Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Semua ini Karenaku


__ADS_3

"Nizam..." ucapmu lirih dengan tetesan air matamu yang jatuh.


"Aku akan menyelamatkanmu intan.. tenanglah" ucap Nizam menenangkanmu.


"hahaha.. tiga pria bodoh rela menyerang kediamanku untuk membalaskan perbuatanku terhadapmu dan kau adalah suaminya ??" tawa Lilyana menggelegar.


Kamu menggelengkan kepalamu.


"Liliyana aku tahu kau adalah wanita baik.. cintamu pada Arvan membuatmu buta akan kebaikan, sadarlah Liliyana" ucap Arvan mencoba mendekatimu dan Lilyana.


Doorrrr...


Tembakan Liliyana menggertak Nizam agar tidak mendekat.


"jangan coba-coba kau mendekat.. ini semua tidak ada hubungannya denganmu, lebih baik kau segera pergi dari sini" ucap Liliyana pada Nizam.


"tidak.. kau salah.. ini semua ada hubungannya denganku karena aku mencintai intan dan aku adalah sahabat Arvan pria yang kau cintai, tak akan ku biarkan kau melukai intan" ucap Nizam tegas.


"hahaha.. apakah aku tidak salah dengar.. kau mencintai wanita yang tak akan bisa kau miliki ??? dia sudah bersuami" ejek Liliyana pada Nizam.


"awalnya aku marah karena tidak bisa menikahinya, tapi aku mendengar dari perkataan seseorang.. cinta memang mutlak tapi cinta tak harus memiliki, walaupun aku tak bisa memiliki intan tapi cintaku nyata padanya" tegas Nizam dan berjalan mendekat.


Doorrr...


"aaarrkkk..." teriak Nizam. tembakan tepat mengenai kakinya.


"Nizam..." teriakmu terkejut melihat Nizam menahan kesakitan.


" sudah ku katakan.. jangan mendekat jika tidak kau akan menanggung akibatnya" ucap Liliyana dingin.


Liliyana berjalan mengelilingi kamar ini, ditatapnya setiap sudut kamar ini dengan seksama.


"Kalian tahu.. kebencianku terhadap Arvan sangatlah besar, aku tersiksa karena tidak bisa jika tidak mencintainya dan sekarang dia menaruh hati pada wanita yang telah bersuami.. sangat menjijikan" ucap Liliyana menatapmu tajam.


"tidak ada yang bisa melarang cinta berlabuh pada siapa Liliyana" sahut Nizam dengan menahan rasa sakit.


Kamu hanya bisa diam menangisi Nizam yang menjagamu saat ini, tanpa kamu bisa melakukan apapun karena badanmu terikat pada kursi.


"yeah.. kau benar cinta memang tak bisa dilarang sama sepertiku, walaupun Arvan tak mencintaiku tapi aku tetap mencintainya, lima tahun.. yeah lima tahun.. rasa ini tetap sama dan itu sangat menjijikan bagiku" ucap Liliyana sambil menatap pistolnya.


"maka dari itu.. jika aku tak bisa memiliki cintaku lebih baik aku mati, 30 menit lagi bangunan ini akan rata dengan tanah dan kalian semua akan ikut bersamaku.. hahaha" ucap Liliyana penuh penekanan lalu tertawa lepas tanpa beban.


"apa kau sudah gila..." teriak Nizam pada Liliyana.


"yeah.. aku sudah gila.. aku gila karena cinta hahaha" ucap Liliyana lagi.


"Dan kau wanita tidak tau diri... aku akan melenyapkanmu lebih dulu sebelum bangunan ini meledak" ucap Liliyana menodongkan pistolnya padamu.


PYAAAARRRRR.....


Dooorrrrr..


Suara kaca jendela yang pecah disusul suara tembakan dari dua pistol bersamaan, kamu memejamkan kedua matamu tidak mampu melihat ketegangan saat ini.

__ADS_1


Jleeebbb...


Dekapan seseorang melindungimu, kamu buka matamu dan melihat Nizam tepat di depanmu dan tersenyum kepadamu.


"tetaplah tersenyum.." ucap Nizam mencium keningmu dan terjatuh di bawahmu.


"NIZAAM..." teriakmu histeris.


Air mata mengalir seketika, tangis pecah begitu saja dari matamu.


"nona anda baik-baik saja ?" tanya seseorang kepadamu dan melepaskan tali yang mengikatmu.


Kamu mendongak ke atas dan terkejutnya kamu melihat orang itu.


"ka..kau siapa ?" tanyamu padanya.


"saya Aiden nona.." jawab pria itu.


Ting.... (Suara pintu terbuka)


"Sayang...." teriak Alson saat melihatmu.


Alson dan Arvan berlari masuk, dan alson langsung berlari ke arahmu sedangkan Arvan melihat ke arah Liliyana.


yeah... Liliyana juga terkena tembak di dadanya dari pistol Aiden saat menerobos masuk lewat jendela tadi, dengan tenaga yang tersisa Liliyana mengambil pistolnya yang terjatuh dan hendak menembakmu lagi.


"aaarrrrkkk..." teriak Liliyana saat pistol dari tangannya di tendang oleh Arvan.


"ka..kau.. aku membencimu" ucap Liliyana terbata-bata.


"maafkan aku... aku sangat menyayangimu Liliyana.. maafkan aku jika aku tak bisa memberikan cinta padamu, tapi aku tetap menyayangimu sebagai adikku" tangis Arvan tidak mampu melihat keadaan Liliyana.


"Bagaimanapun aku tetap menyayangimu Liliyana.. kembalilah seperti Liliyanaku yang dulu kumohon.. please.. pleasee..." ucap arvan lagi.


"a...aku membencimu karena tetap mencintaimu..hisk..hiskk" tangis Liliyana kini pecah.


"maafkan aku..." ucap arvan dan memeluk Liliyana.


"ayo.. akan kubawa kau ke rumah sakit" ucap Arvan lagi dan hendak menggendong Liliyana.


"tidak.. tidak perlu.. biarkan aku disini, pe.. pergilah dari sini selagi masih ada waktu" ucap Liliyana menolak.


"apa maksudmu.. aku tidak akan meninggalkanmu lagi" cerca Arvan.


"20 menit lagi temapt ini akan meledak, pergilah ti..tinggalkan aku disini.. bawa mereka Arvan.. dan ingatlah a..aku sa..sangat men..cintaimu" ucap Liliyana terengah-engah dan menghembuskan nafas terakhirnya.


"tidak... Liliyana.. adikku... tidaakk.. hiskk..hisskk" ucap Arvan menangisi kepergian Liliyana.


Disisi lain Arvan melihat keadaan sahabatnya yang tengah berada di pangkuanmu, kamu menangis melihat keadaan Nizam saat ini, alson menenangkanmu dengan cara mengusap-usap punggungmu dan sesekali mencium keningmu.


"alson.. Nizam seperti ini karenaku hisskk..hisskk.." ucapmu menangisi keadaan Nizam.


"ja..jangan menangis.. intan yang kukenal bukan wanita cengeng seperti ini" ucap Nizam dengan masih bisa memperlihatkan senyum padamu.

__ADS_1


"jangan banyak bicara Nizam.." cercamu pada Nizam.


"aku tidak punya waktu banyak lagi intan.. tembakan wanita itu sangat hebat bahkan aku tidak berharap jika bisa selamat" ucap Nizam frustasi.


"jaga ucapanmu itu Nizam.. kamu pasti bisa di selamatkan" ucapmu pada Nizam.


"kita tidak ada waktu.. kita harus membawa Nizam ke rumah sakit sayang" ucap alson dan kamu balas anggukan.


"kau benar.. kita harus cepat bergerak, 15 menit lagi tempat ini akan meledak" ucap Arvan.


Dengan cepat alson dan Aiden memapah tubuh Nizam, sedangkan Arvan menggendong mayat Liliyana.


Kalian menuruni tangga dan bertemu Jacob di bawah, Jacob mengambil alih untuk memapah Nizam dan alson menggendongmu. Dia tahu jika dari tadi kamu menguatkan dirimu untuk berjal.


Sesampainya di mobil, semua Mafioso yang tersisa langsung melajukan mobil dengan cepat melewati lima gerbang keamanan mansion itu, tidak lupa Jacob juga membawa sisa Mafioso musuh dan menyekap mereka untuk dijadikan bawahan mafia black fogs pengganti para Mafioso yang gugur karena serangan ini, jika Mafioso musuh menolak maka hukuman mati yang akan Jacob berikan pada mereka.


Dengan kecepatan penuh semua mobil mafia Black fogs dan black shadow keluar dari gerbang pertama, hingga mobil terakhir keluar dan..


BLOOOOMMMMM....


Suara ledakan besar terdengar, bangunan megah itu perlahan runtuh dan rata dengan tanah, alson sedari tadi memelukmu erat.


Dia bisa merasakan getaran ketakutan teramat besar padamu.


"menangislah sayang.. keluarkan semua ketakutanmu" ucap alson mengusap kepalamu.


"hhuuuuaaaa.... wanita itu meninggal alson.. Nizam juga sekarat.. semua ini karenaku.. huuaaaaaa" tangis histerismu pecah begitu saja.


"Hay.. Hay sayang.. dengarkan aku... ini semua bukan karenamu, ini semua kehendak Tuhan.. mungkin ini adalah jalan terbaik yang diberikan Tuhan untuk kita" ucap alson menenangkanmu.


"ini salahku alson.. salahku.. hisskk..hiissskkk" ucapmu penuh tangis.


"bukan salahmu sayang.. ini salah cinta wanita itu, cintanya terlalu besar pada Arvan dan karena itu dia menjadi buta" ujar alson.


"sekarang tidurlah.. istirahatlah sayang" ucap alson lagi dan kamu mulai memejamkan matamu.


Tidak ada yang salah dengan cinta.. yang salah hanya pada caranya untuk mendapatkan cinta, perasaan manusia tidak akan bisa dilarang bahkan manusia itu sendiri tidak bisa mengendalikan apa itu cinta.


Cinta yang teramat besar bisa menjadi pelindung tapi juga bisa menjadi senjata, tergantung seperti apa kenangan cinta itu bersemi.


To be continue...❤️


Bagaimana gaes... dilanjut gak nih 😂


Lanjut donk.. tapi endingnya nanti akan seperti apa ya gaess..


Happy ending ??? atau Sad ending ????


mana nih para pendukung Happy ending 😂


mana juga para pendukung Sad ending 😂


ikutin terus ya gaess... 😘❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2