Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Cinta tak harus memiliki


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah sakit kamu harus menunggu beberapa hari untuk pemulihanmu, Jacob sahabat alson juga telah sampai dan semua persiapan dari segala hal telah dipersiapkan secara matang.


"apa kalian benar-benar akan melakukan rencana ini ?? ini sedikit berbahaya !!" serumu pada ke empat pria di depanmu.


"kamu belum tahu mafia seperti apa yang akan kita hadapi intan.. dan aku sangat mengenal bagaimana sifat Lilyana" sahut Arvan memperjelas.


"tapi aku juga seorang wanita dan aku tidak ingin jika kalian melukainya" ucapmu lagi.


"sayang.. aku tahu kamu sangat lembut, tapi jika sudah masuk dalam dunia gelap seperti ini kamu harus menghilangkan perasaanmu agar tujuanmu berhasil" terang alson padamu.


"tapi alson..." ucapmu terjeda.


"maaf jika aku memotong.. tapi memang benar yang dikatakan suamimu, kau harus menghilangkan perasaanmu sejenak jika sudah berhadapan dengan lawan, jika kau kalah dari perasaanmu maka kau yang akan mati disini" sahut Jacob memotongmu.


Setelah penjelasan Jacob kamu hanya diam dan tidak memberi masukan apapun, hanya anggukan mengerti dan menyetujui saja yang kamu lakukan.


"Bagaimana ??? kalian setuju dengan rencana ini ??" tanya Nizam pada semua orang.


"yeah.. kita akan membutuhkan bantuan lebih besar juga pastinya" ucap Alson.


"kau benar.. aku akan menghubungi sekutu kita dan meminta bala bantuan untuk dikirim kesini" sahut Jacob sambil mengeluarkan ponselnya.


"Rendi siapkan segalanya.. beberapa hari lagi kita akan melancarkan misi ini" titah Arvan pada asistennya.


"Baik tuan" jawab Rendi.


Setelah perundingan rencana yang lumayan memakan waktu, kini kalian berada di ruang makan untuk makan malam.


Suasana makan malam yang hening selalu terjadi. 😌


"alson.. aku ingin istirahat" ucapmu setelah makan malam selesai.


"ayo kita istirahat sayang" sahut Alson dan hendak mendorong kursi rodamu.


"alson.. kapan aku bisa jalan sendiri, aku hanya terkena luka tembak di perut alson bukan di kaki sampai harus menggunakan kursi roda" keluhmu pada suamimu.


"ini semua agar lukamu cepat mengering sayang, jika kamu terlalu banyak bergerak lukamu bisa terbuka dan akan memakan waktu penyembuhan lebih lama juga" terang alson lembut padamu.


"aku sangat bosan alson.." keluhmu lagi.


"baiklah.. kalau begitu biar aku gendong saja" ucap alson lalu menggendongmu.


Kamu tidak menolak atas perlakuan suamimu itu, kamu kalungkan kedua tanganmu dileher Alson dengan erat, sudah lama rasanya kamu tidak memandangi wajah tampan dari suamimu itu.


Kamu kagumi wajah tampan suamimu itu, hingga tanpa sadar kalian sudah berada di kamar.


"kenapa dari tadi memandangiku.. kau sudah jatuh cinta padaku sayang ??" goda alson padamu.

__ADS_1


"ck... mana ada seperti itu, yang ada aku kesal padamu karena telah menjualku pada Arvan" ucapmu mengutarakan kekesalanmu.


"tidak sayang.. tidak.. hal itu tidak pernah terjadi, mana ada seorang alson Johannes menjual istri tercintanya" balas alson.


"bohong.. buktinya kamu menjualku alson" ucapmu lagi.


"apa Arvan tidak mengatakan nama orang yang telah menjualmu sayang ??" tanya alson padamu.


"tidak.. dia hanya bilang kalau suamiku telah menjualku" jawabmu.


"Dasar pria sialan.. bisa-bisanya dia tidak menjelaskan semua ini asal-muasal dari mana" Batin alson geram.


"akan ku jelaskan sayang.. kamu hanya salah paham" ucap alson dan menjelaskan semuanya mulai dari awal kejadian di kantor dulu hingga kamu bisa berada di tempat ini.


"maafkan aku telah salah paham padamu alson" ucapmu setelah mendengar penjelasan dari suamimu.


"it's okay sayang.. disini kamu hanya korban, dan maafkan aku pada kejadian di kantor dulu aku sangat menyesal" ujar alson padamu.


"hemm.. jangan pernah ada rahasia yang kau sembunyikan lagi dariku alson" ucapmu pada alson.


"aku berjanji sayang" jawab alson singkat lalu mencium keningmu.


"ayo.. kita istirahat kamu pasti sangat letih, dan ingat jika kamu ingin ikut maka kamu harus menuruti semua perkataanmu sayang agar kesehatanmu cepat pulih" ujar alson lagi sambil menyisirkan rambutmu.


"yeah.. aku akan melakukannya" jawabmu.


"cium sini dulu donk sayang" pinta alson menunjuk ke pipinya.


Degg.. Deeegggg...


"enak saja.. belum waktunya" ucapmu menolak.


Alson hanya menghela nafas panjang.


"Baiklah.. aku tidak akan memintanya lagi mulai sekarang sebelum kamu sendiri yang menciumku sayang" terang alson dan kamu tersenyum tulus padanya.


"yeah.. seuatu saat nanti aku akan menciummu tanpa kamu minta sekalipun" balasmu dan menyentuh pipi alson lembut.


"ayo... kita istirahat sekarang" ajak alson menatakan bantal empuk untukmu.


"thank you" ucapmu dan mulai merebahkan badanmu diatas ranjang empuk itu.


Alson mencium keningmu lagi, dia berjalan ke arah sisi ranjang dan ikut merebahkan tubuh tegapnya disampingmu.


"sayang.. selama kamu disini sendirian apa Arvan berlaku kasar padamu ??" tanya alson padamu.


"tidak.. dia baik, dia memperbolehkanku untuk melakukan apapun yang aku inginkan" jawabmu jujur pada suamimu.

__ADS_1


"benarkah... kalau begitu apa kau suka atas perlakuannya ?" tanya alson lagi.


"tidak juga... dia pria baik, tapi terkadang dia juga sedikit berlaku kasar jika di luar kendali" ucapmu begitu saja.


"APA... di luar kendali seperti apa ???"tanya alson syok hingga membuatmu terkejut.


"pikiranmu isinya apa sekarang... aku bisa menjaga diri sendiri walaupun aku seorang wanita, semuanya masih tersegel dan aman" ucapmu ketus sambil mengetuk jidat suamimu lembut.


Ya.. walaupun tidak sopan suami sendiri di begituin, tapi kamu hanya memastikan pikiran suamimu itu jernih 😅


"terima kasih sudah menjadi wanita tangguhku sayang" ucap alson dengan penuh senyuman padamu.


"udah ah.. aku sudah mengantuk alson.. ayo tidur, jika sekali lagi kamu ajak aku ngobrol akan ku isolasi mulutmu agar tidak mengganggu istirahatku" ancammu pada suamimu sendiri.


"isolasi pakai apa sayang... pakai bibir seksimu ini" ucap alson dan langsung mengusap pelan bibirmu.


Seketika jantungmu bertambah kencang, dan langsung menepis tangan alson.


"ehemmm... kamu pikir aku bercanda, sudah aku mengantuk ingin tidur" ucapmu cepat dan memunggungi suamimu.


"sayaaang..." ucap alson manja.


"alson.. stop it" sahutmu dengan tetap memunggungi alson.


"sayaaang..." ucap alson lagi.


Karena geram kamu membuka loker nakas di depanmu dan mengisolasi mulut alson dengan isolasi.


"good.. ini lebih baik cepat tidur atau aku akan melarangmu tidur satu kamar denganku" ancammu pada alson.


Alson hanya bisa mengganggung tanpa bisa menjawab karena mulutnya telah kamu isolasi, dan kamu kembali merebahkan tubuhmu untuk pergi tidur.


Disisi lain...


Ruang makan Arvan, Nizam, dan Jacob.


"ck... kenapa aku bisa menyukai wanita yang sudah bersuami, bahkan pasangan itu tengah bermesraan di dalam kamarnya sekarang" gerutu Arvan tapi masih tetap terdengar oleh Nizam dan Jacob.


"hahaha.. sudahlah kawan, lupakan saja perasaanmu itu kau tak akan bisa mendapatkannya karena dia hanya milik alson seorang" ucap Jacob menertawakan Arvan.


"apakah aku juga tidak akan ada kesempatan lagi intan ??" Batin Nizam bertanya pada dirinya sendiri setelah mendengar ucapan Jacob.


"aku tahu jika intan memang tak pernah melirikku sama sekali walaupun sudah satu bulan lebih bersamaku, tapi hatiku tidak bisa ku ajak kompromi" keluh Arvan.


"cinta tak harus memiliki kawan.. semoga suatu saat nanti kau dipertemukan jodohmu" sahut Jacob menguatkan Arvan.


Arvan hanya menganggukan kepala lemas.

__ADS_1


"Jacob benar cinta tak harus memiliki.. perasaanku akan tetap sama seperti dulu intan, aku mencintaimu dulu, sekarang hingga esok.. walaupun tak bisa memilikimu tapi aku akan tetap menjagamu" Batin Nizam lagi dan melanjutkan acara makan malamnya.


To be continue... ❤️


__ADS_2