Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Keluarga Baru


__ADS_3

Pagi telah datang, Anam juga menginap disini, sesuai ajakannya tadi malam, dia membawamu ke rumah orang tuanya masuk kedalam kawasan lebih elit dari rumah ayahmu.


Setelah gerbang di buka, hatimu terasa sangat gerogi, takut salah tingkah. Anam turun dari mobil dan berjalan membukakan pintu mobil untukmu, tangan kanannya terentang kedepan mempersilahkanmu menyambut genggamannya, dan menggandengmu masuk kedalam.


Terlihat keluarga yang tengah menghabiskan waktu mereka di ruang keluarga dengan tontonan film kartun.


Ibu Maya yang melihatnya putranya pulang membawa seorang wanita cantik langsung berdiri dan berjalan ke arah mereka dengan senyuman bahagia.


"pagi Bu" ucap Anam pada ibunya.


"pagi sayang, siapa wanita cantik ini, apakah dia Calon istri yang kamu janjikan ke ibu dulu" ucap ibu Maya langsung to the point. menyambutmu dengan pelukan.


Kamu yang mendengar penuturan ibunya Anam tersenyum dan menyambut pelukan selamat datang dari ibu Maya.


"selamat datang sayang, anggap saja rumah sendiri, kamu calon menantu ibu sekarang, jadi panggil ibu ya" ucap ibu Maya langsung menggandeng tanganmu mengikutinya duduk di ruang keluarga.


Canggung.. jelas itu yang kamu rasakan apertama kali disini, cuma rasa itu sedikit hilang karena kehangatan ibu Maya yang diberikan padamu. Dan sepertinya kamu akan 0 keluarga barumu ini.


"jadi.. siapa nama calon kakak iparku ini kak" ucap Raden pada Anam.


"namanya Intan Eka Gustiwana, putri kedua dari tuan Gustiwana Hendrawan" ucap Anam sambil duduk disampingmu dan menggenggam tanganmu.

__ADS_1


"oh jadi kamu intan itu nak" tanya ayah Bagaskara padamu.


kamu bingung apa maksud dari ucapan ayahnya Anam ini.


"i..iya tuan, apakah anda mengenal ayah saya" tanyamu kikuk pada ayahnya Anam.


"hahaha.. panggil ayah nak, kamu akan jadi menantuku, siapa yang tidak kenal dengan ayahmu, pengusaha hebat sekaligus sahabatku, aku memang pernah punya rencana menjodohkanmu dengan salah satu putraku, tapi ayahmu menolaknya karena dia tidak mau memaksamu, dan aku sangat memahami itu, tapi sekarang lihatlah... kamu memang berjodoh dengan salah satu anakku nak, tapi asal kamu tau rencanaku dulu ingin menjodohkanmu pada Raden adiknya Anam, ternyata yang berjodoh malah Anam anakku" terang ayah Bagaskara padamu.


"apa ??? kenapa ayah jahat sekali tidak mengatakannya padaku, tau gitu Raden akan mendekati kakak ipar lebih dulu" protes Raden pada ayahnya dan melirik jahil ke kakaknya.


"apa kau bilang... cari saja wanita lain, yang menjadi jodohnya intan bukan kau, tapi aku" timpal Anam sambil melempar bantal sofa ke adiknya, tak terima miliknya di rebut oleh siapapun


Semua orang pun tertawa karena candaan yang terjadi, termasuk kamu juga intan, dalam waktu sehari saja kamu sudah bisa berbaur dengan keluarga ini, dan ikut ibu Maya menyiapkan makan siang di dapur.


"tentu saja ibu sangat mengenal baik meylana ibumu nak, dia adalah wanita tangguh, maafkan ibu saat kematian beliau ibu sekeluarga tidak bisa datang, karena saat itu kami berada di Amerika, kakeknya Anam tengah sakit parah" sesal ibu Maya padamu atas kejadian 1 tahun yang lalu.


"tidak masalah ibu, intan sudah mulai mengikhlaskan kepergian ibu sekarang" ucapmu lembut dan tersenyum tulus pada ibu Maya.


Ibu Maya menjadi tersentuh lalu memelukmu singkat, meja makan sudah terisi dengan berbagai makanan, semua orang segera duduk dan memulai acara makan siang mereka.


Suara dentingan sendok terdengar khas disana, semua orang menikmati makan siang mereka, walau sedikit berbeda.

__ADS_1


"ibu... kenapa ayah merasa ini bukan masakan ibu, tapi rasanya tidak asing di lidahku" ucap ayah Bagaskara.


"ini masakan calon menantu kita, rasanya masih sama seperti masakan meylana, rasanya dia juga ada bersama kita" tutur ibu Maya, dan kamu tersenyum padanya.


"oh ya kalian kapan akan menikah" tanya ibu Maya padamu dan Anam.


"Minggu depan Bu" ucap Anam enteng.


"uhuukk..uhukk.. apa secepat itu" ucap ketiga orang itu karena terkejut, tapi setelahnya ibu Maya menampakkan wajah bahagia.


"apa kalian tidak sabar untuk membuatkan ibu cucu" canda ibu Maya yang membuatmu bagaikan kepiting rebus.


"iya Bu, kabar itu akan segera ibu dapatkan" ucap Anam pada ibunya.


"aduuhh... kenapa bahas masalah itu sih, aku saya belum jatuh cinta padanya" gumammu dalam hati.


Mendengar itu ibu Maya semakin bersemangat.


Dan akan menyiapkan acara pernikahan semeriah mungkin, tapi hal itu Anam tolak, beralaskan semua sudah di persiapkan olehnya denganmu, para orang tua hanya menunggu santai saja sampai hari H.


"aku tau kamu belum mencintaiku, tapi itu tak akan lama intan, cepat atau lambat, aku tidak akan memaksamu melakukannya" batin Anam dalam hati sambil memandangimu di meja makan ini.

__ADS_1


To be continue... ❤️


__ADS_2