
Setelah kejadian itu kalian sedikit canggung saat berdua saja, bahkan setiap di kamar bagaikan orang tak saling kenal yang hidup bersama.
Markas black fogs...
"anda sudah bisa membidik sasaran mati dengan sangat bagus nyonya, sekarang giliran anda membidik sasaran yang hidup" ucap pelatih itu padamu.
"sasaran hidup ?" tanyamu meyakinkan pendengaranmu.
"iya nyonya" timpal pelatih itu dan menekan tombol.
Beberapa merpati keluar dari kotak yang berjarak 15 meter dari tempatmu berdiri, ada 10 ekor merpati yang terbang ke sembarang arah.
"mana mungkin aku harus menembak mereka" ujarmu menolak.
"anda harus melakukannya nona, karena ini tahap terpenting dalam latihan ini, benda mati hanya diam dan itu mudah untuk di bidik" ucap pelatih itu.
Kamu melihat merpati beterbangan itu sesaat, kemuadian kamu ayunkan tanganmu yang tengah memegang pistolmu dan.
Doorr... Doorrr... Doorrr....
Tiga ekor merpati jatuh ke tanah.
"anda sangat hebat nyonya, dalam sekali percobaan anda langsung bisa melakukannya dengan sangat baik" sanjung pelati itu dan kamu balas dengan senyuman.
Prookk... prookk.. prookk..
Suara tepuk tangan terdengar, siapa lagi kalau bukan suamimu alson.
Dia berjalan ke arahmu dengan senyum bangga kepadamu, walaupun agak canggung bagimu karena kejadian itu tapi tidak melunturkan senyumanmu pada alson.
"aku bangga padamu sayang, benar kata pelatih ini kamu sangat hebat kamu memang Queen yang tepat disini" ucap alson bahagia atas keberhasilanmu.
"kurasa sekarang waktunya menggunakan pistolmu sesuai kegunaannya"ujar alson lagi dan menekan remot kecil.
Terlihat dari jarak 20 meter ada pintu yang terbuka, beberapa Mafioso keluar membawa tawanan yang tengah di ikat tangannya dan mulutnya.
Matamu membulat tak mengerti maksud semua ini, dan alson langsung mengeluarkan pistol dari balik jas yang dia kenakan.
__ADS_1
Doorrr...
Satu tembakan tepat mengenai salah satu tawanan yang di seret oleh Mafioso itu, dan alson memberikan pistolnya kepadamu.
"ayo tembak mereka" perintah alson padamu.
Kamu hanya diam melihatnya.
"apa kamu gila... mana mungkin aku membunuh" ucapmu tegas.
"disini hanya ada dua pilihan membunuh atau dibunuh, jika kamu mau bertahan dalam kehidupan yang kejam ini berarti kamu juga harus menghilangkan perasaan kasihanmu itu untuk membunuh mereka, disini bukan Indonesia sayang tapi Amerika" jelas alson dan menunjuk ke arah tawanan itu.
"aku tidak akan melakukannya" sahutmu mengembalikan pistol itu dan hendak pergi dari sana.
Namun alson langsung mencekal tanganmu dan menarikmu dalam dekapannya menghadap kearah tawanan itu dan membidikan pistol ditangan kalian.
Doorrr... Doorr...Doorr...
Tiga tembakan lolos dari tangan kalian tepat mengenai sisa tawanan disana, alson melepas genggaman tangannya dari tanganmu yang masih memegang pistol.
Dengan gerakan cepat tangan kirimu mencekal leher alson dan menatapnya dengan tajam.
Alson tersenyum meskipun merasa sakit di leher, para Mafioso panik melihat King mereka dicekal oleh Queen mereka sendiri.
"mereka memang manusia, tapi mereka tidak berhak hidup karena hendak menyakiti keluargamu" ucap alson tenang.
Mendengar penjelasannya kamu melepaskan tanganmu, menatap bingung kearah alson.
*flash back On...*
"ada apa ?" tanya alson pada panggilan seseorang.
"ada beberapa orang aneh yang sering mengawasi kediaman Gustiwana tuan" jawab Mafioso yang di perintahkan alson menjaga keamanan kediaman mertuannya.
"awasi gerak-gerik mereka, tangkap mereka jika mencurigakan" perintah alson.
"baik tuan" jawab Mafioso itu.
__ADS_1
Alson langsung menutup panggilan itu lalu melihat bingkai fotomu yang ada dimeja kerjanya.
"siapa yang telah berani melawanku sekarang, Beraninya dia mendekati keluargaku apa sudah ada yang tahu tentang jati diriku" Batin alson bingung.
"aku harus segera melihat hasil latihanmu sayang, kamu sudah siap atau belum" ucap alson pada dirinya sendiri dan berdiri pergi dari ruang kerjanya.
*flash back off...*
"apa... bagaimana bisa ada yang mau melukai ayah dan kakakku" ucapmu tak percaya.
"kamu ingin melindungi mereka kan, jadi sekarang kamu harus jadi intan yang lebih kuat lagi" ujar alson dengan memegang kedua bahumu.
"Bagaimana bisa aku mempercayai semua perkataanmu" ucapmu menyelidik kebenaran.
Alson melangkah mundur lalu mengambil tangan kananmu yang masih memegang pistol, mengarahkannya tepat di dahinya.
"jika dari tadi kamu melihat sorotan bohong dimataku, maka tembaklah aku sayang" ucap alson dan kamu tersenyum kecut.
"kau pikir aku tidak berani melakukannya ?" serumu menekan pucuk pistol dan menarik pelatuknya siap menembak.
Tatapan alson kaget atas sikapmu tapi dia tetap percaya, walaupun dia memang akan mati saat ini dia tidak akan menyesal harus mati di tangan orang yang dia cintai.
Alson memejamkan matanya dan..
Doorrr...
Suara tembakan menggema di lapangan itu, alson yang berfikir akan kamu tembak bingung kenapa tidak ada rasa sakit, dan kenapa dia masih sadar.
Alson membuka matanya dan melihatmu tetap ada di depannya, namun kamu mengarahkan pistolmu ke lapangan.
Kamu menembak sisa terakhir dari kelima tawanan yang dijadikan target tembakmu dari alson menembus tepat dibagian dadanya, orang itu langsung tersungkur ke tanah.
"tak akan kubiarkan orang jahat melukai keluargaku, jika itu terjadi maka aku akan menjadi malaikat pencabut nyawa bagi mereka" ucapmu lantang dan melempar pistolmu kedepan.
Alson tersenyum karena telah mengetahui sifat tersembunyimu, dibalik sifat lembutmu bagaikan malaikat ada iblis penghancur yang selama ini terkunci didalammu.
Dan itu akan keluar jika seseorang telah berani mengusik kedamaian orang-orang tercintamu.
__ADS_1
To be continue... ❤️