Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Ekstra Chapter 2


__ADS_3

Aku merasakan hampa di dalam hatiku, beginikah rasa di tinggalkan, beginikah rasa tidak mampu.. beginikah rasa melihat orang yang di cintai pergi.


Tuhan... apakah ini yang pernah di rasakan Nizam dulu, cintanya yang teramat besar kepada wanita yang telah kurebut, wanita yang telah kujadikan istriku dengan segala cara licikku, menghancurkan bahkan mengfitnah Nizam supaya intan meninggalkannya.


Apakah aku sejahat itu Tuhan.. ??


Apakah ini karma yang engkau berikan terhadapku Tuhan... ???


Apakah cintaku salah sehingga engkau mengambilnya dariku agar bersanding dengan cinta aslinya di surga sana.. ???


Aku tahu.. aku memang sangat jahat tapi aku juga seorang manusia yang ingin bahagia, tidak bisakah engkau memberiku kebahagiaan Tuhan ???


Disaat aku mengenal cinta engkau menyakiti hatiku dengan membuatnya berselingkuh hingga aku membenci perasaan cinta itu, dan sekarang aku telah menemukan cintaku kembali pada seorang wanita baik engkau juga mengambilnya.


Apa salahku terhadapmu Tuhan.. kenapa engkau begitu kejam kepadaku.. kenapa ???


"Aku harus pulang sekarang.. aku akan membuat Black Rose menyesal" Batinku.


Semalaman aku menenangkan diri di tepi jurang, menatap rembulan malam yang menjadi saksi atas kesedihanku.


Sekarang bukan waktunya untukku bersedih, aku akan membalas apa yang telah mereka perbuat kepadaku.


"Alson.. kemana saja kau.. aku menelfonmu dari semalam" Ucap Jacob disaat melihatku memasuki pintu utama mansion Arvan.


"Aku menenangkan diri.. apakah pemakaman untuk istriku sudah dipersiapkan ?" tanyaku.


"satu jam lagi pemakaman akan dilakukan" jawab Jacob dan aku tetap fokus berjalan menaiki tangga.


Terlihat Arvan sudah berada di depan pintu kamarku.


"Alson ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu" ucap Arvan kepadaku.


"bicarakan saja disini" balasku singkat


"baiklah.. langsung saja.. aku ingin membicarakan tentang kondisi istrimu saat.." ucap Arvan terjeda.


"sudahlah.. jangan bahas mengenai istriku saat ini.. itu hanya akan membuatku marah" Sahutku tak ingin mendengarnya.

__ADS_1


"beraninya kau menjeda ucapanku" pekik Arvan.


"kuharap kau mengerti.. saat ini di dalam pikiranku hanya ada balas dendam, jika kau membicarakan mengenai istriku itu akan membuat emosionalku tak beraturan" timpalku hendak memasuki kamar.


"ck.. dasar suami sialan.. aku hanya memberi tahumu bahwa kondisi istrimu saat ini sedang mengandung, dia berencana memberimu kejutan di hari ulang tahun kalian mengenai kehamilannya ini.. dan ini akan menjadi salah satu alasan terbesarmu untuk membalaskan dendam" ujar Arvan dengan tatapan tajam kepadaku.


Mendengar itu aku langsung membalikan badanku, apakah benar yang dibicarakannya, kamu seharusnya tengah mengandung saat ini ???.


"apa kau bilang..." pekikku mencekal bajunya.


"inilah kenyataannya Alson.. istrimu tengah mengandung, dan hasil dari otopsi jenazah intan saat ini dikatakan bahwa dia tidak hamil, maka sudah jelas.. mayat itu bukanlah istrimu" ujar Arvan.


"apa... itu artinya intanku masih hidup" ucapku bagaikan orang linglung.


"yeah Alson.. sebelum pemakaman dilakukan kami berdua melakukan uji otopsi terlebih dahulu, dan hasil uji itu menyatakan bahwa mayat yang ada disana bukanlah istrimu" ucap Jacob.


"ini adalah hasil uji otopsi terhadap mayat itu, dan ini adalah hasil tes kehamilan istrimu saat pingsan di rumah sakit dulu" tambah Arvan.


Kubuka hasil itu dengan hati begitu berdebar, hatiku rasanya kacau bercampur dengan bahagia setidaknya kemungkinan besar kamu masih hidup.


"ayo kita Serang markas mereka.. hancurkan hingga ke akar-akarnya... aku akan membawa istriku kembali" ucapku dengan tatapan membunuh.


"yeah.. akan sangat menguntungkan, aku sudah berjanji kepada istrimu kalau aku akan setia bersekutu denganmu Alson jadi jangan khawatir" tambah Arvan.


"aku akan istirahat dulu.. makamkan saja mayat itu" ucapku dan memasuki kamar.


"jiwanya telah kembali.. semoga istrimu baik-baik saja Alson" Batin Jacob merasa sedikit lega.


Disisi luar mansion Arvan...


"oh jadi ini mansion megah milik salah satu penguasa Spanyol, bukankah dulu orang yang mencintai kakakku adalah orang ini... tapi dulu dia hanya seorang pelukis" ucap Bella Shofie mengamati dari dalam mobil.


"nona... tempat ini sangat berbahaya.. jika kita ketahuan akan menjadi mala petaka" ucap Mafioso Albert yang menjadi sopirnya.


"yeah..yeah.. cerewet sekali.. cepat jalan" titah Bella kepadanya.


Saat diperjalanan...

__ADS_1


"apakah Alson benar-benar ada disana.. bukankah Arvan Emelio itu hanya seorang pelukis pengelana saja, bagaimana bisa menjadi seorang King mafia terbesar di Spanyol.." Batin Bella bertarung dengan pemikirannya.


"hhuuuhh... untuk apa aku memikirkannya.. lebih baik aku memikirkan rencana yang tepat untuk memiliki Alson.. apakah dia tidak merindukanku" Batin Bella dan tersenyum licik.


"Bawa aku ke pusat perbelanjaan disini.." titah Bella kepada Mafioso itu.


"baik nona di depan ada pusat perbelanjaan terdekat dalam sepuluh menit kita akan sampai, apa disana saja..." ucapnya kepada Bella.


"terserah.. yang penting aku ingin belanja" balas Bella ketus.


Sepuluh menit kemudian Bella telah sampai di pusat perbelanjaan yang cukup besar di Spanyol, dia masuk ke dalam dan langsung menarik barang apapun yang dia mau.


"hhhaaahh... lelah sekali berbelanja.. pak belikan aku minuman segar" titah Bella kepadanya.


"Baik nona.." jawab Mafioso itu.


"dasar wanita tidak tahu diri.. lihat saja sesaat lagi tuan Albert akan membuangmu, dan disaat itu aku akan memberiku pelajaran" Batin Mafioso mendendam terhadap Bella.


"selagi masih bisa dimanfaatkan mengapa tidak..hahaha" lirih Bella memainkan black card pemberian Albert untuknya.


Disaat Bella menikmati minumnya, terdengar suara seseorang yang begitu akrab menurutnya.


"cepat bawa karangan bunga ini, pemakamannya akan dilakukan setengah jam lagi" suara tegasnya memerintahkan kepada para mafioso.


"baik tuan Jacob..." balas mereka serentak.


"kak Jacob... dia juga berada disini.." lirih Bella menutupi wajahnya agar tidak diketahui Jacob.


"pria sialan itu sangat menyebalkan.. dia tidak akan membiarkanku berdekatan dengan alson walaupun hanya tiga meter saja" gumam Bella.


"tapi untuk apa dia membeli karangan bunga.. pemakaman siapa !!" Batin Bella dan mengintip tulisan di karangan bunga itu.


Tulisan nama pada karangan bunga itu :


...... Intan Gustiwana Johannes ......


"ck.. bagus kalau bagi mereka wanita itu mati.. aku akan sangat bahagia, hanya saja kemarin asisten Albert bilang kalau dia terjatuh dari jurang dan tercebur ke sungai.. semoga saja wanita itu benar-benar mati dan mayatnya terbawa ke muara menjadi santapan buaya-buaya yang kelaparan" Batin Bella puas.

__ADS_1


"pak ayo pulang... bawa semua belanjaanku ini" titah Bella lagi.


To be continue... ❤️


__ADS_2