
"apa kalian tidak bisa bekerja dengan baik hah... mengurus harimauku saja tidak becus" teriak Liliyana sambil memukul punggung dua pelayan dengan rotan.
"hissk.. hissk.. hisskk... maafkan kami nona" pinta kedua pelayan itu dengan penuh kesakitan.
"tidak ada kata maaf.. jika harimauku mati maka nyawa kalian yang akan jadi taruhannya" ucap Liliyana dan kembali memukul kedua pelayan itu dengan sangat keras.
Siksaan yang di saksikan oleh semua pelayan yang ada disana, semua orang ketakutan melihat Liliyana yang penuh amarah saat ini.
"Berani-beraninya kalian meracuni harimauku hah.." teriak Liliyana memukuli mereka membabi buta.
"aarrkk... maafkan kami nona.. kami tidak melakukannya.. hissk.. hiisskk" pinta kedua pelayan itu memohon.
Peliharaan Liliyana hari ini keracunan setelah sarapan daging segar yang disiapkan oleh kedua pelayan yang tengah disiksa oleh Liliyana saat ini, karena peliharaan itu adalah kesayangan Liliyana bahkan menjadi sahabat Liliyana selama empat tahun terakhir ini.
Kedua pelayan itu pingsan karena sudah tidak mampu menahan siksaan dari Liliyana, sedangkan Liliyana menyudahi acara siksaannya itu dan pergi ke ruang perawatan harimauya.
"Bagaimana keadaannya ??" Tanya Liliyana khawatir pada seorang dokter hewan.
"keadaannya bisa tertolong, karena dosis racun yang masuk kedalam tubuhnya tadi tidak terlalu tinggi" terang dokter hewan itu pada Liliyana.
"syukurlah..." ujar Liliyana sambil mengelus badan peliharaannya yang tengah tertidur.
"tolong rawat harimauku baik-baik.. aku akan pergi dulu" ucap Liliyana lagi.
"Baik nona.." balas dokter itu.
Sekarang Liliyana sudah berada di ruang latihan Tembaknya yang berada di bawah tanah mansionnya, membuka kotak kayu besar penuh dengan sejata api kesayangannya.
Liliyana mengangkat senjatanya dan mengamatinya sambil tersenyum sinis ke arah senjatanya.
"sudah lama aku tidak menyentuhmu.." ucap Liliyana pada senjatanya sendiri.
Doooorrrr....
Suara tembakan dari senjata Liliyana tepat mengenai buah apel yang berada di atas kepala seorang bodyguard dengan penutup mata.
"apa yang kau inginkan.." ucap Liliyana tajam pada bodyguard itu.
Bodyguard itu tersenyum sinis dengan penutup mata yang menghalangi pengelihatannya.
"siapa yang mengirimmu..." ucap Liliyana lagi.
"sampai kapanpun aku tidak akan mengatakannya nona.. lebih baik kau tembak mati saja aku" balas bodyguard itu.
"Baiklah... akan ku kabulkan permintaanmu" ucap Liliyana.
Doorr... Dooorrr... Dooorr...
Tiga tembakan tepat mengenai kepala bodyguard itu, dan nyawapun sudah pasti melayang seketika.
Liliyana sudah mengetahui siapa yang telah meracuni harimaunya, dan bodyguard yang baru saja dia tembak adalah pelakunya.
__ADS_1
Walaupun bodyguard itu tidak mengatakan siapa yang sudah mengirimnya, Liliyana sudah mengetahuinya terlebih dahulu.
"Arvan... aku akan menunggumu.." ucap Liliyana sambil mengusap senjatanya lembut mengingat masa lalu.
*Flash back On...*
"Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday 2x.. Happy birthday to you" nyanyian selamat ulang tahun dari Arvan untuk seseorang.
"selamat ulang tahun ke-20 Liliyana Hudgson.. semoga tahun ini kejutan membahagiakan selalu menyertaimu" harapan Arvan untuk ulang tahun Liliyana.
"Terima kasih kak Arvan.." ucap Liliyana terharu atas kejutan yang diberikan Arvan.
"ini bunga serta hadiahku untukmu.. dan sebelum itu buat harapan terlebih dahulu sebelum meniup lilinnya" terang Arvan.
Liliyana pun memejamkan matanya dan membuat harapan untuk ulang tahunnya di tahun ini.
"Tuhan.. berikanlah kebahagiaan kepada kak Arvan dan kepadaku.. persatukanlah kami dalam perasaan kami, dan semoga impianku bisa terkabul jika kelak dapat bersatu dengan kak Arvan" Harap Liliyana dan mulai meniup lilin kue ulang tahunnya.
"terima kasih kak.. dari semua orang yang aku sayangi hanya kakak yang mengingat hari ulang tahunku" ucap Liliyana terharu.
"sudah.. ayo kita rayakan hari ini, kau mau kemana aku akan mentraktirmu" balas Arvan.
"Benarkah... kemanapun..." tanya Liliyana.
"yeah... kemanapun" jawab arvan.
"Terima kasih kakak..." ucap Liliyana dan memeluk Arvan.
"tentu saja.. ini memang untukmu" jawab Arvan.
"ini kan..." ucap Liliyana berbinar melihat hadiah yang Liliyana idam-idamkan selama ini.
"yeah.. Colt 1911 untukmu Liliyana" sahut Arvan.
Liliyana menatap Arvan dan tersenyum bahagia kepadanya.
"sekali lagi terima kasih kakak.." ucap Liliyana.
Doooorrrr....
Suara tembakan dari hadiah yang diberikan Arvan di hari ulang tahun Liliyana.
Jenis senjata api pistol satu ini dibuat oleh pengrajin pistol kenamaan bernama John Browning. Soal rumor, Colt 1911 sudah menjadi semacam legenda yang lekat dengan militer Amerika.Pistol ini mungkin terkesan tua modelnya, tapi sudah dipakai lebih dari 70 tahun. Bukan tanpa alasan kenapa sebuah pistol sampai digunakan selama 7 dekade.
Colt 1911 berisi 7 buah peluru dan setiap satu butirnya bisa dimuntahkan dengan kecepatan 1.225 kaki per detik. Belum lagi, pistol ini juga sangat enak dalam penggunaannya. Di Amerika, pistol mematikan ini tidak hanya populer di kalangan militer, tapi juga rumahan.
*Flash back off...*
"sudah empat tahun lamanya.. kau berharap aku mendapatkan kejutan membahagiakan di tahun kelahiranku yang ke-20 waktu itu, dan yeah.. kejutan memang datang" ucap Liliyana memandangi Colt 1911.
"bukan kejutan kebahagiaan yang datang.. tapi kejutan dimana aku harus menerima resiko kepahitan selama empat tahun hingga saat ini" tambah Liliyana dan kembali menembakan beberapa peluru ke arah sasaran.
__ADS_1
Liliyana latihan menembak dengan tatapan tajam penuh kebencian yang melekat pada wajahnya, hingga tanpa disadari Liliyana meneteskan air mata sesekali.
BOOOMMMM.....
Ledakan besar terdengar hingga menggoyang ruang bawah tanah mansion Liliyana, bahkan Liliyana sendiri juga hampir terjungkal karena ledakan itu.
"ho.. ho.. ternyata secepat ini" ucap Liliyana dengan senyuman sinis.
Liliyana menstabilkan tubuhnya kembali dan merapikan setelan jas yang dipakainya, dia kantongi Colt 1911 dan berjalan keluar dengan menenteng senapan angin lainnya.
Liliyana berjalan melewati setiap ruangan di mansionnya dan berjalan memasuki lift, naik ke lantai paling atas bangunan mansionnya.
Suara ledakan berkali-kali terdengar, tapi Liliyana tetap memperlihatkan wajah tenangnya.
Liliyana sudah memprediksi serangan ini sebelumnya, jadi dia telah mempersiapkan pertahanan dan rencana yang sangat matang, cuma dia tidak mengira serangan ini akan secepat dari perkiraannya.
"nona.. mereka telah menerobos gerbang keamanan terakhir kita, dan sebentar lagi akan masuk ke halaman mansion" terang asisten pribadinya.
"biarkan saja mereka menerobos" ucap Liliyana santai.
Disisi lain...
"sayang.. tetaplah disini aku tidak mau jika kau kenapa-kenapa" ucap alson padamu.
"apa harus dengan kita berada dalam mobil yang berbeda alson" cercamu pada suamimu.
Alson hanya menatap sendu lalu mencium keningmu.
"itu harus dilakukan sayang.." ucap alson dan keluar dari mobil yang ditumpangimu.
Alson berjalan masuk kedalam mobil yang sudah ada Jacob, Arvan dan Nizam didalamnya.
Mobil melaju secara cepat dengan kawalan penuh, mobil yang di tumpangi oleh para King masuk melewati gerbang mansion megah yang sebagian telah hancur karena ledakan Bom, sedangkan mobil yang kamu tumpangi berhenti di luar mansion.
"kenapa berhenti pak.." ucapmu pada sopirmu.
"maaf nyonya.. ini perintah tuan alson" jawab sopir itu.
"oh begitu.." sahutmu sambil mengeluarkan sapu tanganmu dari tas.
Kamu dekap sopir itu dengan sapu tangan yang sudah kamu tuangi obat bius sebelumnya, dan dua menit kemudian sopir itu sudah tidak sadarkan diri.
"aku harus cepat menyusul mereka.. tidak akan kubiarkan mereka membunuh wanita itu, bagaimanapun wanita itu juga seorang korban dulu.." Garutumu dan keluar dari mobil.
Kamu mengendap-endap dan harus melewati lima gerbang yang menjadi penghalang mansion itu, dengan sangat hati-hati kamu berjalan secara perlahan dan mengamati sekitar.
Doorrrr...
Tembakanmu tepat mengenai lawan dan kembali berjalan masuk ke arah tujuanmu.
To be continue....❤️
__ADS_1