Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Hidup Kedua


__ADS_3

Hari berganti pagi.. kamu sisir rambut panjangmu di depan meja rias dan mengenakan anting kecil untuk penampilanmu.


Setelah merasa puas atas riasanmu hari ini kamu tersenyum melihat pantulan dirimu sendiri dari cermin.


Cuuppp.... (Kecupan alson pucuk kepalamu.)


"sayang.. kamu sangat cantik hari ini" puji alson padamu.


"terima kasih.." balasmu singkat dan berdiri dari dudukmu.


"sayang.. aku lapar ayo kita sarapan dulu" ucapmu lagi sambil memeluk erat suamimu.


"baiklah... ayo kita sarapan dulu sayang" balas alson dan balik merangkul pinggangmu.


Kalian berjalan menuju restoran rumah sakit untuk sarapan dengan yang lainnya.


"dasar pasutri.. selalu membuatku menunggu saja.. aku sudah lapar" cerca Arvan pada kalian berdua.


"ck.. dasar anjing bodoh.. kalau iri bilang saja padaku.. aku akan mencarikan istri yang cocok untukmu" sahut Alson.


"hahaha.. di dunia ini hanya satu wanita yang ingin kunikahi.. yaitu istrimu.. aku akan dengan sabar menunggu saat-saat itu" timpal Arvan santai.


"apa kau bilang.. menunggulah.. tunggulah sampai kau mati.. intan adalah istiku.. selamanya akan jadi istriku.. meskipun di kehidupan berikutnya dia akan tetap menjadi milikku" ucap Alson memperjelas.


"haisss... bisakah aku sarapan dengan tenang.." cercamu memutar bola mata malas.


Kalian berdua itu kenapa sih... Alson.. Arvan... andai saja author ada disitu.. sudah author pastikan kalian akan dimasukkan ke Kandang singa.. setiap bertemu selalu bertengkar.. puuussiiiingggg..... 😤😤😤😤


Acara sarapan pagi ini di nikmati dengan hening, kamu fokus sekali pada makananmu hari ini.. sedangkan para pria di hadapanmu terheran-heran melihat nafsu makanmu sangat banyak hari ini..


"aku dengar.. wanita hamil itu mood makannya akan sangat banyak.. ternyata memang benar" Batin Arvan meneguk salivanya kasar.


"sayang jangan makan terburu-buru.." ujar alson padamu.


"hahaha... intan seperti wanita hamil saja ya.. mood makannya sangat banyak hari ini..." bual Jacob begitu saja.


Uuhhuuukk... uuhukkk... (kamu tersedak setelah mendengar ucapan Jacob)


"sayang... ayo minum air ini dulu.." ucap alson menyerahkan segelas jus jeruk.


"sudah ku bilang.. jangan terburu-buru memakannya sayang.. lihat sekarang kamu tersedak" ujar alson lagi.


"ma.. maaf" ucapmu singkat.


"oh yeah.. sayang bagaimana keadaan Nizam hari ini.. apa operasinya lancar ??" ucapmu lagi.


"Operasinya lancar.. dia sudah siuman beberapa saat yang lalu.. setelah sarapan kita akan menemuinya" balas alson padamu.


"okay sayang..." sahutmu di ikuti anggukanmu.


Setelah sarapan semua orang pergi menuju ruang perawatan Nizam pasca operasi, dan sampainya di dalam kamu langsung mendekati Nizam.


"Nizam... syukurlah kamu selamat..."ucapmu lega.


"terima kasih karena telah memperhatikanku" balas Nizam padamu.


"tidak masalah Nizam... sekarang cepatlah pulih agar bisa bertemu putrimu secepatnya" ujarmu menepuk pundak Nizam.


"yeah.. kamu benar.. aku akan segera pulang aku sangat merindukannya" balas Nizam tersenyum.


"wah.. ikatan batin antara seorang ayah dan anak sangat kuat ya.. belum bertemu saja kamu sudah merindukannya" timpalmu pada Nizam.


"eh.. iya mungkin seperti itu" balas Nizam dan tersenyum kikuk padamu.


"sekarang Nizam sudah siuman.. biarkan aku saja yang merawatnya disini" sahut Arvan.


"Arvan benar sayang.. kita harus secepatnya kembali ke Amerika.. kedua perusahaanku pasti sudah menungguku disana" ucap alson padamu.

__ADS_1


"tapi masalah penyeranganmu saat pemakaman Liliyana bagaimana sayang.. apa sudah di ketahui siapa pelakunya" balasmu.


"sudah sayang.. Jacob akan menggantikanku disini membantu Arvan, kamu jangan cemas.." ujar alson.


"tapi aku ingin tinggal sebentar lagi disini.. bisakah kita disini untuk liburan, selama disini aku tidak bisa menikmati suasana indah di Spanyol" pintamu pada alson.


"Baiklah.. kita akan berlibur disini beberapa hari" balas alson menurutimu.


"ho.. ho.. tidak sayang.. aku ingin menghabiskan waktu satu bulan lagi disini.. terima kasih sayang aku mencintaimu" ucapmu dan langsung pergi keluar ruangan.


"hey... sayang bagaimana bisa... satu bulan itu sangat lama.. kamu mau kemana.. hey..." pekik alson membuntutimu.


"aku mau beli ice cream..." jawabmu dari kejauhan.


"hubungan mereka sangat bahagia.. jelas saja suamimu sangat mencintaimu begitu besar.. hingga takut kamu kenapa-kenapa.. haruskah aku melakukan ini.. haruskah aku menggantikannya" Batin Nizam memikirkan sesuatu.


"Kau sedang memikirkan apa Aiden Smith" ucap Arvan dengan penuh penekanan pada namanya.


yeah... pria yang berada di atas brankar itu adalah Aiden Smith bukan Nizam Narendra Fahrizal. terus Nizam dimana ??? 🙄🙄


*Flash back On...*


"cepat.. bisakah kau mengemudi lebih cepat" pekik Aiden pada sopir itu.


"ini sudah cepat tuan" balas sopir itu.


Aiden baru saja mendarat di Spanyol dan bergegas menuju rumah sakit perawatan Nizam, sesampainya di rumah sakit Aiden berlari ke ruang operasi Nizam.


Terlihat disana sudah ada lima pria ternama menunggunya.


"tuan.. bagaimana keadaan tuan Nizam" tanya Aiden pada Alson.


"pasca operasi keadaannya masih kritis" jawab Alson.


"Bagaimana jika Nizam tidak selamat Alson ??" tanya Jacob pada Alson.


"ada satu cara.." sahut Arvan dan semua orang menoleh padanya.


"saya sus..." balas Arvan.


"pasien sadarkan diri.. dan ingin bertemu siapapun yang ada di depan" ujar suster itu.


"biar saya saja sus.." ucap Arvan mengacungkan diri.


Di dalam ruangan Nizam...


"Nizam..." ucap arvan prihatin melihat keadaan tubuhnya penuh dengan selang.


"Ar..Arvan... apakah ada Aiden di depan.." ucap Nizam tertatih.


"ada.. dia sudah datang.." balas Arvan.


"biarkan aku menemuinya" ucap Nizam.


Setelah menunggu beberapa saat Aiden masuk di dalam ruangan itu.


"tuan..." ucap Aiden.


"Aiden... bisakah kau membantuku" ucap Nizam.


"selagi saya bisa melakukannya.. akan saya bantu" balas Aiden.


"ja..jadilah diriku di muka dunia Aiden.. tolong jagalah keluargaku.. terutama putriku.. ak..aku..." ucap Nizam meminta.


"tuan.. jangan terlalu banyak bicara.. ini akan menguras tenaga anda" pinta Aiden padanya.


"berjanjilah padaku Aiden.." pekik Nizam.

__ADS_1


"tuan saya..."


"berjanjilah.."


"baik tuan saya berjanji.. asalkan tuan juga berjanji untuk selamat" ucap Aiden.


"terima kasih Aiden.. mungkin ini takdir tuhan.. dunia telah menganggap Aiden Smith telah mati.. maka dari itu kau harus menjadi Nizam Narendra Fahrizal yang hidup.. gantikan aku.. gantikan aku untuk menebus kesalahanku terhadap putriku.. aku mohon padamu Aiden.. kamu telah berjanji padaku" ujar Nizam panjang lebar.


"tuan.. anda..." ucap Aiden pada Nizam.


Dan Nizam telah memejamkan matanya.


"tuan... tuan anda jangan bercanda... tuan..." pekik Aiden menggoyang-goyangkan tubuh Nizam.


"tuan.. silahkan anda keluar.. kami akan memeriksa pasien" ucap dokter mendengar teriakan Aiden.


Sadar tidak ada pergerakan dari Nizam, Aiden perlahan berjalan mundur bahkan tubuh dan kakinya terasa begitu lemas hingga dia terperosok ke lantai ruangan.


"tuan.. anda tidak apa-apa ??? biar saya bantu untuk bangun" ucap suster ruangan itu memapah Aiden keluar ruangan.


"Aiden.. kenapa... bagaimana keadaannya" tanya alson saat Aiden keluar ruangan.


Aiden terdiam..


"suster.. apa yang terjadi.." tanya Arvan apa suster itu.


Saat suster akan menjawab, dokter yang memeriksa Nizam telah keluar dari ruangan dengan wajah muram.


"dokter.. bagaimana.." tanya Arvan.


"maaf tuan muda.. saya sudah berusaha semaksimal mungkin.." jawab dokter itu sendu.


"maksudmu Nizam tidak terselamatkan" tanya Jacob memastikan.


"maafkan saya tuan.." balas dokter itu.


Dari ekspresinya sudah terlihat jawaban apa yang sebenarnya.


"Arvan.. bagaimana ini.. bagaimana aku bisa menghadapi istriku sekarang.. dia pasti akan terpukul akan hal ini" ucap alson pada Arvan.


"Tidak.. tidak akan aku biarkan intan mengetahui kepergian Nizam.. aku tidak akan membiarkannya kenapa-kenapa.. apa lagi dia tengah mengandung saat ini.. tidak.. tidak bisa.." Batin Arvan.


"kau dengar aku tadi alson.. ada satu cara.." ucap Arvan menatap tajam kepada alson.


*Flash back Off...*


"kamu ingat permintaan terakhir Nizam.. jadilah dirinya yang hidup di dunia ini, mungkin ini adalah kesempatanmu untuk menikmati kehidupan ke dua, selain itu ini adalah cara satu-satunya untuk melindungi semua orang terpenting bagimu dan juga bagiku, intan adalah wanita terpenting untukku, dan Sonia adalah wanita penting untukmu juga kan" ucap Arvan penuh penekanan pada Aiden.


"itu..." lirih Aiden tidak bisa menjawab.


"rahasia ini akan tetap tersimpan dengan aman.. hanya kau, aku, alson , Jacob dan kedua asisten kepercayaanku dan alson, kita melakukan semua ini hanya untuk kebaikan semua orang, aku mohon bekerja samalah" ucap Arvan lagi.


"baiklah.. aku akan melakukannya" balas Aiden dan di angguki Arvan.


"tuan.. pemakaman untuk tuan Nizam telah siap" ucap Rendi pada atasannya.


"Baiklah aku akan kesana" balas Arvan dan melangkah keluar ruangan.


"kau duluan saja.. aku akan menyusul" ucap Jacob dan Arvan melanjutkan langkahnya.


Heeningg sesaat....


"kawan.. kau jangan khawatir.. aku menganggapmu sama seperti Alson, Arvan dan Nizam, aku temanmu" ucap Jacob menepuk pundak Aiden.


"terima kasih tuan.." balas Aiden.


"ini adalah takdir Aiden.. terimalah takdir ini" timpal Jacob lagi dan diangguki oleh Aiden.

__ADS_1


"kenapa takdir tuhan sangat mempermainkan ku, ini adalah hidup kedua bagi Aiden Smith hanya saja berperan sebagai Nizam Narendra Fahrizal.. apakah aku harus melakukannya seumur hidupku" Batin Aiden.


To be continue... ❤️


__ADS_2