
Acara pernikahan telah usai, kamu tengah berada di dalam kamar hotel itu, dengan jantung yang sangat berdebar, kamu mondar mandir di dalam kamarmu.
"huh.. kenapa aku sangat gerogi seperti ini, gimana kalau dia memintanya malam ini" ucapmu gelisah sambil mondar mandir.
Suara dentingan pintu yang akan terbuka karena card di tempelkan terdengar, jantungmu semakin berdebar, dengan sigap kamu langsung duduk di tepi ranjang berukuran king size dengan hiasan penuh kelopak mawar disana.
Pintu terbuka dan orang yang membuatmu gelisah itu masuk kedalam, kamu memejamkan matamu karena gerogi, siapa lagi kalau bukan Anam Bagaskara.
"dia semakin mendekat, mendekat, mende.." kecupan pada pucuk dahimu terasa sangat hangat, kamu yang tadinya memejamkan mata kini perlahan membukanya.
Anam tersenyum padamu, lalu tertawa.
"hahaha... kenapa ?? kamu takut kalau aku akan memintanya malam ini ?" ucap Anam tepat pada pikiranmu saat ini.
"ti.. tidak, mana mungkin aku takut" dustamu gerogi padanya.
"benarkah...." saut Anam dan mendekatkan wajahnya padamu.
Reflek wajahmu ikut kebelakang menjauh dari wajah Anam yang mendekat.
"aduuhh... kenapa jantungku berdebar seperti ini, bahkan saat berciuman dengan Nizam di rumah dulu tidak se kencang ini jantungku berdebar, apa karena statusnya sudah suamiku jadi seperti ini, ah tidak-tidak aku belum mencintainya" batinmu dalam hati membuyarkan pikiranmu.
"ja..jangan dekat-dekat" ucapmu kikuk dan Anam tersenyum padamu, lalu menjauhkan wajahnya padamu.
" aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, kita hanya akan tidur malam ini, sekarang mandilah atau kamu mau mandi bersamaku ?" goda Anam padamu.
"ah.. tidak - tidak aku akan mandi sendiri saja" ucapmu lalu mengambil handuk.
__ADS_1
"apa kamu mau aku membantu melepas gaunmu" goda Anam sekali lagi.
"tidak aku akan melepasnya sendiri" tolakmu langsung masuk kamar mandi dan menguncinya.
Setengah jam kemudian ritual mandimu selesai, hendak keluar menggunakan handuk saja, dengan santainya kamu membuka pintu kamar mandi yang ternyata di depan pintu sudah ada Anam yang mengepalkan tangan untuk mengetuk pintu.
"haaaa..." teriakmu lalu menutup pintu kamar mandi lagi.
Sedangkan anam malah diam di depan pintu meneguk salivanya kasar tak percaya dengan apa yang di lihat barusan.
"apa yang kamu lakukan di depan pintu" ucapmu keras dari dalam kamar mandi.
"aku juga mau mandi, kamu lama sekali jadi aku hanya mau mengetuk pintu tadi" ucap Anam jujur.
Dan kamu menepuk jidatmu sendiri karena lupa kalau kamu sekarang sudah jadi istri, otomatis kamar akan di tinggali kalian berdua.
"Gimana ini, apa aku harus memintanya mengambilkan baju ganti ku ?" gumamu pada diri sendiri.
"ah iya iya biar dia ambilkan bajuku" ucapmu lalu akan bersuara memanggilnya.
tapi..
"tidak tidak... bagaimana bisa dia mengambilkanku baju, enak dia donk bisa lihat semua baju dalamku" pikirmu lagi.
Lama kamu berfikir, hingga ketukan pintu terdengar.
"apa kamu akan tidur di dalam, aku belum mandi, badanku lengket" ucap suara di balik pintu itu.
__ADS_1
akhirnya sekian lama kamu bertarung dengan pikiranmu, sebuah ide sudah di temukan.
"iya aku akan keluar, tapi aku tidak bawa baju ganti, kamu keluar kamar dulu ya biar aku ganti baju dulu" ucapmu keras agar dia mendengarnya.
"apa ?? tidak aku tidak mau, kau tidak lihat aku tadi sudah telanjang dada, aku tidak mau keluar kamar" elak Anam diluar sana.
"apa dia telanjang dada... aku tidak melihatnya" batinmu dalam hati.
"baiklah kalau gitu kamu hadap tembok lalu berjalan masuk ke kamar mandi, tapi kamu tidak boleh menoleh ke arahku sedikitpun, kamu mengerti" tawarmu lagi.
"oke.. oke.. aku akan hadap tembok, cepat keluar" ucap Anam tak sabar.
setelah itu kamu buka pintu kamar mandi, dan benar, anam menghadap ke tembok, kini kamu melihat punggungnya yang kekar, pemandangan yang indah untukmu, kamu menelan salivamu kasar tak percaya dengan penglihatanmu. kalian saling bergeser dan Anam masuk ke dalam kamar mandi.
"jangan melihati punggungku terus, nanti kamu kaget kalau melihat bagian depan" ledek Anam kemudian menutup pintu kamar mandi.
"enak saja, tidak akan" teriakmu padanya.
setelah mengganti pakaian kamu berbaring diatas ranjang, dan memakan cemilan yang sudah disediakan di kamar itu.
"kenapa dia lama sekali kalau mandi, dasar..." ucapmu mengatai Anam karena tadi dia mengejekmu karena mandi terlalu lama.
Didalam kamar mandi...
"hadeehh.. gara-gara dia aku harus mandi lama malam ini" gumam Anam didalam mandinya.
setelah mandi, Anam melihat ke arah ranjang itu, terlihat kamu sudah tertidur dengan pulas, Anam pun berjalan dan ikut tidur di sampingmu, lalu ikut tertidur bersamamu.
__ADS_1
To be continue... ❤️