Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Please.. Open your eyes


__ADS_3

Serangan semakin brutal para Mafioso milik Arvan juga sudah datang dari jalur udara, serangan bertubi-tubi diberikan oleh black fogs hingga black shadow tidak mempunyai kesempatan menyerang.


Gerbang megah kediaman Arvan berhasil di bobol, terlihat para Mafioso musuh bergerak cepat dan aksi baku tembak terjadi.


Arvan dan nizam berlari ke depan halaman memastikan keadaan mafiosonya, tontonan baku tembak dan perkelahian bahkan lautan manusia mati memenuhi halaman itu.


Tak lama dari itu sebuah helikopter berjalan mendekat dan serangan dari udara di lancarkan, para Mafioso milik Arvan juga berdatangan mengimbangi musuh mereka.


Helikopter perlahan mendarat di halaman luas itu dengan serangan yang tidak berhenti, para mafiosonya tengah berkelahi dan baku tembak.


Sedangkan Arvan dan Nizam mereka di kelilingi bodyguard sebagai tameng jika ada serangan mengarah pada King mereka dan juga sahabatnya.


Setelah helikopter sukses mendarat terlihat pria berbadan tegap turun dan mengeluarkan dua pistol di kedua tangannya dan menembaki Mafioso musuhnya.


Begitu terkejutnya Arvan dan Nizam saat melihat siapa pria itu, mereka sangat mengenalinya.


"Alson Johannes..." teriak Arvan dan Nizam bersamaaan.


Alson tersenyum dan mengisyaratkan para Mafiosonya untuk berhenti, begitu juga dengan Arvan. Kini mereka bertiga hanya berjarak dua meter saja.


"Hay.. lama tidak bertemu Arvan Emelio, dan kau juga Nizam" sapa alson pada Arvan dan Nizam.


Tatapan tajam dari mereka berdua mengarah pada alson.


"apa maumu hah.. untuk apa kau menyerangku bahkan hingga membayar mafia black fogs" ucap Arvan pada alson.


Alson hanya tersenyum.


"tentu saja untuk mengambil istriku kembali" ucap alson.


"hahaha.. apa kau takut mati hingga membawa mafia black fogs juga" cerca Arvan pada alson.


"ck... ini hanya gertakan saja tuan.. karena kau telah berani menyentuh Queen mafia black fogs kami" teriak para Mafioso alson.


Arvan dan Nizam terkejut atas pengakuan Mafioso black fogs yang mengatakan bahwa kamu adalah Queen mereka.


"jadi.. kau adalah King tertinggi mafia black fogs" ucap Nizam pada alson.


"yeah.. that's me" jawab alson singkat.


"serahkan istriku sekarang, atau akan ku hancurkan tempat ini" ancam alson pada Arvan.


"ck.. kau pikir aku siapa.. ku akui kau memang tandinganku yang seimbang jadi mari kita tuntaskan sebagai seorang mafia" ucap Arvan santai pada alson.


Alson, Arvan, dan Nizam pergi ke halaman belakang, para Mafioso dilarang untuk saling menyerang.

__ADS_1


kini mereka bertiga sudah saling melingkar dan menatap satu sama lain.


"aku tidak akan membiarkan intan jatuh ke tangan siapapun, termasuk kau Nizam" ucap Arvan pada Alson dan Nizam.


"ck.. tak akan kubiarkan kau memilikinya, dan kau pria yang sangat licik" balas Nizam dan menunjuk ke arah alson.


"hahaha.. di duniaku semua cara untuk mendapatkan apapun halal hukumnya" ucap alson dengan senyuman licik.


Kini mereka bertiga saling berjalan mundur beberapa langkah, dan bersiap untuk menyerang. 1..2..3.. teriakan para Mafioso serempak.


Perkelahian antara para King dan sabahat itu berlangsung, Alson mengmukul Arvan dan Nizam secara bergantian begitu juga keduanya, perkelahian berjalan imbang karena mereka sama-sama kuatnya hingga mereka bertiga babak belur.


Diruang Bawah tanah...


"Biarkan aku keluar.. aku ingin melihat bagaimana keadaan diluar" ucapmu pada salah satu maid yang menjagamu.


"maaf nona.. ini perintah dari tuan Arvan" balas maid itu.


"kau pikir aku wanita lemah sepertimu hah.." teriakmu pada maid itu.


"mana kuncinya cepat berikan kalau tidak jangan harap kau akan hidup" ucapmu lagi pada maid itu.


Dengan gemetaran maid itu memberikan kunci ruangan itu padamu, dengan cepat kamu ambil dan keluar dari ruang bawah tanah.


Betapa terkejutnya kamu saat melihat halaman mansion ini penuh dengan mayat dan bau anyir darah, kamu edarkan pandanganmu ke semua arah dan mendengar suara gaduh dari halaman belakang.


Tiga orang yang berada di tengah lapangan penuh dengan luka dan babak belur akibat perkelahian dan saling menodongkan pistol yang berada di kedua tangan mereka masing-masing, begitu juga para Mafioso dari kedua mafia yang juga menodongkan pistol satu sama lain.


"HENTIKAANNN....." teriakanmu dari ambang pintu.


Kamu berjalan ke tengah lapangan dengan tatapan tajam mendekati tiga pria yang akan saling membunuh itu hanya karenamu.


"intan..." ucap ketiganya serempak.


Para Mafioso dari kedua organisasi juga terpukau padamu, pasalnya selama ini mereka hanya mendengar namamu saja dan tidak pernah bisa melihat langsung seperti apa dirimu, kamu memang layak disebut Queen mereka.


"apa kalian bertiga bodoh..hanya untuk mendapatkanku hah.." teriakmu penuh amarah kepada mereka bertiga.


"siapa yang kuat.. dia yang akan mendapatkanmu sayang" ucap alson dengan tetap menatap tajam kedua musuhnya.


"aku bukan barang untuk di perebutkan.. sudahi perkelahian kalian, aku akan ikut bersama suamiku, dan kalian berdua bukannya kalian adalah sahabat, kalian menghancurkan ikatan kalian hanya karenaku ??? yang benar saja..." ucapmu kesal.


"Tidak akan..." ucap mereka bertiga serempak.


Pantangan bagi seorang mafia mundur, mafia terkuat akan tetap berdiri dari kematian mafia musuhnya.

__ADS_1


Mendengar jawaban itu kamu semakin kesal, dan hanya ada satu cara untuk menyelesaikan semua ini.


"okay.. kalau begitu lebih baik aku yang mati" ucapmu mengambil pistol dari balik bajumu dan mengarahkannya tepat di kepalamu.


Alson, Arvan dan Nizam yang mendengar itu langsung mengarahkan pandangan mereka ke arahmu.


"apa yang kau lakukan.. cepat letakkan senjatamu intan" teriak Nizam padamu.


"sayang.. kumohon jangan seperti ini" pinta Alson.


"intan.. jangan main-main ini tidak lucu" ucap Arvan.


Mereka bertiga khawatir kepadamu, takut jika kamu melakukan hal konyol ini.


Hahaha... konyol katanya πŸ˜‚πŸ˜‚ yang benar saja.. bagimu ini sangat menegangkan, masa iya.. kamu harus bunuh diri hanya untuk melerai perkelahian mereka πŸ˜‚πŸ˜‚


"siapa bilang aku main-main.. jika kalian tidak menyudahi perkelahian ini maka aku akan bunuh diri saja" Gertakmu pada mereka.


"oke.. kami akan sudahi perkelahian ini" ucap alson padamu.


Para Mafioso juga tengah tegang melihat pemandangan ini, bagaimana tidak kamu mengancam para King mereka dengan nyawamu sendiri.


"jangan ada yang mendekat.. lemparkan senjata kalian termasuk Mafioso kalian" teriakmu lagi pada mereka.


Alson dan Arvan memerintahkan semua Mafiosonya untuk membuang senjata mereka ke depan, dan di ikuti oleh para King mereka termasuk Nizam.


Kamu lega melihatnya dan hendak menurunkan tanganmu.


DDOOORRRR...


Suara tembakan terdengar entah dari mana.


"aarrrkkk..." teriakmu merasakan sesuatu menembus dada kananmu.


"sayaaangg.. Intaannn...." teriak Alson, Arvan dan Nizam bersamaan.


"Alson..." ucapmu lirih dan perlahan badanmu terhuyung karena hilang keseimbangan.


Dengan cepat alson berlari dan menangkap tubuhmu, begitu juga dengan Arvan, Nizam dan para Mafioso yang dengan sigap membentengi para King dan Queen mereka dari serangan lanjutan.


"Tangkap siapa penyerang yang berani melukai intan.. cepaat..." teriak Arvan pada Rendi dan Riko.


"sayang.. please open your eyes" ucap alson gemetar dan menepuk halus pipimu.


"alson.. kita bawa intan ke rumah sakit" ucap Nizam penuh ke khawatiran.

__ADS_1


To be continue....❀️


Hay gaess... ayokk tambahkan like dan favorit ceritaku donk.. biar aku tambah semangat buat updatenya niihhh πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί


__ADS_2