
"Dasar wanita.. semua wanita memang sama saja, mengandalkan paras cantik dan polos mereka untuk memikat pria kaya raya agar bisa menghabiskan harta mereka" Gerutu Arvan keluar dari kamar tempat dia menyekapmu.
"jaga kamar ini, jangan sampai dia keluar" titahmu kepada para bodyguard.
"baik tuan" ucap ketiga bodyguard secara bersamaan.
"Rendi..." teriak Arvan memanggil asisten pribadinya.
"cepat siapkan pakaian yang cocok untuk wanita itu, aku ingin dia tampil cantik setiap hari, aku sangat suka menyiksa wanita cantik yang tidak tahu diri" titah Arvan pada Rendi asistennya.
"baik tuan" jawab Rendi dengan hormat pada Arvan.
Ditempat lain, Markas besar milik alson...
"apa kalian tidak bisa bekerja.. hanya untuk mencari keberadaan istriku saja kalian tidak becus..." teriak alson penuh amarah karena tidak kunjung menemukan titik keberadaanmu.
Semua Hacker yang berada di bawah kendali alson tidak bisa melacak posisimu, bahkan alson sendiri.
Sebelumnya alson meletakkan alat pelacak mikro di mutiara cincin pernikahan yang kamu pakai, tapi pelacak itu tidak bisa di temukan.
Bagaimana bisa di lacak, sedangkan Mario sendiri telah melepas semua perhiasan yang kamu pakai.
"siapa yang telah berani menculikmu sayang... dimana kamu" Batin alson dengan raut wajah penuh frustasi.
"tenang alson, aku akan membantumu untuk menemukan istrimu, aku akan meminta bantuan pada para mafia sekutu kita" ujar Jacob menenangkan alson.
"jangan... jangan lakukan itu, biar aku sendiri mencarinya dengan caraku sendiri, identitasku akan terbongkar jika meminta bantuan mereka" sahutmu pada Jacob.
"kapan kamu akan terus menyembunyikannya alson" ucap Jacob dengan nada tinggi karena lelah dengan sikap alson.
"jika itu perlu kulakukan, maka akan ku ungkap sendiri identitasku di depan dunia" ucap alson lalu pergi meninggalkan Jacob.
"kau tidak akan bisa menyembunyikan semua ini dari dunia alson, bahkan untuk selamanya" teriak Jacob mengepalkan tangannya.
Alson berhenti dari langkahnya dan tersenyum tipis.
"aku tahu itu, cepat atau lambat aku akan membongkar identitasku sendiri" ujar alson lalu meninggalkan Jacob dari ruangan itu.
"dari dulu tidak pernah berubah" ucap Jacob menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
Kembali ke kediaman mansion Arvan...
Arvan menaiki lift kediamannya untuk menuju lantai dua, dia hendak pergi ke kamarnya tapi ada suara nyaring yang telah mengganggu telinganya. Arvan berjalan ke arah suara itu berasal.
"Keluarkan aku... siapapun diluar kumohon keluarkan aku..." teriakmu dari dalam kamar.
"Dasar wanita.. cuma bisa gaduh saja" Batin Arvan. kemuadian menyuruh bodyguardnya untuk membuka pintu.
Arvan masuk ke dalam kamar, kamu yang tadinya ada di balik pintu dengan perlahan berjalan mundur menghindari Arvan, hingga punggungmu bertemu dengan tembok kamar itu.
Arvan menguncimu dari dua arah agar kamu tidak bisa keluar dari kungkungannya.
"kenapa kau sangat berisik sekali, sangat mengganggu pendengaranku" ucap Arvan dengan nada membunuh.
"apa yang kau lakukan ini sangat sesak, enyahlah dari hadapanku" ucapmu dengan nada tak kalah membunuh.
"berani sekali kau wanita j*l*ng, aku tuanmu jadi kau harus patuh padaku" ucap Arvan dengan menatap tajam.
"ck.. aku tak Sudi patuh padamu, lepaskan saja aku, biar aku pergi jauh dari sini" ucapmu pada Arvan.
Karena geram atas tutur katamu, Arvan mencekal kasar pipi mulusmu itu.
"hahaha.. bagaimana bisa perusahaan suamiku tidak bisa menanggung kerugianmu, sedangkan suamiku saja pemilik 2 perusahaan terbesar di Amerika" ucapmu tak percaya pada kalimat Arvan.
Yang benar saja seorang alson Johannes pemilik 2 perusahaan terbesar di Amerika tidak bisa menanggung kerugian dari kolagenya.
Soalnya memang bukan alson yang dimaksud oleh Arvan, tapi Mario 😂😂 kamu cuma salah paham saja intaann..😂
Arvan bingung atas penjelasanmu, Mario si tua Bangka yang telah menjualmu itu hanya pengusaha besar nomor 7 di Amerika.
*flash back On...*
"maafkan saya atas kerugian ini tuan Arvan, saya sangat menyesal atas kecurangan oknum saya, saya akan bertindak tegas padanya" ucap Mario ketakutan.
"dengan apa kau akan membayarnya" cerca Arvan pada Mario.
"Beri saya waktu tuan" pinta Mario padanya.
Arvan menatap ke arah Mario, namun tatapan itu teralihkan pada foto seorang wanita cantik di meja kerja Mario.
__ADS_1
"Baiklah... lupakan kerugian ini, tapi saya ingin wanita yang ada di foto itu" ucap Arvan menunjuk fotomu.
Mario menolehkan badannya, melihat ke arah yang di tunjuk arvan dan terkejutnya Mario melihat apa yang di inginkan Arvan.
Dia menunjuk fotomu, Arvan menginginkanmu.
"Ba...Baik tuan saya akan berikan wanita itu kepada anda" ucap Mario ragu.
"good.. secepatnya aku ingin memilikinya" ucap Arvan sambil berdiri meninggalkan kantor Mario.
*flash back off...*
Arvan berfikir sejenak dengan masih tetap mengukungmu.
"apa yang dia maksud pemilik 2 perusahaan terbesar di Amerika.. apa jangan-jangan..." Batin Arvan menerka.
"siapa nama suamimu ?" tanya Arvan.
"kau menanyakan itu... kurasa kau mengenalnya" cercamu pada Arvan.
Arvan semakin geram dengan semua pemikirannya.
"aku tak akan mengulangi ucapanmu untuk ketiga kalinya.. siapa nama suamimu ?" ucap arvan dengan tatapan membunuhnya.
"kenapa ??? kau bilang bahwa suamiku telah menjualku padamu, sekarang kau menanyakan namanya ??" tukasmu padanya.
"kauu.... " Bentak Arvan menunjuk wajahmu.
Dengan santai kamu menepisnya.
"hey tuan... aku punya nama, dan namaku intan Gustiwana Johannes istri dari alson Johannes" ucapmu lantang dihadapan Arvan.
Degg...
Jantung Arvan bagai berhenti berdetak seketika, mendengar kamu mengucapkan nama alson Johannes.
Arvan langsung pergi keluar dari kamar itu tanpa mengatakan sepatah kata apapun padamu.
"Dasar orang aneh..." Gerutumu melihat pintu kamar yang tertutup secara perlahan.
__ADS_1
To be Continue... ❤️