Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Gibraltar


__ADS_3

"sayang.. ini sudah dua Minggu kapan kita akan pulang" ucap alson padamu.


"aku masih ingin disini dua Minggu lagi sayang.. Jacob juga kamu tugaskan kembali untuk mengurusi pekerjaanmu disana jadi tenanglah.." ujarmu kepada suamimu.


"hmm.. baiklah kamu menang sayang.." balas alson dan memelukmu.


Dua Minggu sudah kalian berada di Spanyol dan kamu ingin menghabiskan waktu bermanjamu dengan suamimu, kamu meminta sedikit lebih lama lagi karena berniat untuk memberi kejutan suamimu atas kehamilanmu tepat di hari ulang tahun kalian dua Minggu yang akan datang.


"Kalian lama sekali.. makanan ini akan dingin" ucap Arvan melihat kalian menuruni tangga.


"maaf.. " sahut Alson singkat dan menarikan kursi untukmu duduk.


"intan.. kepala dapur sudah aku perintahkan untuk memasakan sehat untukmu, semua vagetable ini sangat baik untuk kesehatanmu" ujar Arvan padamu.


"terima kasih Arvan.. ini sangat membantuku" balasmu padanya.


"ehemmm... sayang apakah kamu sekarang jadi vagetarian sekarang sepertinya Arvan sangat memperhatikanmu ketimbang aku" ucap alson padamu.


"aku sedang diet sayang.. dia adalah tuan rumah disini jadi sudah pasti dia akan sangat memperhatikan asupan gizi terbaik untuk tamunya" ujarmu kepada alson dan memulai sarapan.


"sayang.. setelah sarapan aku dan Arvan akan pergi ke markasnya untuk menyelesaikan penyelidikan, apa kamu mau ikut.." ucap alson padamu.


"ah.. aku sangat lelah sayang sebaiknya aku tinggal saja disini untuk Istirahat" balasmu kepada alson.


"kalau begitu baik-baik disini ya.. aku dan Alson mungkin akan sedikit lama" ucap Arvan.


"yeah.. mungkin kami akan pulang sedikit sore.. kamu yakin tidak akan ikut sayang.. di markas juga ada kamar istirahat untukmu" tambah alson padamu.


"tidak.. aku tidak akan ikut, disana akan banyak mafiosomu dan pasti akan sangat ramai sayang.. aku bosan melihat markas dengan jeritan para tawanan yang memohon ampun disana, bau anyir darah yang mengalir di tubuh mereka akan menusuk Indra penciumanku.. itu sangat mengganggu" timpalmu bersikukuh.


"baiklah.. baiklah.. aku dan Arvan tidak akan memaksamu untuk ikut.." balas Alson dan mendapat anggukan kepala darimu.


"kenapa hatiku sangat gelisah hari ini" Batin alson.


Setelah sarapan kamu berencana untuk berjalan-jalan mengelilingi kota tanpa sepengetahuan Alson maupun arvan, karena kamu ingin menyiapkan hadiah lain di hari ulang tahunmu dan juga suamimu.


Kamu menyamar dengan pakaian maid untuk keluar dari mansion Arvan agar tidak ketahuan oleh para penjaga.


"maaf.. tolong buka gerbangnya, kepala dapur menyuruh saya untuk pergi ke toserba membeli bahan dapur yang sudah habis" ucapmu kepada Mafioso penjaga gerbang utama mansion Arvan.


"baiklah..." balas singkat Mafioso itu.


Kamu sangat senang karena selangkah lagi bisa keluar.


"Tunggu..." pekik Mafioso itu.


"ck... apakah aku ketahuan.." Batinmu cemas perlahan berbalik badan.


"apakah aku pernah melihatmu sebelumnya ??" tanya Mafioso itu.


"ahahaha.. sepertinya belum tuan.. saya maid baru disini" jawabmu kepadanya.


"oh begitu... apa boleh kita bertukar nomor telfon" ucap Mafioso itu.


"huh... Dasar pria semuanya sama.. sukanya mencari kesempatan saja" Batinmu.


"ah yeah.. boleh.. nanti ya saat aku kembali dari teserba, saya permisi dulu" balasmu dan pergi keluar memanggil taxi.


Beberapa menit kemuadian kamu sudah mendapatkan taxi.


"kita akan kemana nona.." ucap sopir taxi itu.

__ADS_1


"Factory Getafe Outlet Spain" balasmu.


"baik nona.."


Letak mall ternama di Spanyol itu lemayan jauh dari mansion Arvan, sehingga membutuhkan waktu 1 jam untuk menuju kesana.


"pak.. untuk hari ini tolong jadi asisten saya.. saya harus belanja banyak, untuk rute perjalananmu hari ini akan aku bayar semuanya" ucapmu kepada sopir itu.


"baik nona.." balas sopir itu.


"tunggu saya di pintu utama.. saya ke toilet dulu untuk ganti pakaian" ucapmu dan menenteng tasmu.


"baik nona"


Setelah beberapa saat di toilet untuk mengganti pakaian, kamu berjalan menuju pintu utama dan sudah terlihat sopir yang kamu sewa sudah menunggu.


Banyak sekali barang pria yang kamu beli untuk suamimu, mulai dari setelan jas, kaca mata, dasi, jam tangan, sepatu semuanya kamu belikan untuk suamimu.


"kenapa aku marasa ada yang mengikutiku" Batinmu dan menoleh ke belakang.


"ada apa nona.." tanya sopir itu.


"ah tidak.. tidak ada apa-apa" balasmu dan melanjutkan langkahmu.


Sesampainya di suatu stand makanan kamu membeli berbagai makanan untukmu dan juga sopir yang sudah membantumu itu.


"pak.. anda pasti sudah lapar, makanlah ini.. barang-barangku taruh disini saja" ucapmu dan memberikan makanan kepadanya.


"terima kasih nona.. saya permisi makan dulu" balasnya dan berjalan ke sisi meja makan lainnya.


Kamu nikmati makananmu itu dan sesekali melihat wahana permainan penuh dengan keluarga yang tengah bersenang-senang menikmati weekend.


"kakak.. kakak..." panggil seorang gadis kecil sambil menarik-narik lengan bajumu.


"kakak.. ini ada seseorang yang menyuruhku memberikannya padamu" ucap anak itu polos.


"oh ya.. siapa yang memberinya ?" tanyamu kepada anak itu.


"dari om yang ada disana.." jawab gadis itu menunjuk ke arah orang misterius tadi.


Tapi tidak ada siapapun...


"baiklah... untuk tanda terima kasih karena sudah membantunya memberikan ini padaku.. aku kasih ice cream coklat ini kepadamu.." ucapmu memberikannya cone ice cream.


"waaahh.. terima kasih kakak cantik.. aku pergi dulu.. da..daahh.." ucap anak itu girang dan berlari kecil.


"sama-sama... daaahhh" balasmu hingga punggung anak itu menghilang di balik wahana permainan disana.


Kamu tatap surat yang ada di tanganmu itu dan membukanya secara perlahan, raut wajah yang tadinya tenang kini berubah menjadi cemas.


"pak.. ayo cepat saya harus kesuatu tempat sekarang.." ucapmu terburu-buru.


"baik nona.." balas sopir itu dan mententeng banyak paper bag terburu-buru.


"sebenarnya ada apa dengan nona ini" Batin sopir itu mengikuti langkah cepatmu.


Isi surat itu.


Suami dan temanmu ada di tanganku, jika kau ingin melihatnya maka datanglah ke Gibraltar sekarang juga.. kami menunggumu.


"kita ke Gibraltar sekarang" titahmu kepada sopir itu.

__ADS_1


"baik nona" jawabnya.


Di tengah perjalanan kamu menyiapkan beberapa senjata yang selalu kamu simpan di tasmu, kamu masukan senjata itu di balik jaketmu dan masing-masing satu di saku jaketmu.


Sedangkan untuk Sopir yang dari tadi mengawasimu dari balik kaca spion agak sedikit takut dengan senjata yang kamu bawa.


"sebenarnya aku sedang membawa penumpang seperti apa.. dia sangat cantik tapi sangat menakutkan.. tuhan lindungilah hamba" Batin sopir itu ketakutan.


"kita memasuki kawasan Gibraltar nona" ucap sopir itu.


"yeah.." sahutmu singkat.


Terlihat dari jarak dua puluh meter ada terowongan dengan panjang hanya seratus meter menembus kaki gunung, mulut terowongan yang begitu gelap bagimu lalu mobil taxi itu masuk ke dalamnya.


DDDUUAAARRRRR.....


Ledakan besar terjadi di dalam terowongan itu, hingga api ledakan keluar dari kedua sisi mulut terowongan itu.


Terus keadaanmu bagaimana sekarang intan.. terakhir author lihat kamu tengah memasuki terowongan itu.. dan sekarang terjadi ledakan yang begitu besar.. apakah kamu selamat apakah kamu masih hidup 🥺😭😭


Disisi lain...


"sayang aku pulang.." ucap alson dan membuka pintu kamar kalian.


Tidak sautan darimu, kamu tidak ada di kamar. Alson kembali membuka pintu kamar mandi dan kamu tetap tidak ada, dengan mencoba tenang Alson menuruni tangga mencarimu lagi mungkin kamu berada di dapur, tapi tetap tidak ada, mencarimu ke halaman belakang juga tidak ada.


"Alson.. ada apa kenapa mondar-mandir dari tadi" suara Arvan mengagetkannya.


"intan tidak ada di kamarnya.." ucap alson.


"apa.. bagaimana bisa.. aku akan bantu mencarinya mungkin dia sedang berada di ruang latihan bawah tanah" ucap Arvan dan bergegas menuju lift.


"aku akan ke ruang gym" ucap Alson mencarimu disana.


Setelah semua ruangan di telusuri, Alson dan Arvan tetap tidak menemukan keberadaanmu di mansion ini.


"PENJAGA...." teriak Arvan dari lantai dua.


Tak lama dari itu semua Mafioso yang di tugaskan untuk menjaga kediaman Arvan memasuki lantai satu.


"apa ada yang tahu nyonya keluar kemana" ucap Arvan dari lantai dua.


Semua Mafioso saling menatap bingung.


"maaf tuan.. tapi dari pagi nyonya tidak keluar mansion sama sekali" jawab salah satu kepala penjaga disana.


"BODOH... apa kalian buta bagaimana bisa kalian kecolongan hah.. intan tidak ada di kamarnya.. apakah ada seseorang yang telah berani menculiknya" pekik Arvan dengan nada tinggi.


Semua Mafioso menunduk.


"kita cek rekaman cctv sekarang" ucap Alson dan nada tenang.


Setelah melihat rekaman cctv, Terlihat kamu menyamar mengenakan baju maid dan keluar gerbang mansion ini.


"apa yang kamu lakukan sayang.. apa kamu tidak tahu diluar sangatlah berbahaya" Batin Alson.


"Cepat cari keberadaan intan sekarang... cek seluruh rekaman cctv jalan raya yang ada di Spanyol" titah Arvan kepada semua Mafiosonya termasuk Riko dan Rendi.


"Baik tuan" jawab mereka serentak dan menyebar menyelesaikan tugasnya.


"Intan kamu baik-baik saja kan.. kenapa aku merasa gelisah sekarang" Batin Arvan menatap langit-langit mansionnya.

__ADS_1


To be continue... ❤️


__ADS_2