
Bandar Udara Internasional Barcelona-El Prat..
"ini baru tiga hari kesembuhanmu.. apa kamu benar akan pulang ke Indonesia" ucapmu kepada Aiden yang kamu anggap sebagai Nizam.
"aku sudah pulih intan.. aku ingin segera pulang agar bisa bertemu putriku secepatnya" balas Aiden padamu.
"aslon.. jagalah intanku dengan baik.. dia adalah wanita terpenting dalam hidupku.. aku percayakan padamu.." pinta Aiden kepada alson.
"tenang saja.." balas alson singkat.
"Aiden menggantikan nizam sangat baik.. bahkan aku ragu jika dia Nizam bukanlah Aiden.. atau jangan-jangan Aiden juga ada perasaan kepada istriku.." Batin Alson yang mengetahui siapa sebenarnya yang berada di depannya ini.
"Nizam.. hati-hati.. setelah istri dan anakmu siap melakukan perjalanan.. bawalah mereka kemari.. perkenalkan kepadaku" ucap Arvan.
"tentu.." sahut Aiden singkat.
"perhatian untuk para penumpang.. sepuluh menit lagi penerbangan LA-2427 Spanyol - Indonesia akan segera lepas landas.. para penumpang di sarankan segera menuju terminal 1 untuk melakukan pengecekan" suara panggilan untuk penerbangan Aiden terdengar.
"baiklah.. sebaiknya aku harus pergi sekarang.." ucap Aiden setelah mendengarnya.
Semua orang yang ada disana menganggukan kepala termasuk dirimu.
"silahkan ratuku.." ucap alson membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan padamu.
"terima kasih.." balasmu dan menerima uluran tangan itu.
"ini adalah restoran terbesar di Spanyol.. karena sekarang sudah tidak ada yang harus di khawatirkan lagi.. maka aku akan fokus memanjakan kedua tamu pentingku ini" ucap Arvan menyamai langkah kalian.
"aku sangat tersanjung.. terima kasih.." balas alson padanya.
Setelah memasuki ruang VVIP Arvan memesankan berbagai menu masakan terbaik di restoran itu.
"ini adalah menu sehat di restoran ini.. masakan dagingnya juga di olah secara khusus dengan minyak kelapa murni herco untuk menjaga kelezatan serta kandungan gizi dari daging itu sendiri, terutama untuk wanita yang sedang meng.." ujar Arvan terjeda.
Kamu yang faham maksud Arvan langsung melototinya.
"meng apa.. ?" tanya alson merasa kalimat Arvan terjega.
"meng.. menginginkan makanan sehat untuk diet.. yeah.. untuk diet" lanjut Arvan.
"terima kasih Arvan.. kamu sangat perhatian.. aku memang sedang ingin diet" ucapmu.
Makan siang dinikmati dengan santai dengan suara alunan musik klasik yang mengiringinya.
"bagaimana dengan kemajuan para mata-mata yang kalian tugaskan untuk mengawasi gerak-gerik musuh kalian itu" ucapmu memecah keheningan.
"sampai saat ini belum ada gerak-gerik yang mencurigakan sayang.. Jacob juga ikut turun langsung hari ini kesana untuk mengawasi mereka, tapi hasil juga tetap sama" balas alson padamu.
"benar.. aku juga heran kenapa belum ada pergerakan dari mereka sampai sekarang.. bahkan siasat apa yang mereka rencanakan kita juga belum mengetahuinya.. kita harus sangat berhati-hati" sahut Arvan diangguki olehmu dan alson.
"Alson... bisakah kita jalan-jalan hari ini.. aku ingin merasakan pasir pantai.." pintamu kepada alson.
__ADS_1
"Baiklah.. ayo kita jalan-jalan ke pantai hari ini.. tapi dengan satu syarat.. kita akan membawa penjagaan ketat saat berlibur" ucap alson mengusap pipimu.
"aku akan ikut.. aku adalah tuan rumah di negara ini.. jadi aku harus memastikan keamanan tamuku" ucap Arvan mengacungkan diri.
"haiss... baiklah. aku tidak ingin berdebat denganmu hari ini.." balas alson.
Setelah acara makan siang selesai, kalian kembali ke kediaman Arvan untuk bersiap-siap menuju pantai, karena syarat dari Alson tadi.. perjalanan yang di tempuh untuk ke pantai harus di Sergai Kawalan para Mafioso milik suamimu dan juga milik Arvan.
Pantai yang begitu indah dan juga Sepi...
"sayang.. kenapa pantai ini begitu sepi" ucapmu keheranan.
"aku telah menyewa pantai ini khusus untukmu sayang.. jadi tidak akan ada pengunjung yang di perbolehkan masuk kesini" ujar alson padamu.
"kapan kamu melakukannya ??" tanyamu padanya.
"tidak ada yang tidak bisa aku lakukan sayang.. kamu tahu siapa aku.." jawab alson padamu.
"yeah..yeah. aku tahu siapa suamiku ini... kalau gitu aku ingin bermain air dulu" ucapmu pada alson dan berlari kecil menuju bibir pantai.
"intan... jangan lari-lari itu tidak akan baik.." teriak Arvan padamu.
"ah yeah.. aku lupa kalau aku sedang mengandung sekarang.. aku tidak boleh berlari.." Batinmu dan mulai berjalan santai menuju bibir pantai.
"ah yeah.. terima kasih sudah di ingatkan.." teriakmu balik pada Arvan.
Arvan tersenyum padamu dan menghela nafasnya.
"yeah.. karena aku mencintainya.." balas Arvan singkat dan berlari kecil menuju ke bibir pantai.
"Hay.. apa kau bilang..." pekik Alson dan menyusulnya.
Keindahan pantai yang menawan disertai deru ombak yang begitu tenang kalian habiskan hari dengan bahagia, menikmati sejuknya bermain air pantai hingga kamu suruh kedua pria tampan itu berlomba memancing ikan untuk dimakan disana.
"sayang... hadap kesini.." teriak Alson padamu.
Cekreekk...
Suara kamera terdengar (Alson memotretmu)
Senja hari telah tiba, para asisten menyiapkan pemanggangan dan tempat bersantai di pinggir pantai untuk para tuan mereka.
"lihatlah Alson.. senja di pantai ini sangat indah" ucapmu menikmati senja hari.
"benar.. sangat indah.." balas Alson.
"Hay... ayo kemari.. kita bersantai disini.." teriak Arvan yang sudah berada di tempat yang disiapkan Riko dan Rendi.
"ayo sayang.." ajak alson padamu.
"hemm.." balasmu dan berdiri untuk berjalan kesana bersama suamimu.
__ADS_1
Sesampainya disana sudah terdapat banyak makanan laut yang di sediakan, kelapa muda yang siap minum dan panggangan ikan laut dari hasil memancing Alson serta Arvan juga sudah siap untuk di santap.
"kapan semua ini di siapkan.. aku sudah sangat lapar sekali" ucapmu mengusap perutmu.
"hahaha.. kamu sangat imut sekali sayang.. ayo sini duduk baik-baik nikmati saja sunsetnya.. akan aku ambilkan untukmu" ucap Alson mendudukanmu di kursi santai.
Menikmati sunset dengan pemandangan pantai terindah di Spanyol sangat membuatmu bahagia.. bahagia karena harapanmu akan segera terwujud, memiliki keluarga yang bahagia dan juga calon anak yang akan sangat tampan dan cantik saat terlahir nanti.
"aku tidak sabar menunggu hari ulang tahun kami.. tidak kusangka ternyata hari ulang tahunku hanya berjarak satu hari dengan suamiku.. 16 Juli dan 17 Juli.. sungguh kebetulan sekali.. pernikahan yang sudah berjalan hampir satu tahun ini semoga akan berjalan hingga kami menua bersama" Batinmu bahagia menatap suamimu.
"walaupun aku tidak bisa memilikimu.. melihatmu bahagia seperti ini saja aku sudah sangat bahagia.. apakah di dunia ini ada wanita yang sama sepertimu intan.. cantik, berkepribadian baik, apakah aku bisa menemukannya selain dirimu.. entahlah.. aku juga tidak tahu.." Batin Arvan menatap wajahmu.
"sayang.. buka mulutmu.. aku suapi.. aakkkk" ucap alson menyuapimu.
"tidak mau.. aku ingin kamu suapi dengan tangan saja" pintamu kepada Alson.
"baiklah.." ucap Alson dan mulai mengupal makanan untukmu.
Kamu membuka mulutmu dan menerima suapan dari alson dengan tangannya.
"ck.. memang tidak seharusnya aku ikut.. kalian membuatku cemburu.." ucap Arvan tidak suka.
"siapa yang menyuruhmu ikut.. salah sendiri keras kepala untuk ikut.. lagian kau sendiri kalau ingin seperti ini segera cari wanita untuk kau nikahi sana.." balas Alson ketus.
"intan.. bisakah kamu suruh suami sialanmu ini diam.. setiap kali dia berbicara selalu membuatku kesal" ucap Arvan padamu.
"Hay.. kau yang memancing duluan" sahut Alson tidak terima.
"Riko.. kemarikan headset yang kuminta tadi" ucapmu kepada Riko.
Dengan cepat Riko mengambilkannya untukmu, Kamu pakai headset itu dan menyetel musik klasik untuk kamu dengarkan.
"yeah.. lanjutkan saja berdebat. aku tidak akan mendengarnya.." ucapmu sambil mengantongi handphone lalu mulai berjalan menuju bibir pantai.
"sayang.. mau kemana.. Hay..." pekik Alson menyusulmu.
"Hay.. aku ikut..." ucap arvan ikut menyusul.
"hadeeh.. tuan kita seperti anak kecil yang tidak ingin di tinggal oleh ibunya" ucap Riko geleng-geleng karena melihat tingkah kedua tuannya.
"kau benar.. nyonya sangatlah penting bagi mereka hingga mereka sama-sama sangat posesif" balas Rendi.
"tapi ingat.. tuanku adalah suami dari nyonya intan.. seharusnya tuanmu harus menyadarinya" pekik Riko pada Rendi.
"Hay.. cinta tidak pandang hulu Riko.. walaupun tuanmu adalah suami nyonya intan, tapi cinta tidak bisa dilarang.. tuanku juga sadar kalau tuanmu adalah suaminya maka dari itu tuanku tidak pernah merebut nyonya intan. hanya saja tuanku tetap akan mencintai nyonya intan" balas Rendi tidak terima.
Kedua asisten itu saling menatap tajam karena menjelekan tuan mereka, bagi mereka tuan merekalah yang terbaik dan tidak ingin mendengar kritikan sedikitpun dari tuannya.
Lama sekali mereka saling menatap dalam diam hingga akhirnya...
"Huhhhh... dasar..." ucap keduanya membuang tatapan mereka ke arah lain.
__ADS_1
To be continue... ❤️