Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Dasar Pengganggu


__ADS_3

Baru saja kebahagiaan mendatangimu dan kini masalah datang kembali, penembakan yang dialami oleh suamimu kali ini sangat menusuk hatimu.


Baru pertama kali ini kamu merasakan bagaimana tersiksanya batinmu melihat orang yang kamu cintai harus terbaring lemas dihadapanmu.


Kamu tatap suamimu dengan sendu mengamati setiap inci tubuh suamimu, kamu sentuh dada kanan suamimu yang sudah di perban oleh dokter, di baliknya terdapat luka tembakan oleh pihak musuh yang entah dari mana.


"beginikah kehidupan seorang mafia.. setiap harinya harus hidup dengan kecemasan akan keselamatan diri sendiri dan keluarganya" Batinmu dengan meneteskan air matamu.


"sayang bangunlah.. jangan membuatku takut.. aku tidak mau kehilangan orang tercintaku untuk yang kedua kalinya" ucapmu lirih.


Alson sudah menjalani operasi dengan lancar, dan hanya menunggunya untuk sadarkan diri.


Walaupun begitu tetap saja hatimu gelisah akan keadaan suamimu saat ini, kamu takut jika kamu akan kehilangan suamimu, karena saat kepergian ibumu dokter juga mengatakan bahwa ibumu baik-baik saja dan tinggal menunggunya sadar, hanya saja hal itu tidak pernah terjadi.


"intan.. tenanglah suamimu sudah melewati masa kritisnya, kita tunggu saja dia siuman.. sekarang kamu harus istirahat" ujar Arvan padamu.


"tidak Arvan.. aku akan menunggunya sampai sadarkan diri" balasmu dengan tetap menatap wajah tampan suamimu.


"suamimu akan memarahiku jika saat dia terbangun melihat wajahmu memiliki mata panda jika kamu tidak mau untuk istirahat" bujuk Arvan lagi.


"aku akan tetap disini Arvan.. tolong mengertilah" ucapmu dingin.


Arvan hanya bisa menghela nafas panjang.


"Baiklah.. tapi izinkan aku untuk tetap menenmanimu disini" sahut Arvan dan kamu hanya mengangguk.


Kamu merawat suamimu dengan tulus, mengelap wajah dan tubuhnya menggunakan handuk basah untuk membersihkannya, mengganti baju pasien kotornya dengan pakaian yang bersih bahkan kamu sudah menyiapkan air mineral untuknya jika terbangun nanti.


Pukul 11 malam.. suamimu belum juga sadarkan diri, kamu tetap setia disampingnya dan menggenggam tangannya hingga matamu terasa sangat berat untuk dibuka sampai akhirnya kamu tertidur.


Tidak lama dari itu merasa tidak ada pergerakan darimu mata alson perlahan terbuka dan menoleh ke arahmu.


Dihelanya rambut halus yang menutupi wajahmu serta tersenyum melihatmu.


"maafkan aku sayang karena harus membuatmu repot mengurusku hari ini.. sebenarnya tiga jam yang lalu aku sudah sadarkan diri.. hanya saja aku ingin melihat bagaimana reaksimu jika aku sekarat seperti ini" Batin Alson sambil mengusap kepalamu lembut.


"terima kasih sayang.. aku sangat mencintaimu" ucap alson lirih entak kamu mendengarnya atau tidak.


"alson.. kau sudah siuman" ucap Arvan saat memasuki ruang perawatan alson.


"huussttt... dia sedang tidur jangan berisik"ucap alson lirih pada Arvan.


Alson dengan perlahan menuruni brankar dan menggendongmu untuk pergi ke kamar yang berada di dalam ruang perawatan VIP itu.


Dengan perlahan alson menurunkan tubuhmu dan menyelimutimu, setelah itu Alson berjalan ke sisi lain ranjang dan hendak tidur bersamamu.


"Hay.. aku tidur dimana ??" protes Arvan pada alson.


"kau tidur saja di brankar" balas alson dan mulai menyelimuti tubuhnya.


"dasar pria sialan.. dia yang sakit tapi aku yang harus tidur disini" gerutu Arvan sambil menaiki brankar.


"tuan Arvan.. dimana tuan alson dan nyonya ?" tanya Riko mendapati Arvan yang menaiki brankar.

__ADS_1


"tuanmu sedang menidurkan istrinya di dalam, kalian jangan berisik segera istirahat sana besok kita harus melakukan pertemuan penting dengan para sekutu... dan yeah.. apa kau sudah menghubungi Jacob" ucap Arvan dengan sibuk menata tempatnya untuk tidur.


"sudah tuan.. semua jadwal pertemuan mendadak ini sudah saya selesaikan bersama Rendi" balas Riko dan di angguki oleh Rendi.


"bagus.. sekarang istirahatlah sejenak.. pastikan penjagaan ketat terpasang di rumah sakitku ini" titah Arvan kepada mereka.


"baik tuan" ucap Riko dan Rendi bersamaan.


Setelah kepergian Riko dan Rendi dari ruangan itu, semuanya terasa hening diawalnya saja hingga terdengar suara aneh yang mengusik telinga Arvan.


"kkyyyaaaa... alson hentikan geli hahaha... kamu boleh melakukannya" teriakmu dari dalam kamar hingga terdengar oleh Arvan.


"shiittt... bisakah kalian tidak melakukannya disini hah... apa kalian tidak sadar kalau ada aku juga di ruangan ini" teriak Arvan.


"kalau kau tidak mau mendengarnya lebih baik keluar saja.." sahut Alson dari dalam kamar.


"dasar pria mesum.. ini ruanganku... kau ingat !!!" teriak Arvan dengan mengacungkan jari telunjuknya ke arah pintu kamarmu dan suamimu.


Tak lama pintu itu terbuka.


"dasar pria sialan.. mengganggu saja.. keluar dari ruangan ini" ucap alson dari ambang pintu.


"tidak akan... kau pikir aku asistenmu seenaknya menyuruh orang" pekik Arvan.


"ya sudah... kalau nanti pikiranmu sudah traveling silahkan keluar" balas alson Santai dan menutup pintu.


Beberapa menit kemudian terdengar berbagai macam suara dari mulutmu, tapi dengan teguh akan keputusannya tidak meninggalkan ruangan ini Arvan malah menutupi telinganya agar tidak mendengar suaramu.


"aahhh... sakit alson pelan-pelan..." erangmu.


Beberapa menit yang lalu...


Setelah Alson merapikan selimutmu dia mulai ikut berbaring di sampingmu, memelukmu dengan lembut hingga wajahnya menempel pada tengkukmu.


"eemmpp..."geliatmu dalam tidurmu.


Merasa ada penekanan pada perutmu membuatmu tidak nyaman dan membuka matamu, kamu terkejut mendapati dirimu berada di dalam kamar.


"apa Arvan yang memindahkanku kemari.. dasar pria itu.. aku bilang aku tidak mau tidur sebelum alson siuman" gerutumu dan melirik ke arah perutmu.


"kyaa...." pekikmu.


"Arvan sudah kubilang.. jangan coba-coba melewati batasanmu" ucapmu dan berbalik ke arah posisi tangan itu berasal.


Kamu terkejut melihat seseorang yang ada di sampingmu, bibir seksi dengan senyum yang mempesona, mata coklat dengan bulu mata panjang milik suamimu itu menatap ke arahmu dengan bahagia.


"kau sudah siuman..." ucapmu bertanya keadaan alson.


Padahal ya... alson emang udah siuman intan, bahkan kamu sendiri juga ngapain tanya kalau suamimu siuman.. kalau suamimu sudah membuka mata itu kan sudah pasti siuman.. 😂😂


"sudah sayang..." balas alson.


"sejak kapan.." tanyamu.

__ADS_1


"baru saja sayang" dustanya.


"syukurlah..." ujarmu dan memeluk erat suamimu.


"terima kasih karena telah merawatku sayang" ucap alson dan mencium keningmu.


"sayang kemarin aku lihat kuku kakimu sedikit lebih panjang.. lebih baik segera di potong" ujar alson.


"ah iya... aku belum sempat memotongnya" balasmu.


"biar aku saja sayang" sahut Alson dan menuruni ranjang.


"tidak perlu sayang.. biar aku sendiri saja" balasmu menolak.


"tidak boleh menolak.. aku suamimu" cerca alson padamu.


Kamu hanya bisa diam dan saat alson akan menyentuh kakimu, kamu menariknya berkali-kali dan itu membuat alson gemas.


"kkyyyaaaa... alson hentikan geli hahaha.. kamu boleh melakukannya" teriakmu geli karena alson menggelitikimu.


"ini adalah hukumanmu karena membuatku gemas sayang" bisik alson di telingamu.


"shhiiittt.. bisakah kalian tidak melakukannya disini hah... apa kalian tidak sadar kalau ada aku juga di ruangan ini..." teriakan Arvan dari luar.


Kamu tersadar kalau kalian berada di rumah sakit apalagi ada Arvan di luar kamar yang jelas akan mudah mendengar suara apapun di ruangan ini.


"Dasar penganggu.." hardik alson dan bangun dari ranjang membuka pintu.


Setelah berbicara dengan Arvan dari ambang pintu, kini suamimu menutup kembali pintu itu dan berjalan mendekati ranjang.


"apa Arvan tetap di dalam ruangan ini ??" tanyamu pada suamimu.


"sepertinya akan seperti itu.. biarkan saja.. sini biar aku bantu memotong kuku kakimu sayang" ucap alson dan mengambil pemotong kuku di loker nakas.


Tanpa menunggu jawabanmu alson langsung menarik kaki lembutmu itu dan mulai memotong kuku kakimu secara hati-hati.


"aahhh... sakit alson pelan-pelan.." erangmu.


"I am sorry sayang.." pinta alson padamu.


"it's okay.. terima kasih karena telah memperhatikanku" ucapmu tulus pada suamimu.


Alson tersenyum dan membelai rambutmu yang tergerai.


"kamu adalah segalaku sayang.. aku sangat mencintaimu tolong jangan pernah meninggalkanku lagi" pinta alson padamu.


"aku juga mencintaimu sayang" balasmu pada alson.


eh.. eh... kenapa tiba-tiba kalian berciuman intan 😂 aduuuhhh bikin iri saja emang enak ya kalau sudah menikah mencium, memeluk pasangannya sesuka hati 😂 kan sudah halal ya 🤭


Lanjutkan aja intan.. habiskan waktu indahmu bersama suami tampanmu ini.. author gak akan mengganggu.. lanjutkan saja aktivitas kalian sampai pagi 🤭❤️❤️


yeaah... gimana ya namanya juga pasutri yang dimabuk cinta pasti sangat bahagia, semoga hubungan kalian akan selalu bahagia sampai menua 😚❤️

__ADS_1


To be continue...❤️


__ADS_2