
Operasi Nizam berjalan dengan lancar, semua orang disana bernafas dengan lega dan alson memintamu untuk beristirahat dengan cukup karena besok pagi kamu harus ikut menghadiri pemakaman Liliyana.
"sayang mau kemana ?" tanyamu pada alson.
"istirahatlah sayang.. aku akan keluar menemui Arvan dan yang lainnya sebentar" jawab alson padamu.
"jangan lama-lama.." rengekmu padanya.
"aku tidak akan lama sayang.." balas alson dan mencium keningmu.
Setelah Alson pergi keluar kamar, kamu berusaha memejamkan matamu agar bisa tertidur tapi tetap saja matamu tidak bisa di ajak kompromi.
"shiittt.. kenapa denganku.. biasanya aku cepat sekali tertidur" gerutumu pada dirimu sendiri
Disisi luar kamar...
"apa intan sudah tidur.. apa kau menjaganya dengan baik.." tanya Arvan banyak pada alson.
"Hey.. aku suaminya tentu saja aku menjaga istiku dengan baik" jawab alson ketus.
"ingat alson.. jika kau melukai intan sedikit saja aku akan merebutnya darimu tak pandang walaupun kau suaminya" cerca Arvan pada suamimu.
"berharaplah.. sampai mati pun aku tak akan pernah menyakiti istriku yang sangat kucintai itu, dan kau tak akan pernah kubiarkan merebutnya dariku" balas alson.
"bisakah kita membahas ke inti masalah saja tuan" sela Aiden pada perdebatan Alson dan Arvan.
Mendengar itu Alson dan Arvan yang awalnya saling menatap tajam kini membuang tatapan mereka dan mulai menatap fokus pada ketiga bawahan mereka.
"kenapa tatapan mereka malah beralih padaku.." begitulah batin dari Riko dan Rendi sekarang.
"Baiklah.. kita akan mulai saja, info pertama pendonor jantung untuk Nizam adalah Frederick Abraham pria yang kita temui tadi pagi dan sekarang keluarganya tidak terima atas keputusan Frederick yang mendadak ingin mendonorkan jantunya pada kita, kedua paman Liliyana.. Albert Hudgson juga akan menyerang kita atas kepergian Liliyana, dan yang terakhir Aiden.. seminggu lagi kembali ke Indonesia gantikan posisi Nizam sekali lagi selama Nizam harus mendapat perawatan khusus disini lagi pula istri Nizam sebentar lagi juga akan melahirkan" terang Arvan pada semua orang.
"apa kau sudah menyiapkan pasukan dan persediaan senjata yang cukup untuk melawan serangan dari paman Liliyana" tanya alson pada Arvan.
"aku sudah memerintahkan Rendi dan Riko untuk menyiapkan semuanya" jawab Arvan.
"untuk keluarga Frederick aku akan menyiapkan kompensasi yang cukup sebagai penebus jantung yang telah di donorkan tuan Frederick" ucap alson dan di angguki Riko seakan faham yang dimaksud tuannya.
"maaf menyela.. izinkan saya untuk membantu selama satu Minggu ini tuan.. saya akan ikut mempersiapkan segalanya" ucap Aiden meminta izin.
"silahkan.. " ucap Alson dan Arvan bersamaan.
Setelah lama berunding kini waktu menunjukan pukul sebelas malam, alson dengan sangat hati-hati membuka dan menutup pintu agar tidak menggangu waktu istirahatmu.
"kenapa lama sekali.. aku tidak bisa tidur.." ucap ketus seorang wanita yang sangat dikenal alson.
Siapa lagi kalau bukan kamu. 😂
__ADS_1
"sayang.. kamu belum tidur.." ucap alson heran padamu.
Betapa terkejutnya alson melihatmu saat ini, piyama tidur yang kamu kenakan begitu seksi bagi alson.
"kenapa lama sekali.. aku menunggumu dari tadi" rengakmu pada alson.
"sayang.. kamu sadar pakaian apa yang kamu kenakan malam ini" bisik alson menggoda padamu.
"apa.. apanya yang salah dari piyamaku.. memang tidak boleh.. kau sendiri yang membawakanku piyama ini di dalam kopermu itu" ucapmu dengan pipi merona karena malu.
Alson tersenyum tidak disangka baju-baju ganti yang alson bawakan untukmu akan kamu kenakan bahkan untuk piyama ini alson tidak menyangka kamu akan mengenakannya secepat ini.
"jangan-jangan kau memang sengaja untuk menggodaku ya.." ucap alson lagi dan mendekatkan tubuhnya padamu.
"ti..tidak.." balasmu singkat dan memalingkan wajahmu.
Kamu tahu bagaimana saat ini keadaan wajahmu yang sudah memerah bagaikan kepiting rebus karena tersipu malu.
Alson tersenyum dan mencium keningmu.
"aku tidak akan memaksamu sayang... jika kamu masih belum siap untuk melakukannya aku akan sabar menunggu" ucap alson dan hendak berdiri.
Kamu memgcekal pergelangan suamimu itu, dan Alson menatapmu dengan penuh tanda tanya.
"ayo kita lakukan alson.." ucapmu singkat dengan wajah masih berpaling.
Alson yang mendengarnya tersenyum dan kembali mendudukan badannya di ranjang.
"apa kau yakin sayang" ucap alson dengan mengusap pipimu.
Kamu hanya membalas dengan anggukan kepala serta senyum pada Alson.
"Kalau begitu jangan salahkan aku jika besok kamu tidak bisa berjalan" goda alson dan dengan cepat mel**** b****mu.
Permainan malam yang begitu panjang dan kalian tau lah yeah bagaimana rasanya pengalaman pertama seperti itu 😂
Keesokan harinya..
"intan.. kenapa kamu memakai kursi roda apa suami sialanmu ini menyakitimu" ucap Arvan cemas.
"ah tidak.. tadi pagi aku terpleset di kamar mandi dan alson tidak memperbolehkanku untuk berjalan karena kakiku terkilir jadi sementara memakai kursi roda" dustamu pada Arvan.
Alson hanya tertawa geli mendengar penjelasanmu pada Arvan.
"pria ini menghabiskanku secara habis-habisan.. bagaimana berjalan bahkan untuk berdiri saja sakit" Batinmu kesal mengingat perbuatanmu dan suamimu semalam.
Perbuatan apa ??? yeah.. bayangin sendiri aja gaess kan kamu yang jadi pemeran utamanya 😂
__ADS_1
"sudah kubilang sayang jangan salahkan aku kalau hari ini kamu tidak bisa berjalan" bisik alson dengan nada menggoda.
"ini semua salahmu.. badanku rasanya remuk semua" gerutumu pada alson.
"eettss.. bukan salahku.. kamu juga menikmatinya sayang kita akan lebih sering melakukannya" bisik alson lagi.
Wajahmu jadi merah merona karena godaan dari suamimu itu.
"dasar mesum.." cercamu.
"bukan mesum sayang.. tapi memang seharusnya" ucap alson lirih dan mencubit pipimu lembut.
"apa kalian akan terus berbisik-bisik seperti itu hah.. acara pemakaman akan segera dimulai" pekik Arvan dari depan pintu ruangan.
Alson mendorong kursi rodamu dengan santai dan membantumu untuk menaiki mobil, setelah beberapa menit berjalan kalian telah sampai di pemakaman dan acara pun dimulai.
Acara pemakaman di selenggarakan secara besar-besaran dan disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi, bagi Arvan ininadalah suatu penghormatan bagi Liliyana untuk terakhir kalinya, Arvan tau bahwa Liliyana adalah wanita yang sangat baik hanya saja cintanya pada Arvan yang telah membutakan dirinya dari jalan yang benar.
"Liliyana.. beristirahatlah dengan tenang, Arvan adalah pria yang baik begitu juga denganmu, kali memang di generasi ini kau tidak bisa bersatu dengan Arvan.. aku akan mendoakanmu agar di generasi berikutnya kau akan bersatu dengan Arvan dan hidup bahagia" Batinmu berdoa saat melihat peti mati Liliyana perlahan diturunkan ke liang lahat.
"Liliyana.. aku sangat menyayangimu seperti adikku sendiri... maafkan aku jika aku tidak bisa membalas cintamu, mungkin ini semua karma Liliyana... aku juga mencintai seseorang wanita yang bahkan aku juga tidak akan pernah bisa memilikinya... tolong maafkan aku Liliyana.. beristirahatlah dengan tenang" Batin Arvan berdoa.
"aku tidak pernah mengenalmu.. tapi aku juga prihatin atas takdir cintamu, semoga di generasi berikutnya kamu tidak bertemu dengan Arvan.. dan semoga kamu bahagia di atas sana" Batin Alson berdoa
Doorrr...
Suara tembakan mengejutkan seluruh tamu yang menghadiri acara pemakaman ini.
"aaarrrkkkk..." teriak Alson.
"alsonn..." teriakmu melihat darah mengalir di punggung kanan suamimu.
"semuanya.. lindungi tuan alson dan nyonya intan" teriak Mafioso black fogs.
"alson.."ucap Arvan terkejut dan semua Mafioso membentengi para tuan dan nyonyanya.
"ayo kita harus segera ke rumah sakit..kalian cepat selesaikan pemakaman ini dan kalian bertiga (menunjuk ke para asisten) cepat bantu aku mengangkat tubuh alson ke dalam mobil" titah Arvan.
"Baik tuan.." jawab semua Mafioso dan ketiga asisten (Riko, Rendi dan Aiden) serempak.
Setelah beberapa saat kalian telah berada di rumah sakit yang sama, dengan cepat para dokter melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru pada tubuh alson.
Kamu menangis mengkhawatirkan keadaan suamimu itu.
"Husst.. tenanglah intan. suamimu itu pria yang kuat, tembakan di punggung suamimu itu bukanlah tandingannya" ucap Arvan menenangkanmu.
"tetap saja dia terluka Arvan.. hisk.. hisk.. hiskk.." balasmu dengan menangis sesenggukan.
__ADS_1
To be continue...❤️