
Tin.. Tin... Tin...
Suara klakson 20 mobil BMW hitam memecah kebisingan jalanan spanyol, semua kendaraan pribadi para penduduk menepi dan membukakan jalan bagi BMW hitam itu.
"Cepaaat.. bisakah kau percepat mengemudinya Arvan" teriak Alson pada Arvan.
"ini sudah paling cepat alson bersabarlah, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit" balas Arvan dengan tetap konsentrasi mengemudi.
"alson cegah pendarahannya, tubuh intan sangat sulit untuk pembekuan darah" ucap Nizam pada alson.
Alson yang mendengarnya langsung merobek kemejanya dan mengikatkannya pada lukamu agar sedikit mengurangi pendarahannya.
Beberapa menit kemudian akhirnya kawalan mobil Arvan sampai di rumah sakit, para dokter dengan sigap membawakan brankar.
Dengan cepat kamu di bawa ke ruang operasi untuk mendapatkan penanganan dengan cepat, Alson, Arvan dan Nizam menunggumu dengan khawatir di depan ruang operasi.
Mereka bertiga berdiri sejajar menatapmu dari luar melihat para dokter menanganimu.
"Tuhan.. selamatkanlah istriku" Batin alson.
"Tidak akan kubiarkan hidup untuk orang yang telah melakukan ini terhadapmu intan" Batin Arvan.
"Kamu kuat intan.. aku yakin kamu bisa melewati semua ini" Batin Nizam.
Saat mereka bertiga tengah fokus menatapmu, Rendi dan Riko datang, mereka membawa informasi penting terkait insiden penembakanmu beberapa saat tadi.
"Bagaimana ???" tanya alson pada Riko.
"kami sudah menemukannya tuan" ucap Riko.
"penembakan tadi berasal dari organisasi mafia black rose tuan, karena penyerangan dari tuan alson begitu cepat terdengar jadi mereka memanfaatkan keadaan ini untuk menyerang kita" jelas Rendi pada para King mafia itu.
"bukannya mafia black rose itu musuhmu !!" ucap alson pada Arvan.
Arvan hanya diam mendengar penjelasan dari Rendi.
*Flash back On...*
Doorrr.. Dooorrr.. Doorr...
"wow.. tepat sasaran" ucap seorang wanita pada Arvan.
"yeah.. siapa lagi kalau bukan Arvan si pangeran penembak haha.." bual Arvan pada wanita itu.
"oh ya.. besok aku akan ke Amerika karena misi khusus oleh ayahku, kau bagaimana ?" tanya arvan pada wanita itu.
"belum ada.. ayah tidak memberiku misi khusus dekat-dekat ini" jawab wanita itu.
"sudah tepat keputusan ayahmu lilyanan.. kita sebentar lagi akan menikah jadi kau jangan menjalankan misi yang berat-berat" jelas Arvan pada wanita itu.
Iya.. dia Lilyana Hudgson anak dari Roy Hodgson King mafia Black Rose yang tingkatannya sebanding dengan Black shadow milik keluarga Arvan.
Karena persahabatan yang sudah terjalin lama, para orang tua ingin menggabungkan kedua organisasi, Arvan diperintahkan oleh ayahnya untuk menerima perjodohannya dengan Lilyana Hudgson.
Bagi Arvan perjodohan ini hanya jalur penggabungan kedua organisasi dan menganggap Lilyana adiknya, sedangkan Lilyana memang dari kecil sudah memiliki rasa pada Arvan, disaat Lilyana mendapat berita perjodohannya dengan Arvan dia sangat bahagia.
Keesokan harinya Lilyana mengantar Arvan ke bandara.
"Hati-hati disana" ucap Lilyana.
"yeah.. I Will" balas Arvan dan mencium kening Lilyana.
__ADS_1
Hal itu semakin membuat Lilyana berbunga di hatinya.
Sesampainya di Amerika Arvan mampir ke restoran untuk makan siang, dan akan segera melancarkan misinya untuk menyelidiki penggelapan senjata oleh mafia Jepang yang bersembunyi di Amerika.
Sesaat menikmati makan siangnya, terlihat seorang wanita cantik tengah terduduk lesu tak jauh dari tempatnya duduk.
"Cantik..." Batin Arvan memuji wanita itu.
Setelah selesai makan, Arvan mendekati meja wanita itu dan ikut duduk bersamanya.
"wanita cantik sepertimu harus selalu tersenyum, tidak boleh cemberut" ucap Arvan memberikan segelas es krim padanya.
Wanita itu terkejut dan tersenyum pada Arvan.
"terima kasih.." ucap wanita itu dan menyendokan es krim itu kemulutnya.
"oh ya perkenalkan namaku Arvan.." ucap Arvan mengenalkan diri.
"Bianka Shofie" balas wanita itu.
Inilah pertama pertemuan antara Arvan Emelio dan Bianka Shofie dimana mereka saling mengenal dan mengutarakan keluhan-keluhan hati mereka masing-masing, hingga hari terus berjalan dan kedekatan mereka membuat Arvan semakin memiliki rasa pada Bianka.
Hingga malam itu.. Bianka mengajak Arvan untuk minum karena sedang bertengkar dengan kekasihnya, mereka berdua menghabiskan waktu mereka dengan nyanyian tarian dan minuman.
Arvan mengantar Bianka ke apartemennya, saat berada di dalam Arvan hendak meninggalkan bianka dan pulang, cuma tangannya di cekal oleh bianka yang sudah mabuk berat.
"Arvan.. kau mau kemana.. disini saja" rengek bianka pada Arvan.
"bianka aku mau pulang.. tidak baik kalau aku disini" balas Arvan pada bianka.
"kenapa... apa kau tidak mencintaiku ?" tanya bianka.
Mendengar pertanyaan itu Arvan diam, dia tidak bisa menyangkalnya bahwa dia memliki perasaan pada bianka.
Bianka dengan cepat meraih tengkuk Arvan dan menariknya ke bawah untuk lebih dekat dengan Arvan, deru nafas keduanya terasa hangat diwajah masing-masing.
Bianka menc**m b**** Arvan dengan ganas, Arvan yang sudah panas dari tadi juga menyambut Bianka dan mengikuti permainan Bianka.
"Bianka.. aku tidak bisa" ucap Arvan menolak melanjutkan semua ini.
"Arvan... ayolah..." rengek bianka lagi.
"kau akan menyesal besok bianka" cerca Arvan.
"tidak akan..." balas Bianka.
Arvan yang mendapat jawaban dari bianka kini pertahanannya runtuh, dia menc**** bianka secara brutal dan menandai banyak kepemilikannya pada Bianka.
Banyak r***** Bianka menyebut nama Arvan.
Mereka berdua melakukannya untuk pertama kalinya, betapa bahagianya Arvan malam ini, wanita yang dia sukai juga menyukainya bahkan menyerahkan mahkota berharganya padanya.
Keesokan harinya Arvan terbangun menatap wajah Bianka yang cantik berada di sampingnya, mata coklat itu perlahan terbuka dan bibir itu tersenyum ke arah Arvan.
Cuuppp...
Kecupan bianka mendarat di kening Arvan, karena bahagia Arvan menc**m b**** bianka.
Dan kalian tahu... mereka melakukannya lagi gaess di pagi hari 😌😌😌
Hari berganti begitu cepat, kedekatan mereka berdua juga semakin erat dan hari ini Arvan harus kembali pulang ke Amerika karena misinya telah selesai.
__ADS_1
"apa kau akan cepat kembali ?" tanya bianka pada Arvan.
"yeah.. secepatnya aku kan kembali" jawab Arvan kemuadian mencium bibir bianka.
Perjalanan pulang ke Spanyol memakan waktu tujuh jam lamanya, sesampainya di bandara terlihat Lilyana menyambutnya.
"selamat datang.." ucap Lilyana dan memeluk Arvan.
"terima kasih.." balas Arvan dan membalas pelukan Lilyana.
Sesaat telah berada di dalam mobil.
"ah.. Lilyana ada suatu hal yang harus aku bicarakan" ucap Arvan pada Lilyana.
"mau bicara apa.. katakan saja" seru Lilyana.
"akan aku katakan saat berada di mansion" ucap Arvan sedikit ragu.
Sesampainya di mansion, semua keluarga sudah berada di ruang keluarga dan menyambut kedatangan Arvan.
"ada yang ingin aku sampaikan" ucap Arvan di tengah perayaan menyambut Arvan.
"silahkan saja nak" ucap ayah Emelio.
"Arvan ingin mengakui sesuatu" ucap Arvan ragu.
Semua orang kini fokus menatap Arvan.
"saat berada di Amerika Arvan telah menghamili seorang wanita ayah, dan Arvan ingin bertanggungjawab" ucap Arvan terus terang walaupun dia tidak tahu bianka akan hamil atau tidak karena malam itu.
"APA...." semua orang terkejut termasuk Lilyana.
Plaakkk....
Tamparan keras melayang dari tangan ibu Rosa, ibu dari Lilyana pada pipi Arvan.
"bagaimana bisa kau tidur dengan wanita lain sedangkan disini calon istrimu menunggumu hah.." teriak ibu Rosa.
"maafkan aku ibu.. Arvan akan tetap menikahi Lilyana tapi Arvan juga akan menikahi wanita itu" balas Arvan lembut.
"kau gila... mana ada orang tua yang Sudi anaknya di madu dengan wanita lain" teriak ibu Rosa semakin kesal.
"maafkan saya ibu.. Arvan mencintai wanita itu" ucap Arvan tegas tapi tetap dengan nada lembut.
"lalu kau anggap apa Lilyana" tanya ayah Roy Hodgson.
"maaf ayah Hudgson.. dari dulu Arvan hanya menganggap Lilyana adik dan tujuan Arvan menerima perjodohan ini karena ingin menjaga Lilyana bagaikan adik Arvan sendiri" jelas Arvan.
"aku mencintaimu Arvan.." teriak Lilyana dengan mata yang sudah memerah akibat menangis dan menahan amarah.
"maafkan aku Lilyana" balas Arvan.
"Emelio... sebaiknya kita batalkan semua ini, dan mungkin persahabatan kita akan selesai sampai disini" ucap ayah Roy Hodgson dan membawa keluarganya pergi.
Ayah Emelio hanya bisa menghela nafas panjang, persahabatan yang telah lama terjalin rusak begitu saja hanya karena putra semata wayangnya.
"ini semua karenamu nak" ucap ayah Emelio lesu.
"maafkan aku ayah..." balas Arvan menyesal.
"tidak masalah.. bagaimana pun kamu tetap anakku, ayah juga bangga padamu karena kamu memiliki jiwa tanggungjawab yang besar, bawa wanita itu kemari Arvan perkenalkan ke ayah" ucap ayah Emelio dan menepuk pundak Arvan.
__ADS_1
*Flash back off...*
To be continue....❤️