
Setelah mendengar cerita dari Arvan kini Alson dan Nizam saling menatap mereka mengerti bagaimana dilemanya Arvan saat itu.
Alson sendiri yang dulu terluka karena pengkhianatan Bianka bersama Arvan kini hanya mengangguk-anggukan kepala, bagaimana pun dia juga ikut andil atas semua ini.
Jika dulu Alson tidak mengabaikan Bianka karena fokus pada pekerjaannya, mungkin hal itu tidak pernah terjadi pada alson, bianka, Arvan dan Lilyana.
Mungkin sekarang mereka akan hidup bahagia masing-masing, jika tidak ada perpisahan Alson dengan Bianka mungkin hubunganmu dengan Nizam sekarang juga akan bahagia.
Tapi semua itu tidak akan terjadi jika bukan kehendak takdir maha kuasa.
Pintu ruang operasi terbuka, dokter yang menanganimu keluar dengan senyum lega.
"Bagaimana keadaan istri saya dok" tanya Alson pada dokter itu.
"Operasi berjalan lancar.. nona juga telah melewati masa kritisnya. sekarang nona akan dipindahkan ke ruang pemulihan" terang dokter itu.
Semua orang yang ada disana bernafas lega.
"Terima kasih dokter" ucap alson kemudian pergi ke ruang pemulihan disusul oleh Arvan dan Nizam.
Di ruang pemulihan terlihat kamu terbaring lemas disana, tiga pria yang sangat mengkhawatirkanmu tetap menatapmu tanpa henti.
Alson duduk di sebelah kirimu sedangkan Nizam dan Arvan berada di sebelah kananmu, mereka menyesal tidak mendengarkan ucapanmu dari awal, jika saja mereka langsung menuruti ucapanmu dan menyudahi perkelahian mereka mungkin kamu akan tetap tersenyum sekarang, bukan terbaring Lemas seperti ini.
"Aku tidak akan membiarkannya hidup Arvan.. tidak akan" ucap Alson dengan tetap menatap wajahmu sendu.
"Aku juga akan membalasnya.. walaupun dia adalah sahabatku dulu tetap saja dia musuhku.. dan dengan menyakiti intan sama saja dia mencari mati disini" balas Arvan dan hendak menyentuh tangan kananmu.
"jangan sentuh-sentuh... dia istriku" bentak Alson pada Arvan.
"haiisstt... kalian berdua jangan bertengkar.. kita fokus pada kesembuhan intan dan menyiapkan rencana untuk membalas mantan wanitamu itu Arvan" sahut Nizam pada mereka berdua.
Alson dan Arvan saling menatap karena tak ada yang mau mengalah.
"Riko siapkan pasukan kita.. panggil pasukan Jacob kemari" titah Alson pada asistennya.
"Baik tuan.." jawab Riko kemudian keluar ruangan.
"Rendi.. kau juga harus menyiapkan segalanya tak akan kubiarkan pria sialan ini mengambil alih" titah Arvan pada Rendi.
"Baik tuan.." jawab Riko kemudian keluar ruangan.
"apa kau bilang..." teriak Alson.
"Bisakah kalian tenang.. ini rumah sakit, intan membutuhkan ketenangan" sahut Nizam melihat tingkah kedua saingannya itu.
Alson dan Arvan diam dan hening seketika.
__ADS_1
"aku akan ikut" ucap Nizam memecah keheningan.
"untuk apa kau ikut" balas Arvan.
"tentu saja untuk memberi pelajaran wanita itu, dia telah berani melukai wanita yang kucintai" ujar Nizam pada Arvan.
"tidak usah.. aku sendiri bisa mengatasinya" sahut Alson pada mereka.
"tidak.. aku akan tetap ikut" bentak Arvan dan Nizam bersamaan.
"sudah.. sekarang bukan waktunya untuk bersaing, kita harus bekerja sama untuk melumpuhkan mafia black rose itu" ucap Nizam menengahi perkelahian batin antara mereka bertiga.
Riko dan Rendi menyiapkan segalanya, Jacob juga telah melakukan perjalanan kemari bersama para Mafioso lainnya, dua hari berlalu kamu belum juga membuka mata.
Dengan sabar para tiga pria itu tetap setia menemanimu.
"sayang kumohon buka matamu" pinta alson padamu.
Terlihat jari tanganmu bergerak, Alson tersenyum senang akhirnya kamu sadar. Nizam keluar ruangan meneriaki dokter untuk memeriksamu.
"Alson..." ucapmu lirih memanggil suamimu.
"iya sayang aku disini.." balas alson.
"Ha..Hauss.."ucapmu kembali.
Arvan langsung mengambilkan segelas air putih di meja dan menyodorkannya ke mulutmu, setelah minum dokter datang dan langsung memeriksa keadaanmu.
"Terima kasih dok" ucapmu pada dokter itu dan di balas senyuman olehnya.
"saya akan segera menuliskan resep obat dan beberapa vitamin untuk nona intan, nanti silahkan tuan tebus di apotek" ucap dokter itu pada alson.
"Baik dok.. sekali lagi terima kasih" ucap alson tulus.
"kalau begitu.. saya permisi" ucap dokter itu dan keluar dari ruangan.
Alson mendudukan kembali tubuhnya di sebelah kirimu, di elusnya rambut lembutmu dan menatap sendu ke arahmu.
Khawatir..
Itulah mimik wajah yang terlihat jelas pada alson bahkan Arvan dan Nizam sekalipun, dengan cepat beberapa bodyguard masuk membawa banyak makanan, buah-buahan dan bunga.
"Ayo sayang aku akan menyuapimu" ucap alson.
"tidak.. aku yang akan menyuapimu intan" sahut Arvan.
"eettss.. biar aku saja" balas Nizam.
__ADS_1
Kamu memutar bola matamu malas melihat tingkah laku tiga pria ini.
"Bisakah kalian akur.. aku pusing melihat tingkah laku kalian yang selalu bertengkar bagaikan anjing, kucing dan tikus" ucapmu memarahi mereka.
"alson.. kau suapi aku, Arvan buatkan aku susu hangat aku tidak mau jika kau beli harus membuatnya, dan kau Nizam kupaskan aku buah.. sudah.. adil kan.. cepat kerjakan" ucapmu memerintah mereka bertiga.
Dengan sigap mereka mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, Arvan dan Nizam berjalan ke dapur untuk menyiapkan susu dan mengambil pisau.
"ambilkan aku pisau itu" ucap Nizam pada Arvan di dapur.
"ambil sendiri.." balas Arvan ketus.
Bibir Nizam komat-kamit mengejek Arvan lalu mengambil pisau dan berjalan keluar dapur.
"ck.. baru kali ini aku diperintah oleh seorang wanita" Gerutu Arvan pada dirinya sendiri.
Alson dengan hati-hati menyuapimu, dan Nizam mengupaskan buah apel untukmu lalu dia potong-potong agar kamu mudah memakannya nanti setelah makan.
Arvan berjalan dari arah dapur dengan membawakanmu segelas susu hangat, dia meletakan ke nakas dan duduk di sebelah Nizam.
Kamu menunjuk susu itu dan Arvan mengambilnya sambil menyodorkan susu itu ke mulutmu secara hati-hati, begitu juga dengan Nizam yang menyuapkan potongan apel padamu.
"hihihi... enak sekali jadi ratu.. dilayani oleh tiga pria tampan seperti ini" Batinmu tertawa karena tiga singa takluk padamu.
"aku sudah kenyang.." ucapmu menyudahi semua asupan yang diberikan tiga singa itu padamu.
"ah ya.. apa kalian sudah tahu siapa orang yang telah menyerangku ?" tanyamu pada mereka bertiga.
"sudah sayang.." jawab alson mendahului Arvan dan Nizam.
"siapa ??" tanyamu pada alson.
"mantan wanita milik Arvan" sahut Nizam.
Kamu menatap ke arah mereka bertiga dengan bingung.
"mantan wanita ?? siapa ??" tanyamu lagi.
"kau tak usah memikirkannya, kita bertiga sudah memiliki rencana untuk membalas semua perbuatannya" jawab Arvan.
"aku bukan wanita lemah Arvan.. aku akan ikut, bagaimanapun jika benar dia wanita aku tidak ingin kalian melukainya" terangmu pada mereka.
"tapi dia telah mencelakaimu sayang" ucap alson padamu.
"aku tetap akan ikut alson.. aku akan menyelesaikan masalah ini dengan caraku sendiri" ujarmu pada alson.
"biar ku selesaikan ini dengan cara wanita, kalian para pria tidak akan faham" ujarmu lagi pada mereka bertiga.
__ADS_1
Mereka bertiga hanya bisa menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar dan terpaksa melibatkanmu akan rencana mereka, tidak ada yang bisa membantah semua keputusanmu kalau tidak kamu akan melakukan apapun dengan caramu agar tetap terlaksana.
To be continue...❤️