Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Pernikahan


__ADS_3

Seminggu berlalu, hari yang di tunggu telah datang, hari dimana kamu merasa sangat bahagia dan menikah dengan orang yang kamu cintai menjadi hari dimana kamu mengingat kembali kejadian yang membuat hatimu hancur, dan terpaksa menerima penawaran pernikahan tanpa cinta ini.


"apa aku bisa mencintainya ?, walaupun sekarang aku tidak tau masih mencintai Nizam atau tidak, yang jelas aku sangat membencinya sekarang" batinmu dalam hati


tok...tok...tok..


Suara ketukan pintu terdengar, perlahan pintu itu terbuka, kamu tersenyum padanya.


"ayo... kamu sudah siap ?" tanya orang itu.


"sudah kak" ucapmu lembut padanya.


"kalau gitu genggam tangan kakak, ayah sudah menunggumu di bawah termasuk keluarga Bagaskara" ucap kak Andre.


Kamu menyambut uluran tangan kak Andre, dan berjalan menuruni tangga dengan sangat anggun, semua orang yang ada di ballroom hotel ini menatap ke arahmu, sorotan mata kagum mereka tunjukan padamu, pengantin wanita yang sangat cantik.


"kakak lihatlah calon pengantinmu, sangat cantik, lihat semua mata tertuju padanya, apa kau tidak cemburu dengan para pria yang menatapnya ?" goda Raden pada Anam.


"diam kau" timpal Anam pada adiknya.


Ayah Gustiwana sudah menunggumu di bawah tangga, menyambut uluran tangan kak Andre menyerahkanmu pada ayahnya.


Kamu berjalan dengan ayahmu dan di tunggu oleh Anam di depan sana tanpa berkedip sama sekali. membuatmu malu dan tersenyum kepadanya.


Bukannya membalas senyumanmu, Anam malah salah tingkah karenamu, dan itu terlihat lucu bagimu hingga membuatmu tertawa kecil saat ini.

__ADS_1


Tema pernikahan kali ini berbeda dengan rencana awal, semua konsep dirubah serba putih gold sesuai keinginan Anam, dan hasilnya memang lebih cantik dari konsepmu dengan Nizam sebelumnya.


Janji suci pernikahan telah di ucapkan, kini kamu dan Anam telah sah menjadi suami istri, tak pernah kamu bayangkan sebelumnya kamu bisa menikah dengan orang yang tidak kamu cintai, karena sebelumnya impianmu sudah di depan mata.


Namun kamu sadar, sekarang bukan waktunya menyesali masa lalu, kamu harus bisa menatap masa depan, cinta ataupun tidak Anam adalah suamimu yang sah sekarang.


"selamat atas pernikahannya sayang" ucap seorang wanita paruh baya yang sangat akrab di telingamu.


"ibu Sonya" ucapmu lirih.


"iya sayang ini ibu, maafkan kesalahan yang telah di perbuat Nizam padamu ya nak, ibu sangat malu kepadamu" ucap ibu Maya menangis hampir berlutut padamu, namun kamu cegah.


"sudah ibu, intan tidak apa-apa, intan sudah memaafkan mas Nizam, semoga mas Nizam segera menikah dengan wanita yang telah dia renggut masa depannya kemarin" ucapmu berharap penuh.


"iya nak, terima kasih dan maaf sekali lagi" ucap ibu Maya lalu memelukmu lama dan turun dari altar.


"are you okay ?" ucap Anam, dan anggukan kepala yang kamu berikan.


"I'am okay" jawabmu singkat dan tersenyum.


Anam bisa merasakannya, hanya pelukan yang bisa dia berikan, dia menyesal karena ulahnya kamu menjadi seperti ini, dia menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri atas kesedihanmu ini, di kesal atas sifat obsesinya yang terlalu besar untuk memilikimu, tapi dia sadar, ini bukan rasa terobsesi lagi, ini cinta, cinta luar biasa yang belum pernah dia rasakan, entah sejak kapan dia menyadarinya, tapi itu benar adanya. dia sudah sadar kalau dia mencintaimu.


"lepaskan aku, lapass... intan dengarkan penjelasanku, aku mencintaimu.. aku tidak mau kamu menikah dengan orang lain, intan.... keluarlah kumohon" teriakan seseorang dari Luar terdengar samar-samar dengan suara musik.


Anam pun mengangkat tangannya menyuruh musik untuk berhenti, dan benar ada teriakan seseorang diluar memanggil namamu.

__ADS_1


Dengan izin dari Anam, bodyguard yang mencegah pria itu masuk kini membukakan jalan untuk pria itu masuk, Dan yah siapa lagi kalau bukan Nizam Narendra Fahrizal pria yang kamu cintai namun kamu benci.


Nizam berlari mendekatimu, namun hampir saja memegang tanganmu, Nizam di hadang oleh Anam.


"maaf tuan tolong anda jaga sikap disini, intan adalah istri saya sekarang" ucap Anam lantang tak menghiraukan para undangan disana.


"intan kumohon dengarkan aku, percayalah, aku tidak ada hubungan apapun dengan wanita itu, tolong batalkan pernikahanmu, kembalilah padaku" pinta nizam padamu.


"maaf mas, aku tidak bisa, aku telah menjadi istri orang lain sekarang, dan tolong mas pertanggungjawabkan perbuatan mas pada wanita itu, kamu telah merenggut masa depannya mas" ucapmu tegas pada Nizam.


"Dia hanya wanita j*l*ng yang menjebakku, sayang tolong maafkan aku, kembalilah, tolong" pinta nizam kembali dengan tetesan air mata.


namun...


plaakkkk.....


Tamparan keras kamu layangkan padanya.


dengan mata berkaca-kaca penuh dengan amarah.


"jaga ucapanmu mas, walaupun aku sakit hati pada wanita itu tapi aku juga seorang wanita, aku melihat bagaimana mas merenggut masa depannya, dia kesakitan, darah segar keluar dari sana, beraninya kamu menyebutnya seperti itu, ingatlah kamu juga keluar dari rahim seorang wanita mas" ucapmu sambil menunjukkan jarimu tepat di wajahnya.


Karena amarah kakimu menjadi lemas, hampir terjatuh tapi Anam sigap memegangmu, di dudukannya kamu pada kursi di belakangmu, dan Anam menyuruh para bodyguardnya untuk menyeret Nizam keluar.


"intan kumohon kembalilah, aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu intan, intan dengarkan aku..." teriakan Nizam disaat dirinya di seret keluar oleh para bodyguard itu hingga di dorong keluar tersungkur di jalanan.

__ADS_1


"aku akan membuktikannya, aku sangat mencintaimu sayang, aku akan membalas pada orang yang telah membuatku kehilanganmu" Batin Nizam dengan sorot mata penuh amarah dan dendam.


To be continue..... ❤️


__ADS_2