Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Amerika


__ADS_3

Dalam perjalanan hanya ada kamu dan Anam di dalam ruangan itu, fasilitas jet pribadi yang hampir sama dengan apartemen.


Sedangkan Riko berada dalam ruang kontrol bersama pilot di depan.


"ayo ke kamar" ajak Anam padamu.


"kamu mau apa" tanyamu kaget padanya.


"aku mau istirahat, kamu tidak istirahat, perjalanan ini bukan 15 menit, Amerika jauh dari sini" ujarnya padamu.


"aku disini saja" ucapmu ragu.


"kamu yakin akan duduk disini" tanya Anam tak yakin akan keputusanmu.


"i..iya, haaaaa..." teriakmu kaget karena Anam tiba-tiba menggendongmu menuju kamar.


"apa yang kamu lakukan, turunkan aku" ucapmu tepat di telinganya.


Lalu dia menidurkanmu di atas ranjang king size itu, dia mengukungmu agar kamu tidak bisa bergerak.


"lepaskan mas, aku tidak mau melakukannya" teriakmu lagi.


Dan Anam menjitak dahimu.


"auwww" pekikmu.


"aku tidak akan melakukannya tan jika kamu tidak memberikannya sendiri padaku, kamu kebanyakan bergerak mangkanya aku mengukungmu seperti ini, istirahatlah perjalanan ini akan menghabiskan waktu yang lama, aku tidak ingin saat sampai disana wajah cantikmu berubah menjadi setan karena kurang tidur, sekarang sudah malam" jelas Anam panjang lebar.


"hah.. ada yang menge..." ucapmu kaget karena ada yang menonjol dibawah sana.


Paham akan maksudmu, Anam langsung berdiri dan jadi salah tingkah karenamu.


"ehemmm.. aku akan mandi lebih dulu, kamu kalau mandi bisa menungguku atau mandi di kamar sebelah juga bisa" ucap Anam salah tingkah dan pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Kamu hanya tersenyum melihat tingkah Anam.


"kelihatannya memang aku harus mulai belajar menerimamu mas" gumamu dalam hati.


Setelah selesai mandi, kamu langsung kembali ke kamar, dan mendapati suamimu sudah duduk di ranjang dengan ponsel di hadapannya.

__ADS_1


Terlihat jelas wajahnya yang masih canggung karena kejadian tadi.


Hampir 1 hari penuh terlewati, akhirnya jet pribadi yang kalian tumpangi telah mendarat, terlihat dari kaca jendela telah siap karpet merah terbentang dan banyak bodyguard yang telah berbaris rapi di samping karpet itu.


Kamu sendiri hanya bisa mengagumi penyambutan untuk kedatangan mereka.


"jadi seperti ini rasanya menjadi istri orang penting" batinmu girang entah apa yang kamu bahagiakan.


Sampai uluran tangan seseorang ada di hadapanmu, siapa lagi kalau bukan suamimu.


"ayo.. kita sudah sampai" ucap Anam padamu.


"oh ya, jika disini kamu harus memanggilku alson, tapi jika di dalam kamar kamu mau memanggilku alson ataupun Anam terserah" tambah Anam padamu.


estts... alson ya, sekarang kita ganti panggilan, karena ada di Amerika. 😂


"iya aku mengerti" ucapmu dengan melontarkan senyum padanya lalu menyambut uluran tangannya.


Kalian berjalan menuruni tangga, setelah menginjak karpet merah semua bodyguard membungkukkan badannya.


Kamu tersenyum melihat semua orang membungkuk, bagaikan mimpi kamu akan di sambut bagaikan ratu.


"ya..." ucapmu dengan menganggukan kepalamu.


"mulai hari ini kamu akan merasakannya, kamu adalah ratu dunia" ucap alson lalu menggandeng tanganmu berjalan melewati karpet merah.


Sesampainya di dalam bandara, bukannya pergi ke pintu keluar, alson menggandengmu berjalan menaiki lift dan naik ke lantai atas.


"kita mau kemana ?" tanyamu pada alson.


"kita akan pulang" balasnya.


"tapi pintu keluar ada disana" ucapmu sambil menunjuk pintu keluar saat pintu lift akan tertutup.


"kita tidak akan keluar lewat pintu para masyarakat itu, kita akan lewat pintu keluar yang ada di atas" jelas alson langsung tersenyum dan merangkul pinggangmu.


Sampai di lantai atas sudah ada helikopter yang menunggu.


"kita akan naik ini ??" ucapmu tak percaya.

__ADS_1


"iya kita akan pulang naik ini, ayo sayang" balas alson dengan sedikit memberi penekanan pada kalimat sayang.


Helikopter lepas landas dari bandara, dan terlihat banyak mobil mewah warna hitam yang mengikuti helikopter mereka dari bawah.


"kita akan segera sampai" bisik alson secara tiba-tiba, lali menunjukan ke arah dimana mansionnya berada dengan telunjuknya.


"cantik sekali" ucapmu tanpa sadar mengagumi mansion milik suamimu.


"ini hanya salah satunya saja, karena aku lebih suka dengan arsitektur mansion ini" balas alson.


"hanya salah satu ?" timpalmu.


"iya salah satu... intan..." ucap alson.


"ya ??"


"apakah aku bisa memilikimu seutuhnya, aku memang memiliki ragamu, tapi tidak hatimu" tutur alson padamu.


"bukan tidak, tapi belum, untuk saat ini memang belum, tapi akan alson, aku sudah ikhlas kamu menjadi suamiku dan aku akan belajar mencintaimu, jadi bersabarlah" jawabmu santai dan memeluk lengan suamimu.


"apakah aku boleh mengganti panggilanku padamu, dan kamu juga" tanya alson sekali lagi.


"mau kamu ganti apa" tanya balik olehmu


"sayang" ucap alson lirih. dan kamu menoleh padanya.


"boleh, suatu saat aku juga akan memanggilmu sayang kalau aku sudah mencintaimu" ucapmu tulus dengan senyuman di bibirmu.


Alson sendiri senang mendengarnya, kamu telah memberinya kesempatan agar bisa mencintainya, dia akan melakukan yang terbaik agar kamu bisa menerimanya dan mencintainya.


"maafkan aku sayang, aku berjanji akan membahagiakanmu, aku takut jika suatu hari nanti jika rahasiaku untuk mendapatkanmu terbongkar, aku takut kalau kamu akan pergi meninggalkanku" batin alson padamu.


Helikopter telah mendarat, semua bodyguard telah bersiap untuk menyambut kedatangan kalian.


kalian berjalan memasuki mansion megah itu melewati halaman belakang.


"selamat datang tuan alson dan nona intan" ucap para pengawal yang ada di mansion itu.


To be continue... ❤️

__ADS_1


__ADS_2