
Setelah bersantai menenangkan pikiran di taman rumah sakit kamu dan suamimu berjalan melewati koridor rumah sakit berpapasan dengan seorang ibu dan anak yang tengah menangis karena kepergian seseorang yang sangat berharga bagi mereka yang akan dibawa ke kamar mayat.
"kenapa kamu jahat sekali padaku dan anakmu, bertahun-tahun kamu buang kami dan sekarang kamu meninggalkan kami dengan seluruh hartamu.. untuk apa harta ini hah.." teriak wanita itu memprotes surat serah tangan harta milik jasad suaminya itu.
"kenapa kamu tidak pernah bilang padaku tentang penyakitmu.. kamu sungguh kejam hisskk.. hisk..hisskk..." keluh wanita itu frustasi.
Blaakkk...
"mom.. wake up mom.. mom" teriak anak laki-laki tampan itu.
Wanita itu jatuh pingsan tak kuasa menerima kepergian suaminya, anaknya hanya bisa menangis melihat ibunya yang sedih akan kepergian suaminya.
Kamu yang melihat itu ikut berlari dan membantu wanita pingsan itu, memberi wanita itu wewangian agar kembali sadar.
"mom.. hisskk..hiskk..wake up please.. Richard takut mom" tangis anak itu.
"tenang ya sayang.. ibumu baik-baik saja, kita akan membawanya ke ruang perawatan" ucapmu lembut padanya.
Setelah membantu wanita itu kamu menghibur anaknya agar tenang, terlihat anak berusia tiga tahun itu sangat ketakutan melihat keadaan ibunya yang sangat bersedih atas kepergian ayahnya, walaupun kamu tidak mengetahui dengan jelas seperti apa permasalahan keluarga itu kamu paham bagaimana rasa kehilangan itu karena kamu pernah merasakan sebelumnya bagaimana rasanya di tinggal oleh orang yang sangat kamu sayangi yaitu ibumu.
"it's okay.. kamu anak laki-laki yang sangat tampan dan kuat jadi jangan menangis lagi ya" ucapmu lembut padanya.
"ah ya.. tadi aku dengar namamu Richard.. siapa nama panjangmu. ?" tanyamu pada anak itu.
"namaku Richard Abraham" jawab anak itu dengan mengusap air matanya.
"Richard Abraham.. sepertinya nama itu tidak asing bagiku" batin Alson memikirkannya sendiri.
"nama yang bagus.. ayo sambil menunggu ibumu siuman, kamu harus makan dulu ya" ujarmu pada anak itu dan di balas anggukan kepala olehnya.
Setelah menyuapi anak itu hingga makanan habis, ibu anak itu tidak juga sadar dari pingsannya, tak lama dari itu terdengar suara ketukan pintu dan terlihat seorang pria seumuran suamimu masuk ke dalam ruang perawatan.
"terima kasih karena telah merawat tuan saya disaat saya tidak ada nona" ucap pria itu dan berterima kasih padamu.
"yeah.. tidak masalah saya senang jika bisa membantu" balasmu dan tersenyum padanya.
"paman zeto..." teriak anak itu girang dan berlari memeluk tubuh pria itu.
"ehemm... sepertinya keberadaan kami sudah tidak diperlukan lagi.. dan sudah waktunya kami untuk pergi" ucap alson tiba-tiba.
__ADS_1
"ah iya.. kau benar alson, maaf kami harus pergi karena teman kami juga dirawat disini, kami harus memastikan keadaannya sekarang" ucapmu pada pria itu.
Mendengar itu alson membulatkan matanya.
"whaat.. alson.. satu jam yang lalu dia baru saja menyatakan cintanya padaku, dan sekarang di depan orang lain dia memanggilku alson lagi.. bukan sayang..." Batin Alson menggerutu.
"kalau begitu terima kasih sekali lagi nona" balas pria itu.
"sama-sama.. kalau begitu kami permisi" seka alson dan langsung menggandeng tanganmu mengajak segera pergi dari ruangan itu.
"terima kasih Tante cantik..." teriak anak laki-laki itu dari kejauhan dan melambaikan tangannya padamu.
Kamu dan alson yang mendengar teriakan itu membalikan tubuh kalian bersamaan dan membalas lambaian anak itu dengan ceria, dan kembali menuju ruang perawatan Nizam yang sebentar lagi akan melakukan operasi transplantasi jantung.
"sayang.. kenapa dari tadi diam.." ucapmu pada suamimu.
"nah.. sekarang sayang.. nanti kalau ada orang lain alson lagi.." batin Alson dan memalingkan wajahnya.
"Hay.. apa kalian sudah makan aku membawakan kalian makanan" ucap kencang Arvan dengan masih berjalan mendekati kalian.
"bisakah kau mengecilkan volume suaramu.. ini rumah sakit umum" protes alson pada Arvan.
"I know.. walaupun ini rumah sakit dibuka untuk umum tetap saja ini rumah sakit ku" ejek Arvan pada suamimu.
"itu sebabnya di mansionku tidak ada ruang perawatan pribadi, karena aku punya rumah sakit" tambah Arvan lagi membanggakan dirinya.
"ck.. kau kira aku juga tidak punya.. aku adalah raja bisnis di Amerika ingatlah itu" tukas alson tidak mau kalah.
"dan ku ingatkan sekali lagi.. ini bukan di Amerika tapi di Spanyol.. kau berada di kawasanku sobat jadi sebagai tamu ingatlanh keberadaanmu disini" debat Arvan lagi.
"ck.. seharusnya kawasanmu akan jadi milikku beberapa hari yang lalu.. ingatlah jika saja istriku tidak menghentikanku waktu itu aku sudah mengalahkan organisasimu" debat alson tak mau kalah.
"Dan jika kalian masih ingin bertengkar lanjutkan saja di lapangan dan tidak usah makan.. semua makanan ini akan kuhabiskan bersama Aiden, Riko dan Rendi saja" sekamu kesal melihat perdebatan dua orang di hadapanmu.
Kamu berdiri dari dudukmu dan membukakan pintu ruang istirahat pribadi milik Arvan ini untuk mempersilahkan kedua musuh itu melanjutkan perdebatan mereka diluar.
Alson dan Arvan terdiam tak bersuara bagaikan anak kucing yang dimarahi induknya, melihat kegelian itu Riko tidak sengaja kelepasan akan ketawanya.
"kenapa kau tertawa.." pekik kedua orang yang tengah tertunduk patuh padamu itu.
__ADS_1
"ma.. maafkan saya tuan" ucap Riko pada alson dan Arvan.
Rendi dan Aiden yang melihat ekspresi Riko ketakutan menertawakannya lirih karena terkena semprotan dari tuannya.
"kenapa diam saja.. ayo lanjutkan saja perdebatan kalian diluar" ucapmu memarahi mereka.
"ti..tidak sayang aku akan disini menemanimu, aku juga belum makan sayang apa kau tega melihat suamimu kelaparan" ucap alson dengan nada memelas padamu.
Setelah makan malam selesai operasi transplantasi jantung yang akan dilakukan Nizam juga sedang berjalan, semua orang menunggu dengan gelisah di sisi ruangan itu yang terhubung langsung dengan ruang operasi.
Ruang istirahat pribadi milik Arvan di rumah sakit ini dirancang khusus oleh Arvan sendiri meimiliki empat kamar tidur dua diantaranya memiliki kamar mandi dalam dan fasilitas lainnya, terletak pada titik tengah ruangan-ruangan penting milik rumah sakit diantaranya ruang operasi itu sendiri dengan kaca jendela luas berlapis cermin pemantul hanya orang yang berada di dalam ruangan itu yang bisa melihat ruang operasi tapi tidak dengan para dokter dan suster yang sedang bekerja di dalamnya, mereka tidak bisa melihat siapa yang ada di balik kaca jendela itu.
Kamu berdoa untuk kelancaran operasi Nizam kali ini, semoga setelahnya tidak ada komplikasi sama sekali dan berjalan dengan lancar.
"semuanya akan berjalan dengan lancar sayang.. tenanglah.. dokter yang menangani Operasi ini adalah dokter-dokter profesional dan handal" ucap alson menenangkanmu.
"yeah.. aku tahu semuanya akan berjalan dengan lancar" balasmu dan memeluk tubuh suamimu.
Alson membalas pelukanmu dan menyalurkan energi positifnya untuk membuatmu lebih tenang.
"beruntungnya kamu alson.. mendapatkan cintanya ketimbang wanita sialan itu.. andai saja dulu Nizam memperbolehkanku untuk bertemu denganmu intan.. mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama seperti cara alson mendapatkanmu dan mungkin saja kita sekarang juga sudah menjadi suami istri" Batin Arvan tersenyum melihat kebersamaanmu dengan alson.
"aku bisa melihat bagaimana ketulusan cinta kedua pria ini untuk nona intan.. memang cinta itu sangat luar biasa" Batin Aiden mengamati ketiga tuan dan nyonya didepannya.
"apa yang kau pikirkan.." ucap Rendi pada Aiden.
"ah.. tidak.. tidak ada hanya saja aku sangat berharap kebahagiaan akan selalu datang untuk para tuan dan nyonya kita" balas Aiden .
"yeah.. kau benar.. semoga di masa depan nanti hubungan ini akan selalu terjalin dan kita tidak akan repot-repot harus menyerang satu sama lain" sahut Riko.
Setelah hampir setengah jam kamu berdiri, Alson memintamu untuk duduk di sofa.
"Rendi.. apa kau dan Riko sudah mengurus pemakaman untuk Liliyana ?" tanya Arvan pada asistennya.
"sudah tuan.. besok pagi pemakaman akan segera dilakukan" jawab Rendi.
"persiapkan dengan sebaik mungkin, dia harus di kebumikan dengan layak" sahut Alson.
"baik tuan.." jawab Rendi dan Riko bersamaan.
__ADS_1
To be continue... ❤️