
"cari di keseluruhan Markas dan hutan ini.. cari hingga ketemu" teriakku memerintahkan seluruh Mafioso untuk mencarimu.
"laksanakan tuan.." jawab mereka serentak dan mulai berpencar.
"kita akan mencarinya alson.. tenanglah.." ujar Arvan padaku.
Sudah satu jam lamanya aku mencarimu keseluruh markas, Arvan mengerahkan Mafioso untuk mencarimu di area hutan sekitar markas namun tetap tidak menemukanmu.
"kamu dimana sayang.. jangan membuatku frustasi" ucapku lirih memikirkanmu.
"cari hingga ketemu berapa hari pun itu.. walaupun dibilang istriku sudah meninggal aku tidak akan mempercayainya selama aku tidak melihat jasadnya secara langsung" titahku kepada mereka semua.
"alson tenangkan dirimu.. kita akan mencari istrimu" ucap Jacob.
"ratakan markas ini.. jangan sampai ada yang selamat.. bantai semua Mafiosonya yang sudah tertangkap" ucapku dingin kepada Jacob.
"Baik tuan.." balas Jacob.
BLOOMMMM... BLOOOMMMM....
Dalam waktu lima belas menit saja markas itu mulai runtuh menjadi puing-puing kecil, tidak akan kubiarkan Mafia Black Rose tersisa satu orang pun.
Setelah seharian aku mencari tetap tidak membuahkan hasil, Arvan dan Jacob mengajakku pulang untuk menenangkan diri.
Sakit sekali... rasanya bagaikan di cabik-cabik oleh benda tajam tepat di jantungku, orang tercintaku, calon buah hatiku, tujuan hidupku, semuanya telah sirna.
"ini sudah tiga hari alson.. sudah sangat tidak mungkin jika akan ditemukan" ucap Jacob menemaniku di taman mansion Arvan.
"tidak.. aku tidak akan berhenti mencarinya" balasku tidak ingin.
"sampai kapan kau akan mencarinya, Arvan sampai sekarang juga masih menyisiri sungai yang ada di hutan itu untuk mencarinya dan tidak mendapatkan hasil" ujar Jacob.
"tidak.. tidak..." lirihku dan mulai meneteskan air mata.
"lapangkan dadamu alson, ikhlaskan dia pergi" timpal Jacob menyadarkanku.
Apakah aku harus mengikhlaskanmu pergi ??
Bisakah demikian.. tapi hatiku berkata kamu akan kembali ke sisiku.
"hormat tuan.. di depan ada keluarga tuan alson" ucap seorang bodyguard yang berjaga di gerbang utama mansion.
"keluargaku ???" Batinku ragu.
Aku dan Jacob langsung berjalan ke ruang tamu untuk memastikan kembali.
BUUUGGHHH...BUUUGHHH.... (pukulan seseorang kepadaku).
"Dasar keparat.. suami tidak berguna.. bagaimana caramu menjaga adik kesayanganku hah..." cerca Andre kakak iparku.
"Andre... lepaskan.." titah ayah Gustiwana.
__ADS_1
"Anam apa yang terjadi nak.. intan.. bagaimana bisa.. hisk..hisk..hisk..." ucap ibuku.
"tuan Bagaskara.. tuan Gustiwana.. Jacob akan jelaskan.." sahut Jacob mencoba menenangkan suasana.
"kami terbang kemari sesaat setelah kabar duka dari menantuku terdengar" ucap ayahku .
Tak ada yang bisa kupikirkan, sesaat pikiranku terasa kosong hanya namamu saja yang ada di dalam pikiranku, aku bagaikan mayat hidup tanpa bisa berpikir.
Jacob telah menjelaskan semua kejadiannya kepada keluargaku dan juga keluarga mertuaku, semua orang hanya mampu menangis atas kejadian ini.
"adikku... adik tersayangku.. dia meninggalkanku.. betapa bodohnya kau Anam.. sebagai suami kau tak mampu menjaganya" hardik kak Andre kepadaku.
"kak Andre... disini kakak juga sudah bersusah payah untuk menyelamatkan kakak ipar, dia juga pasti sangat terpukul atas kejadian ini" sahut Raden membelaku.
Keadaan semakin mencekam, telingaku sangat panas mendengar kepedihan ini, keplaku terasa sangat pusing untuk mencernanya.
"maaf.. Anam harus pergi dulu" ucapku berjalan perlahan keluar mansion.
"Anam..." pekik ayah.
"sayang tolong biarkan saja, putra kita pasti juga sangat terluka" ucap ibuku kepada ayah.
"benar tuan Bagaskara.. selama pencarian intan putra anda tidak tidur sama sekali, setiap malamnya dia selalu menyendiri di dalam kamarnya" tambah Jacob.
"maaf atas semua ini Gustiwana.. maafkan putra kami, dia telah gagal menjadi suami yang baik untuk putrimu" ucap ayahku menunduk malu kepada ayah Gustiwana.
"aku tahu semua orang pasti akan terpukul karena ini, kita semua harus tegar mengikhlaskannya.." balas ayah Gustiwana dan meneteskan air matanya.
"aku memang suami yang tidak berguna.. bodoh..bodoh..bodoh... aaarrrkkkk" teriakku frustasi dengan mengendarai mobil berkecepatan tinggi.
Alquimia Barcelona (Bar & club)
"silahkan Budweisernya tuan" ucap seorang bartender kepadaku.
Kuminum budweiser itu dengan satu kali tegukan, dan meminta bartender itu untuk menuangkan lagi sampai gelas yang ke sepuluh.
Saat menikmati minumanku, selain aroma minuman yang pekat aku merasakan aroma wangi yang akrab kucium, dengan cepat aku menoleh mencari asal dari aroma harum ini.
"aroma parfum ini.. baju itu..." lirihku membulatkan mataku menatap seorang wanita.
"Baju itu.. Baju yang di kenakan intan terakhir kali" ucapku mengingat sesuatu.
Aku berdiri dan mengikuti wanita itu yang berlalu melewati kerumunan manusia bodoh yang tengah menari, dengan keadaan setengah mabuk aku berusaha mengejarmu.
"ini adalah aroma dari istriku" lirihku berusaha mengikuti jejakmu.
"sayang.." ucapku mencekal lenganmu dan kamu menoleh.
"sayang.. sayang aku menemukanmu.. aku menemukanmu.. intanku telah kembali.. hisk..hisk..hisk.." ucapku memeluk erat dirimu.
Kamu genggam tanganku dengan erat berjalan keluar bar dan menginap ke hotel untuk mengutarakan cinta kita malam ini, betapa bahagianya diriku saat ini dapat menemukanmu.
__ADS_1
"sayang.. aku sangat merindukanmu.. aku sangat mencintaimu.. jangan tinggalkan aku lagi.. aku mohon.." pintaku kepadamu.
"aku juga sangat mencintaimu" balasmu dan mencium bibirku.
Kebahagiaan ini tidak dapat aku utarakan, disaat aku berada di posisi paling jatuh hingga dasar lautan bahkan aku tidak tahu bagaimana caraku untuk naik, kini aku menemukanmu kembali, harapanku telah kembali.
Cahaya mentari pagi menembus jendela kamar hotel ini, kutatap mentari pagi baru dalam hidupku.
Tidak pernah aku bayangkan kini kebahagiaanku kembali.
"shiiitt.... apa yang kau lakukan disini" cercaku saat menoleh kearah wanitaku.
"alson... ini aku Bella.. kamu kenapa" ucapnya kepadaku.
"apa yang kau lakukan.. dimana istriku.. keluar.." cercaku kasar kepadanya.
"tidak ada siapapun selain kita berdua alson.. baru semalam kamu mengatakan cinta kepadaku, dan sekarang kamu mengusirku" ujarnya.
"apa-apaan semua ini hah.. dan noda darah ini..." ucapku tak mengerti kenapa kami berdua telanjang.
"ada apa alson.. tadi malam kita telah melakukannya dan kamu harus tanggung jawab" jawabnya dan malah membuat kepalaku bertambah pusing.
"tidak.. tidak mungkin.." ucapku lirih dan mulai mengenakan pakaianku.
"alson.. alson.. kamu mau kemana.. aku pikir kamu mencintaiku mangkanya aku juga rela melakukannya bersamamu tadi malam" ucapnya mencegahku untuk keluar kamar hotel.
"lepas..." timpalku mendorong tubuhnya menjauh dariku dan membuka pintu.
"Alson apa yang kau lakukan dengan wanita ini" ucap Arvan dingin kepadaku.
"untuk apa kau kemari" ucapku kepadanya.
"tadi malam Mafiosoku bilang kalau kau menginap di hotel ini jadi aku berniat menjemputmu karena keluargamu akan langsung kembali ke Indonesia" jawab Arvan tajam melihatku dan Bella berada dalam 1 kamar.
Dengan wajah dingin tanpa membalas ucapan Arvan, aku keluar dari kamar itu.
"Alson.. jika aku hamil anakmu maka kau harus tanggung jawab" teriak Bella dari ambang pintu.
Sesaat berada di dalam lift.
"apa kau mengkhianati intan.. ck.. dasar sampah" umpat Arvan padaku.
"apa kau bilang.." ucapku mencekal kerah kemeja Arvan.
"intan baru saja meninggal dan kau sudah berkhianat padanya.. ingatlah seharusnya hari ini hari apa alson" hardiknya padaku.
"aku tahu jelas hari ini hari apa Arvan.. jangan mengajariku seolah-olah aku orang yang tidak berguna" pekikku dan melepas kerah kemejanya kasar.
TINGGG... (pintu lift terbuka)
"aku tahu dengan jelas.. seharusnya hari ini adalah hari kebahagiaan bagiku, tapi seumur hidupku akan menjadi hari paling menyakitkan bagiku, di hari ulang tahunku aku kehilangan cintaku bahkan calon buah hatiku" Batinku kesakitan dalam hatiku.
__ADS_1
To be continue...❤️