"untuk apa aku menjemputnya sayang.. aku adalah tuannya.. Riko yang akan menjemputnya" ucap alson.
"Baiklah.. ayo kita makan malam dulu" ujarmu dan mulai mengambilkan makanan untuk suamimu.
Keesokan harinya...
Pertemuan penting para sekutu kedua mafia telah tiba, Jacob juga sudah berada di tempatnya.. ruang VVIP restoran terbesar di Spanyol ini begitu luas dan mewah, pertemuan penting yang akan membahas perihal musuh kuat yang tidak mudah untuk di kalahkan jika tidak membuat rencana yang matang.
"Baiklah.. saya akan memimpin pertemuan hari ini, kalian bisa melihat di layar proyektor.. inilah Albert Hudgson mafia terkejam tertinggi di dunia mafia paman dari almarhum Liliyana Hudgson.. dari analisisku Albert adalah pion terkuat di black rose yang di percayai oleh orang tua Liliyana Hudgson, dan kemungkinan akan menyerang kita cepat atau lambat" jelas Alson memimpin pertemuan ini.
"aku dan Alson menyatakan bahwa kami sekarang bersekutu, dan sebagai pemimpin tertinggi di mafia ini kami perintahkan semua sekutu berdamai dan bersatu untuk menaklukan mafia black rose" tambah Arvan dan semua sekutu patuh.
Pertemuan berjalan hingga tiga jam lamanya, kamu yang sedari tadi duduk di samping suamimu merasa bosan karena hanya diam dan memperhatikan.
"selamat siang tuan alson..perkenalkan saya Kamal dan ini saudara saya Jackson.. kami sekutu dari black shadow mengaku sangat kagum atas keberhasilan anda.. sudah lama kami juga ingin bersekutu dengan anda, semoga penggabungan kita pada hari ini akan selalu terjalin dengan baik ke depannya" sapa dua sekutu dari Arvan pada alson saat pertemuan telah selesai.
"yeah.. saya juga sangat senang jika anda bergabung dengan saya.. semoga penggabungan ini akan membawa keuntungan yang berkala" balas alson.
"apakah nyonya besar di samping anda adalah istri anda tuan alson" tanya sekutu itu pada alson.
"yeah... perkenalkan dia adalah istriku intan Gustiwana Johannes" ucap alson memperkenalkanmu.
Kamu tersenyum kepada kedua orang itu.
"dari kabar yang saya dengar istri anda adalah wanita yang sangat cantik, pintar dan berbakat dalam segala hal, bahkan anda membimbingnya bela diri dan memainkan pistol dalam jangka waktu hanya 2 bulan saja nyonya black fogs telah menguasainya ... sungguh pendamping yang sangat cocok bersama anda" ujar sekutu itu mengagumimu.
"hahaha... anda terlalu berlebihan tuan.. dan terima kasih untuk pujiannya, istriku memang wanita terhebat dalam hidupku" puji alson padamu.
"alson bisakah kita keluar sekarang aku sudah sangat lapar" bisikmu di telinga alson.
"ehemm.. maaf tuan-tuan sepertinya istri saya sedikit tidak enak badan jadi saya akan segera membawanya ke kediaman Arvan untuk istirahat" ucap alson berpamitan.
"baiklah kalau begitu tuan.. semoga hari anda menyenangkan, anda adalah tamu kami" balas salah satu sekutu.
Alson membalas dengan anggukan lalu menggandeng tanganmu keluar dari ruang VVIP itu, dan membawamu ke ruangan lain di restoran yang sama.
"sayang bukankah kita akan kembali ke kediaman Arvan" ucapmu bingung dan melihat banyak makanan tersedia di meja dalam ruang VIP itu.
"apa kamu akan pulang dengan perut yang kosong sayang.. ayo kita makan siang dulu" ujar alson dan mendudukanmu.
"Dan yeah.. satu lagi sayang.. aku tidak suka jika banyak lelaki yang terpesona padamu, cukup Nizam dan Arvan saja yang aku hadapi.." timpal alson padamu.
"Dasar Pencemburu.. walaupun banyak lelaki yang berjajar di hadapanku.. aku akan tetap memilihmu Alson Johannes.." balasmu dan mulai melahap makananmu.
To be continue... ❤️
__ADS_1