Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Ikhlaskan Dia


__ADS_3

Setelah acara penyambutan tadi, kalian berjalan memasuki lift dan menuju lantai kedua.


Terlihat pintu besar dan indah, alson membukanya dengan sidik jarinya.


Sesampainya di dalam kamu dibuat kagum lagi karena keindahan kamar itu, walaupun bernuansa gelap tapi tetap indah bagimu.


"sayang kemarilah" panggil Alson padamu.


"ya ada apa ?"


"kemarikan telunjuk kananmu, aku akan memasukan sidik jarimu pada pintu ini" ucap alson dengan memainkan jarinya pada alat penyemat sidik jari itu.


Setelah itu kamu pergi ke balkon kamar, melihat pemandangan diluar, indah.. perbukitan yang asri sejuk di pandang.


Alson kini mendekatimu dan berdiri di sebelahmu, ikut menikmati pemandangan hijau di depan.


"apa aku boleh merangkulmu" tanya alson.


"silahkan, aku tak bisa menolak karena kamu suamiku" jelasmu padanya.


"kalau aku menginginkannya ?" tanya alson. Dan kamu paham maksudnya.


"hmm.. untuk itu aku belum siap" jelasmu kembali, Alson tersenyum.


"aku tidak akan memaksamu, suatu saat kamu akan mencintaiku" ucap alson santai. lalu memeluk pinggangmu.


"yah... kamu benar, aku akan berusaha menerimamu" ucapmu dengan senyum tulus.


Sedangkan alson mendekatkan dan menatapmu penuh senyum, mencium pucuk dahimu.


deg...deg...


"dia sangat tampan kalau dari dekat, bahkan lebih tampan ketimbang mas Nizam, dan kenapa setiap berdekatan jantungku selalu berdebar, sadarlah intan kamu belum punya rasa padanya" Batinmu menyadarkan diri.


Ditempat lain...


"Hallo... bagaimana kau sudah menemukan buktinya ?? sogok pemilik club itu agar mau memperlihatkanmu tempat kontrol cctv" ucap pria itu pada orang disebrang sana lalu memutus panggilan itu.


tok...tok...tok...

__ADS_1


"masuk" perintahnya.


pintu terbuka "maaf tuan ada seorang wanita yang ingin menemui anda" ucap staff itu.


"biarkan dia masuk" ucap pria itu dengan senyum licik terukir dibibirnya


Tak lama dari itu seorang wanita masuk, dan tepat sesuai dugaannya, dia adalah wanita yang menjebaknya malam itu.


"ada perlu apa kau kemari" ucap pria itu dingin.


"sa..saya..." balas wanita itu takut.


"cepat katakan apa yang kau inginkan" bentak Nizam.


Benar... dia Nizam, seorang pria yang tidak terima kamu tinggalkan, karena dia merasa semua yang terjadi padanya murni jebakan.


"saya kesini ingin meminta pertanggungjawaban anda tuan, saya sedang hamil" ucap jujur wanita itu.


"hahaha hamil... kau yakin dia anakku, apakah aku tidak salah" ucap Nizam penuh kebencian terhadap wanita itu.


Nizam berjalan mendekat ke wanita itu, satu tangannya langsung mencekik leher wanita itu.


"kau tahu... gara-gara kau calon istriku memilih meninggalkanku dan menikah dengan orang lain yang jelas tidak dia cintai, cintaku meninggalkanku" ucap Nizam penuh amarah.


"Beraninya kau menjebakku hah... beraninya kau mengaku kalau anak dalam kandunganmu itu anakku, dasar wanita j*l*ng kau pikir aku bisa tertipu oleh wanita berwajah polos sepertimu, sudah berapa banyak laki-laki yang tidur bersamamu, kau hanya mengincar hartaku, berapa uang yang kau minta aku akan berikan" teriak Nizam sekali lagi.


Wanita itu hanya bisa menangis saat ini, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan, Nizam sedari tadi mengeluarkan kata-kata yang tajam menusuk hatinya.


"aarrrkkkkk.... kenapa tuhan kenapa..." teriak Nizam karena frustasi.


"keluar kau dari hadapanku, KELUAR..." teriak Nizam sekencang-kencangnya.


Wanita itu berdiri dan membuka pintu ingin pergi dari sana, namun saat akan keluar sudah ada wanita paruh baya sdengan tatapan tajam mengarah pada Nizam, dan menggelengkan kepalanya pada wanita itu agar tidak pergi.


plaakkk...


Suara tamparan terdengar jelas dari pipi Nizam.


"cukup Nizam, sadarlah.. intan sekarang sudah jadi milik orang lain, kau harus mengikhlaskannya" tegas ibu Sonya, ibunya Nizam

__ADS_1


"aku tidak bisa Bu, aku sangat mencintainya aku di jebak Bu" ucap Nizam frustasi.


"di jebak atau tidak kamu akan tetap bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan" tegas ibu Sonya lagi.


"tidak Bu, tidak mungkin bayi itu milikku" ucap Nizam kembali.


"ibu bawa buktinya" tutur ibu Sonya melemparkan map hijau di meja kerja Nizam.


Nizam membukanya, hasil test DNA menyatakan 98% kecocokan Nizam dan bayi dalam kandungan itu.


"kau mau menyangkal lagi ?? sudah nak biarkan intan bahagia, lupakan dia, ikhlaskan dia" ucap ibu Sonya.


"kami saling mencintai Bu, Nizam tau kalau intan tidak mencintai suaminya, hanya Nizam yang dia cintai" elak Nizam tetap tidak mau mengikhlaskanmu.


"hanya Tuhan yang bisa membalikan hati manusia nak, terimalah mungkin ini memang sudah takdir, kalian memang tidak bisa bersama" ucap ibu Sonya lagi menyadarkan anaknya.


"ingat keinginan terakhir intan, dia mau kamu bertanggungjawab atas semua ini, dia akan membencimu jika kamu tidak memenuhi keinginannya" jelas ibu Sonya lagi lebih dalam.


Mendengar namamu di sebut, Nizam menatap kearah ibu Sonya dengan sendu, dan akhirnya dia menyetujui untuk menikahi wanita itu, walaupun dia sangat membencinya.


"baiklah.. aku akan menikahinya, ini hanya demi intanku saja, kalau bukan intan yang memintanya aku tak akan Sudi menikahimu" ucap Nizam kasar pada wanita itu dan pergi dari ruangannya.


Ibu Sonya hanya bisa menggelengkan kepalanya sesaat.


"maafkan anak ibu ya nak, dia telah dibutakan oleh cintanya, dia memang sangat mencintai tunangannya dulu, ibu harap kamu bisa meluluhkan hatinya suatu saat nanti, ibu percaya kamu adalah wanita yang baik, seperti yang diucapkan oleh intan" tutur ibu Sonya menenangkan wanita itu agar berhenti menangis.


"terima kasih telah mempercayaiku Tante" balas wanita itu.


"panggil ibu nak, aku ini calon ibu mertuamu" pinta ibu Sonya.


"oh ya namamu siapa nak" tanya ibu Sonya lagi.


"namaku Sonia setyawangsa Bu" jawab wanita itu.


"nama yang indah" balas ibu Sonya lalu memeluk Sonia.


Di kediaman mansion alson...


"ayo masuk, diluar tambah dingin" ajak alson padamu.

__ADS_1


"hmm.. ayo" ucapmu lalu alson merangkul pinggangmu dengan hangat dan kalian masuk bersama.


To be continue... ❤️


__ADS_2