
*Flash back On...*
kringg.. kringg...
"Hallo..." ucap Nizam pada panggilan itu.
"Hay.. Nizam apa kabar ?" tanya seseorang pada panggilan itu.
"kabarku baik.. kau Bagaimana ?" tanya balik Nizam.
"sangat baik.. kapan kau akan berlibur ke negaraku, aku akan menyambutmu disini" ucap lagi pria itu dalam obrolan mereka.
"secepatnya aku akan mampir kesana, pekerjaanku sangat padat disini jadi untuk liburan masih belum terpikirkan" balas Nizam.
"hahaha... istirahatlah sejenak kawan jangan cuma pekerjaan saja yang kau pikirkan" sahut pria itu.
"haha.. oke sabarlah akan ku rencanakan liburanku ke negaramu dekat-dekat ini" balas Nizam.
"akan ku tunggu kedatanganmu bersama wanitaku" ucap pria itu.
"wow.. begitukah ??? Arvan Emelio sekarang sudah punya wanita idaman ??" tanya Nizam padanya.
Ya... dia adalah Arvan Emelio sahabat Nizam Narendra Fahrizal.
"haha.. I think yes.. tapi dia wanita yang sangat sulit di taklukkan" tukas Arvan.
"Banarkah... semoga cepat atau lambat kau bisa meluluhkan hatinya" harapan Nizam pada Arvan.
"thanks.. She is my Queen, sangat cantik serta ahli beladiri dan menembak.. yaah.. walaupun masih di bawahku hahaha.." ucap Arvan lagi.
"oh ya.. dia wanita yang sangat handal pasti akan sangat cocok bersamamu" ucap Nizam kembali menyemangati sahabatnya.
"yeah.. kau benar baru kali ini aku menemukan wanita seperti itu, apakah kau mau melihatnya ?" tanya Arvan pada Nizam.
" I don't think it's necessary, let it be a surprise" jawab Nizam.
" Okay.. let me know if you will come here" balas Arvan padanya.
"pasti.. kau jangan khawatir" ucap Nizam pada Arvan.
"okay.. sebaiknya sampai disini dulu, aku harus kembali ke markas karena kemarin ada serangan hendak mengambil senjata-senjata milikku" balas Arvan.
"okay.. you can do it" ucap Nizam singkat.
"thanks.. I Will be waiting for you" balas Arvan.
Kemuadian panggilan itu berakhir, kini Nizam kembali menatap ke arah pigora foto yang ada di meja kerjanya.
"lihatlah intan.. sahabatku telah menemukan cintanya, dan aku karena kesalahan ini harus berpisah darimu" Batin Nizam sambil mengusap fotomu.
__ADS_1
*Flash back off...*
Setelah tenang kini Nizam menatap ke arah Mario dengan tatapan tajam, dia ingin menghabisi Mario saat ini juag, tapi dia juga ingat bahwa Mario telah membantunya untuk mendapatkan bukti bahwa dia tidak bersalah.
"Saya tidak akan pernah melupakan apa yang telah anda lakukan pada kekasihku, saya akan membiarkan anda tetap hidup karena telah membantu saya menemukan semua ini, dan saya pikir kerja sama ini sudah cukup sampai disini" ucap Nizam tegas pada Mario.
Mario dengan susah payah memasang wajah tersenyum pada Nizam walaupun dia sangat malu dan penuh rasa bersalah karena telah melibatkanmu dengan hutangnya pada Arvan.
"Dan yeah.. kau ikut bersamaku" ucap Nizam menunjuk Aiden.
"Baik tuan" jawab Aiden.
"terima kasih atas bantuannya.. saya permisi" ucap Nizam pada Mario dan mengulurkan tangannya.
"sekali lagi maafkan saya" balas Mario lalu menjabat tangan Nizam.
Setelah keluar dari kantor Mario, Nizam dan Aiden pergi ke hotel untuk menginap dan beristirahat sejenak.
Mereka berada dalam 1 kamar VIP yang memiliki 2 kamar di dalamnya, serta fasilitas lengkap lainnya, setelah makan dan membersihkan diri kini mereka berdua berada di ruang tv.
"katakan padaku.. kenapa kau mau bekerja dengan alson" cerca Nizam pada Aiden.
"saya terpaksa.. alson adalah pengusaha sukses yang terkenal ramah pada seluruh koleganya, tapi sebenarnya dia adalah pengusaha kejam jika koleganya membuatnya rugi bahkan hanya secuil dari hartanya" jelas Aiden pada Nizam.
"kau bilang asalmu dari Rusia, tapi kenapa bahasa Indonesiamu sangat baik" tanya Nizam.
"lantas... kenapa kau kembali kesini padahal saat itu kau sudah di antar ke Rusia" tanya Nizam sekali lagi.
"itu karena wajah ini.. alson telah membuat berita kecelakaanku dan menyebarkan bahwa Aiden Smith telah mati, dan keluargaku tidak ada yang percaya jika aku adalah anak mereka karena wajahku telah di ubah menjadi dirimu, jadi tujuanku kemari untuk menemui alson agar dia membantuku" jelas Aiden sekali lagi.
Nizam hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, miris mendengar cerita hidup Aiden, dia berpikir jika Aiden juga korban dari keserakahan alson suamimu.
"jadi kau tidak punya keluarga sekarang ??" tanya Nizam pada Aiden.
"tidak.. kau salah.. bagiku mereka tetap keluargaku, melihat mereka bahagia dari jauh sudah cukup bagiku" tukas Aiden.
"okay.. tapi tetap saja kau masih punya hutang kesalahan padaku, lupakan bantuan dari alson, ikutlah denganku" tawar Nizam pada Aiden.
Aiden hanya menatap Nizam bingung.
"aku ada rencana.. dan untuk menebus kesalahanmu, kau harus membantuku" ucap Nizam lagi.
"membantu seperti apa.." tanya Aiden.
"gantikan posisiku di Indonesia, dan jadilah aku, aku harus menyelesaikan masalahku disini dan itu mungkin memakan waktu lama, aku tidak mau keluargaku curiga" terang Nizam.
"apakah itu harus..." tukas Aiden.
"yeah.. harus.. karena aku harus menyelesaikan perhitunganku dengan alson, dan kau sudah terlibat dari rencananya, sekarang kau harus membayarnya dengan membantuku atau dengan nyawamu" paksa Nizam mengintimidasi Aiden.
__ADS_1
"Baiklah aku akan melakukan semua yang kau perintahkan" jawab Aiden.
"bagus... Persiapkan dirimu, empat hari lagi kau akan terbang ke Indonesia, istirahatlah sekarang " titah Nizam pada Aiden.
"baik.." jawab Aiden singkat dan meninggalkan Nizam menuju kamarnya.
Tak lama dari Aiden, Nizam juga masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
Disisi lain...
Kediaman mansion Arvan.. spanyol.
Dengan sangat pelan Arvan mendekati pintu kamarmu, dia hendak mengetuk tapi beberapa kali dia urungkan.
Akhirnya dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya Arvan mengetuk pintu kamarmu.
"intan.. bisakah kau buka pintunya" teriak Arvan dengan nada lembut memanggilmu.
Kamu tidak menjawab.
"intan..." panggil Arvan lagi dengan tetap mengetuk pintu.
Kamu tetap tidak menjawab.
Hingga panggilan ke tiga Arvan tetap tidak mendapat jawaban darimu, Arvan panik dan mendobrak pintu kamarmu.
Beberapa kali Arvan mendobrak pintu tetap belum terbuka, hingga dobrakan ke tiga Arvan mundur ke belakang mengambil ancang-ancang agar dapat mendobrak pintu kamarnya.
"kyaaa..." teriakmu saat kamu membuka pintu dan Arvan menabrakmu.
Buugghhh...
Kalian berdua terjatuh bersama, dengan kamu yang berada di bawah Arvan.
"apa yang kau lakukan..." teriakmu pada Arvan.
"maaf.. aku tidak sengaja" ucap Arvan dan membantumu berdiri.
"dari tadi kau kemana saja.. aku berulang kali memanggilmu dan kau tidak menjawabnya" ucap Arvan sekali lagi.
"aku sedang mandi, tidak dengar jika kau memanggilku" balasmu dan pergi keluar kamar.
Arvan menyusulmu dan meminta maaf padamu atas kejadian dua hari yang lalu, saat berada di tengah anak tangga kamu berhenti dan mengejutkan Arvan.
Arvan menabrak tubuhmu dan membuatmu kehilangan keseimbangan, dengan cepat Arvan meraih tanganmu agar kamu tidak terjatuh. Badanmu terhuyung ke arah Arvan dan menempel ke tubuh Arvan.
"maafkan aku.. sekali lagi maaf atas kelancanganku saat di ruang gym dua hari lalu" ucap Arvan dengan menatap arah matamu.
To be continue...❤️
__ADS_1