
"apa yang sebenarnya terjadi alson" ucapmu ketakutan.
Alson sendiri langsung mengambil ponselnya dan beberapa saat kemudian banyak bodyguard yang datang mengamankan ruangan itu.
Kamu yang tidak mendapat jawaban dari alson langsung mengunci pintu kamar dan menyembunyikan kuncinya.
"apa yang kamu lakukan sayang, kita harus segera keluar dari tempat ini" teriak alson mengagetkanmu.
Kamu hanya diam dan matamu berkaca-kaca karena ini baru pertama kalinya alson membentakmu.
"ma.. maafkan aku sayang, aku sangat takut jika terjadi sesuatu padamu" ucap alson lembut dan memelukmu.
Sangat terasa gemetar ketakutan di tubuh alson.
"apa yang sebenarnya terjadi alson, tolong jelaskan padaku, kenapa kita diserang seperti ini" tanyamu lirih penuh keraguan.
"maaf sayang aku tidak bisa mengatakannya padamu, ayo kemarikan kuncinya" ucap alson dan meraih kunci di belakangmu, tapi kamu tepis.
"apakah aku sebagai istrimu tidak boleh mengetahui semua tentang suamiku, apa kau menganggapku tidak ada" ucapmu lirih dengan tatapan mata hampa.
Alson hanya diam tidak bisa menjawab.
"katakan alson apa aku tidak berarti bagimu, apa aku ini hanya bayangan bagimu" bentakmu dengan menatap tajam mata alson.
"kamu sangat berharga bagiku sayang, aku tidak mau kamu dalam bahaya karena mengetahui tentangku" ucap alson dengan mata mulai berkaca-kaca.
" aku tidak berarti bagimu alson, tapi aku hanya boneka kesayanganmu, maka dari itu aku tidak berhak mengetahui segala hal tentangmu" ucapmu marah pada alson dan membuka pintu.
Saat kamu keluar banyak bodyguard yang menjaga ruangan itu, dinding kaca berukuran 5 centimeter itu sudah pecah berkeping-keping karena tembakan entah darimana.
Kamu berlari menuju pintu keluar tapi salah seorang bodyguard juga berlari ke arahmu.
"nyonya.. sebaiknya anda berada di dekat tuan, ini sangat berbahaya" ucap bodyguard itu.
Jlebbb..
"aarrkkk..." teriakan bodyguard kesakitan karena ada yang menusuk di punggungnya.
__ADS_1
Kamu hanya tertegun kaget melihat bodyguard itu tersungkur, sedangkan alson langsung berlari ke arahmu dan menangkapmu.
Kalian tersungkur ke lantai bersama dengan lengan alson yang melindungi kepalamu agar tidak terbentur ke lantai.
"lindungi tuan alson dan nyonya intan" teriak salah satu bodyguard senior memerintahkan bawahannya melindungi kalian.
Kamu tetap diam tidak ada teriakan keluar dari mulutmu, hanya tatapan kosong yang kamu tunjukan.
Alson panik karena keadaanmu, dia menggendong tubuhmu yang masih gemetar karena syok berjalan keluar ruangan.
"penembak sudah terlacak keberadaannya tuan, kami sudah menangkapnya" ucap Riko saat alson keluar dari ruangan.
"bawa dia ke markas penjarakan ke ruang penyiksaan bawah tanah, dia telah menyakiti wanitaku" ucap alson cepat dan berlalu dari Riko membawamu ke ruang perawatan perusahaan.
Setengah jam kemudian kamu sudah di periksa oleh dokter, alson sendiri mondar-mandir di depan pintu panik akan keadaanmu hingga dokter keluar dari ruangan.
"bagaimana keadaan istri saya dok" ucap alson panik.
"nona hanya syok tuan karena kejadian tadi, saya sudah memberikan obat penenang untuknya" jelas dokter wanita itu.
"syukurlah, apa bisa saya menemuinya sekarang" pinta alson.
Alson memelukmu erat seakan hari terakhir melihatmu.
"alson lepaskan dadaku sesak karena kamu terlalu memelukku" ucapmu sesak sulit bernafas.
"maaf sayang maaf" ujar alson lalu melepas pelukannya.
"maafkan aku sayang karena menyembunyikan segala hal tentangku darimu" tambah alson padamu, dan kamu tetap diam.
"aku akan menceritakannya padamu tapi tidak sekarang sayang" timpal alson lagi.
"terus kapan alson" suaramu akhirnya keluar.
"nanti jika di mansion, aku akan menceritakannya, maafkan aku karena telah menyeretmu dalam kehidupanku" ucap alson lalu memelukmu.
Disisi lain...
__ADS_1
"maaf tuan penembak kita telah tertangkap, dia terlambat bunuh diri" ucap seseorang pada pria paruh baya yang tengah menghisap cerutunya.
"dasar orang bodoh, melakukan itu saja dia tidak becus" ucap pria paruh baya itu penuh emosi.
*flash back On...*
Seorang pria paruh baya tengah duduk bersantai di kursi kebesarannya menatap map merah dan beberapa foto seorang wanita cantik.
"cantik" ucap pria paruh baya itu.
"dia adalah intan Eka Gustiwana putri kedua dari pengusaha sukses asal Indonesia, semua riwayat hidupnya sudah saya dapatkan menyeluruh" terang seorang laki-laki yang di duga asisten pribadinya.
"apa kau yakin wanita ini kelemahan si bocah sialan itu ?" tanyanya.
"sangat yakin tuan, karena dia telah memberikan perusahaannya kepada wanita ini dan besok adalah pesta penyambutannya" jelas asistennya.
"wow.. perfect pasti wanita ini sangat berharga baginya, siapa Nizam Narendra Fahrizal ?" ucap pria paruh baya itu membaca riwayat hidup mu.
"Nizam Narendra Fahrizal adalah calon suami asli dari wanita ini tuan, dia pria yang terkenal dari keluarga terpandang" jelas asistennya.
"Hmm, kasus perselingkuhan dan pelecehan ya" ucap pria tua itu mengangguk-anggukan kepalanya.
"benar tuan, pernikahan mereka dibatalkan satu Minggu sebelum harinya karena kejadian itu" saut asistennya lagi.
"lalu bocah tengil itu yang menggantikannya ??" cerca pria paruh baya itu.
"benar tuan"
"sangat menarik hubungi anak Indonesia ini, dia akan sangat membantuku, dan satu lagi gertak bocah tengil itu tapi jangan sampai menyakiti wanita ini dia sangat cantik akan cocok bersanding dengan putraku" perintah pria paruh baya itu dan dibalas anggukan oleh asistennya.
"apakah kau masih mengingatku disana ?
aku adalah sahabatmu yang kini menjadi musuhmu, permusuhan ini tak akan berakhir kalau aku belum mati, sekian lama aku menunggu akhirnya kesempatan ini kudapatkan" Batin pria paruh baya itu dengan mengusap bingkai foto di mejanya dan mengarahkan foto itu kedepan.
Terlihat 2 orang pemuda dan 1 wanita tengah tersenyum bahagia dalam foto itu, tapi terdapat coretan tinta di wajah salah satu pria dalam foto itu.
To be continue... ❤️
__ADS_1
Hayoo... siapa pria paruh baya itu, dan siapa foto 3 orang yang dia pegang itu, pantau terus kelanjutan ceritamu ini yaa.. 😁😁😁